KALEIDOSKOP STUF METAL TERBAIK INTERNASIONAL TAHUN 2014


KALEIDOSKOP STUF METAL TERBAIK INTERNASIONAL TAHUN 2014

Sepanjang Tahun 2014 Industri Musik Cadas masih terus didominasi oleh musisi dari Wajah lama dan Baru menjadi obyek pencetak Dollar bagi beberapa Label bermodal besar dengan Konsekuensi plus Spekulasi-nya memenuhi Retail Music Shop dengan Rilisan-rilisan terbaiknya. Kompetisi memang bukan menjadi pemandangan Umum untuk dibandingkan dengan beberapa Tahun yang lalu jika Pergolakan Musik Cadas masih belum begitu diminati oleh Jangkauan Umum, berbeda memang dengan Masyarakat saat ini bisa lebih menikmati beberapa Genre Keras yang tersajikan dengan sangat Top Notch, sehingga konsumsi-nya menjadi lebih meningkat. Meskipun demikian Pergerakan Band-band New Comer dengan Label bermodal Kurang dari diatas sudah mulai menjadi Movement dramatis-nya, ketika hal ini menjadi semacam Proses “ Magang “ Potensi sebuah band untuk kemudian dilirik dengan Berbagai penawaran yang belum terbayang dari Band tersebut, sehingga Simbiosis Mutualisme seperti sudah menjadi Bagian penting. Seperti menjadi Kutu Loncat demi sebuah Kesuksesannya, Tak banyak pula beberapa band harus menjadi Selling Out dengan Industri Musik tak lepas dari Tekanan Label Bermodal Besar tersebut, seperti tidak menjadikan ini sebuah Dilema, Menjadi lebih Populer sepertinya menjadi Garis Start yang Harus dipilihnya saat Kesempatan terbuka begitu besar. Alhasil memang Pemain Industri Musik dengan Kekuatan yang dimiliki dari Karir sebelumnya masih menjadi “ Kesempatan Emas “ yang tak mungkin mereka lewatkan begitu saja. Mungkin Catatan berikut ini bisa menjadi Sedikit Pandangan tersendiri Menurut Gw selaku Penulis Fenomena saat melihat Kenyataan ini. Biarpun ada banyak karya yang menurut beberapa Individu bagus, Toh setiap Manusia memiliki cara pandang tersendiri untuk menilai sesuatu itu tanpa harus “ Follow Statement “ dari Orang-orang yang mungkin kalian anggap memiliki Kredibilitas lebih atas semua ini, Well saat nya stigma Bodoh itu harus berani kalian rubah, Lebih percaya dengan Indera dan Keyakinan sendiri dari dalam hati untuk BERANI mengakui sebuah Kejujuran itu adalah Bagian Hakiki Mutlak bagi Penikmat Musik khususnya, Yaa .. Believed If You Still Have for some Big Choice !!

ABYSMAL DAWN - OBSOLESCENCE



Seperti menikmati era Kejayaan Death Metal dengan Balutan Elemen Atmosfir yang Gelap lewat Sayatan Harmonisasi yang mana pada Era 90-an lebih dulu dipopulerkan oleh The Mighty Morbid Angel Lewat “ Altars Of Madness “ nya. The Occult serta Sci-Fi Seperti menjadi Misteri dibalik kekuatan tak Kasat Mata bagi Kwartet Death Metal asal California ini untuk kembali Membabi buta di Full Album terbarunya “ Obsolescence “ sekaligus menjadi Materi Penuh Ke-4 Via Relapse Records. Andy Nelson dan Charles Elliot Masih menjadi Otak dibalik Kekuatan Badai Dasyat band yang bakalan Serius mengancam Nama Vader untuk Pengusung Karakter Musikal-nya. gives us some in your face straight to the point death metal. The riffing doesn't get old and continues to be a good listen which is always great. Ini menjadi Selangkah Lebih matang sejak “ Leveling the Plane of Existence “ yang diklaim menjadi Album Terbaik Mereka selama ini. Kesan “ Obsolescence “ Menjadi Semakin Tampil Melodis Saat Band ini Mengcover Ulang “ Night’s Blood “ nya Dissection yang menekankan karakter Tersebut, Meski bukan tanpa alasan yang jelas bagi mereka.

AGALLOCH - THE SERPENT & THE SPHERE


 
Meski Daratan Amrik Bukan Lahan yang Subur untuk perkembangan Genre Black Metal, namun Keberadaan Atmospheric Folk/Doom Metal, Post-Rock/Metal Terbaik Oregon, AGALLOCH masih menyimpan Sejuta Pesona Bagi Fans-nya. Album Ke-5 “The Serpent & the Sphere “ sepertinya makin memberikan Hipnotis yang luar biasa pada setiap aransemen Musik dewasa-nya, Sentuhan Lembut Atmospheric Folk-nya lebih akan Mengajak Kita dalam Dimensi Mimpi yang begitu Hitam. Meski Kualitas Album Mereka sebelumnya “Ashes Against the Grain “ & “ Marrow of the Spirit “ mampu memberikan Sentuhan Yang Kuat, “The Serpent & the Sphere “ mungkin adalah Puncak Kepuasan Mereka untuk menanamkan Eksperimen yang begitu Menyanyat Relung Kalbu tetap begitu Mempesona. Perhaps the album needs a pair of fresh ears to enjoy to its fullest extent; the fact is that while Agalloch remains a powerfully resonant force with a gripping sense of style and atmosphere, they seem to be at the point where they have begun to rest on their laurels, at least when it comes to renovating their sound.

ALLEGAEON - ELEMENTS OF THE INFINITE


 
Mungkin Gw Pribadi masih begitu Menikmati dengan Karisma Awal Mereka di Ep “ Allegaeon “ dan Sedikit di “ Fragments of Form and Function “, Unit Technical Melodic Death Metal Terbaik Colorado, Amrik ini telah membuat Shock Terapi yang berarti lewat Aransemen Mengejutkan Mereka, namun seiring Perkembangan dan Banyak Melakukan eksperimennya, Range Kekuatan Mereka menjadi Bertambah Kuat dengan Pematangan Materi yang Cerdas meski beberapa Masih menyisakan Rasa Boring tersendiri. Modernisasi Musikal Mereka seperti sedang tergerus meski masih tidak menanggalkan Pesona Solo Gitar yang Siap Menjerat Penikmat-nya. Debut Aksi Perdana Drummer Brandon Park dan Gitaris Michael Stancel Mungkin menambah Power tersendiri, Namun Pergeseran Konsep Signifikan tidak dapat terelakkan Begitu saja meski Produksi “ Elements of the Infinite “ Masih tetap Memukau hasil tangan dingin Seorang Dave Otero sejak Band masih merasa puas dengan Materi “ Fragments of Form and Function “ Tahun 2010. Fans Modern Melodic Riff serta Teknik2 Dawai yang Mencengangkan, mungkin ALLEGAEON masih tetap terbaik dikelas-nya. ALLEGAEON have really outdone themselves on Elements of the Infinite. There is serious focus and technical display that it’s nearly incomprehensible. “ Elements of the Infinite “ has undoubtedly surpassed their previous efforts. This is a must listen to album for all fans of metal. Partake of the chaos or languish in eternity forever unaware of the force known as ALLEGAEON.

ALRAUNE - THE PROCESS OF SELF-IMMOLATION


 
Raw Black Metal Mungkin Masih memiliki Gaung Tersendiri sejak Awal Kemunculannya tanpa harus bersandingan dengan Teknologi yang ada, Debutan Full Pertama Black Metal asal Nashville, Tennessee, Amrik lewat “ The Process of Self-Immolation “ lebih mengantarkan kita kepada Kemegahan Genre ini terasa lebih “ Pure “ dengan Konsep Raw yang disuguhkan disini, Terkesan Sangat Analog sekali pada Proses dan Kualitasnya. Seperti Hujan Deras yang disertai Ledakan Halilintar menyambar untuk dapat Menikmati Sajian Berisik, Cepat dan Mencekam dari band yang Semua Member-nya Bernyanyi ini. Menawarkan Kualitas yang Masih terasa “ Natural “ dan “ Occult “ untuk Genre yang mereka Usung, Ga Heran Banget jika Album ini menjadi yang Paling dibicarakan Oleh beberapa Media sebagai yang terbaik ditahun 2014. It's an honor to be named among such a strong wave of metal releases this year, on this list and beyond !

AT THE GATES - AT WAR WITH REALITY


 
Inilah Karya Pertama Salah Satu Legendaris Melodic Death Metal AT THE GATES sejak band ini memutuskan untuk berhenti Berkarir Pasca Merilis “ Slaughter of the Soul “ tahun 1995. Julukan “ One of the pioneers of the Gothenburg death metal sound “ masih begitu sangat melekat Ketika Para Fans merasa rindu dengan Ledakan ledakan melodius hebat mereka pada awal karir 90-an sempat tidak membuat Formasi ini Untuk Berkumpul dan melakukan Reuniannya sampai dengan tahun 2007 karena desakan hebat Publik Metal akan Kekuatan Nyata mereka sebagai Pengusung Terbaik genre ini, dan Terhitung Sejak 2010, Band ini mematangkan Pendirian barunya untuk Come Back dan Menulis lagu baru setelah kontrak Eksklusif berhasil di Goal-kan bersama Century Media Records untuk Merilis Karya Baru pertama mereka sejak Reunian dengan “ At War With Reality “ menjadi peperangan Idealis dengan mimpi nyata mereka jika Saat ini AT THE GATES masih memiliki Karisma tersendiri. Dengan Konsep yang masih akan mengajak kita Menikmati Kembali Karakter “ Asli “ band, Sekali lagi “ At War With Reality “ Masih tetap yang ditunggu-tunggu ! Seperti Mengutip Tulisan terbaik dari Thrashpit.com “The biggest letdown is that few sections appear that actually sound like At The Gates, oddly. Tomas Lindberg’s barks, which thankfully have not changed one bit, appear to be the only part of At The Gates not to have its costs cut. “Death and the Labyrinth” and the title track act as the leadoff tunes by setting the stage, but they completely fail to make an impression. The aggressive use of melodic death metal to kick things off is like a street magician pulling a quarter out of a middle-aged man’s ear and expecting him to be amazed; these are second-rate copies of “Slaughter of the Soul” glued to The Haunted’s straightforward banality. I’m being generous by calling them mediocre. “ Bahwa AT THE GATES masih begitu Menepati Janjinya untuk Tidak Melakukan Banyak Eksperimen dan perubahan karena Formasi Asli tetap memegang Kekuatan penting tidak tergantikan !

BASTARD SAPLING - INSTINCT IS FOREVER


 
Dominasi Album Black Metal Terbaik sepanjang tahun 2014 ini rupanya turut andil Membesarkan Scene Amrik sebagai Ladang baru untuk Potensi yang beberapa Tahun lalu tidak terbaca. BASTARDS SAPLING dari Richmond, Virginia ini adalah Pengusung Genre Kelam dengan Sentuhan Atmospheric yang begitu Menenggelamkan Imaji Pendengarnya dalam Lautan Kepedihan Sekaligus Kebencian akibat Kontraksi Kuat Alam disekitar kita. its evil mid-tempo atmosphere is awash in memorable riffs, but is fueled by a surprising rock twist in its solo and bridge, the likes of which wouldn't sound out of place on a recent Mastodon album. Memberikan Sentuhan yang Mampu Mengacak Moody Pendengarnya mungkin menjadi Alternatif karakteristik Konsep yang ditonjolkan disini. complete with catchy chorus. Oddly out of place in the middle of an otherwise somber album, the track never the less serves as a much needed breather – Instinct Is Forever runs well past the one hour mark, an herculean amount of densely packed black metal.

BEHEMOTH - THE SATANIST


 
Meski Ada anggapan Serius bagi Penggemar Berat Keberingasan Beat yang serba Cepat dan Kecerdasan Band Veteran Terbaik Yang dimiliki Polandia Scene Era Materi-materi Sebelumnya, BEHEMOTH di Album terbaru ini seperti Terbangun dari “ Mati “ nya, Sejak Frontman Adam Nergal di Vonis atas Penyakit Leukimia-nya, sempat dipastikan Hal ini menjadi Karir Terakhir bagi BEHEMOTH ! Namun 3 Pebruari 2014 membuktikan jika eksistensi Mereka Belum berakhir dengan Sambutan Hangat Fans yang Merespect “ The Satanist “ sebagai Album yang paling dinantikan meski dari segi musikal beat BEHEMOTH sudah Mulai Melemah ! namun tidak disangka fans begitu terhipnotis dengan Aransemen Megah Adam Nergal Cs sehingga Publik Media Metal kemudian Menempatkan album ini sebagai Yang Terbaik sepanjang Tahun 2014 ! Album “ Penebusan “ yang menyudahi Persepsi Awal Band. BEHEMOTH have not gone through an actual radical, massive change, but subtlety, variation and distance from their previous outputs is most certainly evident. They offer a number of quite punishing, pummeling tunes, but then couple it with sullen acoustics and sincere vocals, that strand the zone between incomprehensible and almost manly clean, achieving extremity through honesty and integrity, rather then outperforming other artists in terms of speed, stamina or savagery. This is a monumental, must-have morbid record, that isn't perfect on its own, but nevertheless demonstrates and delineates that extreme metal can still be original and oozing with ideas and ingenuity.

BELPHEGOR - CONJURING THE DEAD


 
Membaca dari Statemen Band Sebelumnya yang ditulis oleh Frontman Helmuth “For over two years we worked on the nine compositions. We got every arrangement to the highest audio potential, added a lot of new, haunting, and compelling structures/ rhythm parts and tritone intervals. We decided to record in the USA this time. The combination of European Metal's cold and sick elements crossed with an American brutal sound was the master plan. We're on fire! Expect more shredding, more magick, more of everything." Seperti menjadi Clue Serius jika Materi “ Conjuring The Dead “ akan lebih Terdengar “ Sophisticated “, apalagi Band ini menggandeng Enjiner Eric Rutan untuk Menggarap Album yang menjadi Yang Tersadis di tahun 2014. Every blast beat sounds like a fucking wood pecker. It sounds either overly triggered or just way too loud in the mix. The guitars seem to snuggle in behind the barrage of drums hiding any discernibility when there are any drum intensive sections... so most of the time. The kick is way too bass heavy and loud, further dampening the mix ! Materi yang lebih Cepat dan Tegas Menggasak dengan tempo Permainan yang serba Cepat Pembawaannya masih menobatkan Duo Austrian Blackened Death Metal ini sebagai “ The Beast “ ! " GASMASK TERROR ", " REX TREMENDAE MAJESTATIS ", " TAKE HER, LUCIFER! ", " THE INVERTED CROSS ",... Also watch for the shredding trailer of the rhythm guitars

BEYOND CREATION - EARTHBORN EVOLUTION


 
“ Earthborn Evolution “ mungkin Sebelumnya menjadi Most waiting List bagi Diehard Progressive Death Metal yang intens, Debut full ke-2 di Season Of Mist setelah “ The Aura “ lebih dulu tampil mempesona dengan Aransemen Kwartet Cerdas asal Quebec, Kanada menawarkan Komposisi dengan Ide Musikal Brilian-nya. Pendewasaan Materi disini lebih dengan Pendekatan-pendekatan karakter yang lebih Atmospheric, sama halnya dengan Decrepit Birth era “ Dimishing .. “ ke “ Polarity “. onslaught of utter madness that's the record's clear highlight. They pull out all the stops, crushing the listener in an abstract pounding of riotous riffs and ridiculous insanity. Be sure to wear a seatbelt if you make it this far. Duet Maut Simon Girard dan Kévin Chartré adalah yang kemudian paling dinantikan Sentuhan Fantastis-nya Melahirkan Struktur Riffing dengan Harmonisasi Brilian-nya. Meski Secara Emosional Materi “ The Aura “ lebih Tampil Liar, “ Earthborn Evolution “ adalah Evolusi Dasyat tentang Talenta Musisi-nya Menulis sebuah Lagu yang Berkualitas !

BLACK ANVIL - HAIL DEATH


 
Daratan Amrik masih begitu Mendominasi Rating terbaik Rilisan Metal album sepanjang tahun 2014, diantaranya adalah New York Black/Thrasher BLACK ANVIL lewat Album Ke-3 Nya “ Hail Death “ via Relapse Records menjadi Mood yang Semakin Keras dari Para Penghuni Stoner Metal seperti CRO-MAGS yang kini mengamati Karir Band bentukan tahun 2007. an impact on the listener are the quick fingered bass lines, but even this is stretching the line thin. As the album makes its descent, the audience will find that the compositions slowly begin to morph into strange, extraterrestrial doom compositions !

BLACK CROWN INITIATE - THE WRECKAGE OF STARS


 
Agak sedikit ter-abaikan jika Gw menyebutkan nama BLACK CROWN INITIATE, Yupz Siap-siap banget aja Kalo Debutan Serius Keren dari New Generation asal Reading, Pennsylvania, memberikan Sajian lezat bagi penikmat Fanatis Modern Technical Death Metal dengan Sentuhan Progresive elemen yang terbilang fantastis pada sound Quality-nya. Perpaduan Mantap antara Arkaik, Necrophagist, River Of Nihil Serta Abigail Williams era “In the Shadow of a Thousand Suns “ begitu hangat terasa dihampir sentuhan Aransemen Band Bentukan Para Member Band Progressive/Technical Death Metal asal Newark, Delaware Amrik, NIGHTFIRE. Komposisi Dinamis nan Strategis untuk memamerkan Skill and Talented Sadis sangat tersajikan begitu mempesona untuk Full Album Pertama berbahaya ini. are total beasts, particularly the variety of drummers, and the vocals are an inhumanly dry, unbending rasp. They work well, and the sparsely used clean sections are appreciated. The production brings out the crisp iciness of the performance to its full potential, and the songs themselves are suitably epic numbers. Songs run together a bit, and could use some more variety, but have a cutting, ethereal desolation to them that evokes great mental imagery. Fans Partikel Musik Dinamis memang menjadi Target Signifikan Band yang siap bersinar namanya nanti.

BLOODBATH - GRAND MORBID FUNERAL


 
Menjadi salah satu Supergroub andalan Swedia Scene dengan Kental Perpaduan Swedish Death Metal dengan US Death Metal Style, BLOODBATH masih menarik Karisma untuk Full album Ke-4 nya via Peaceville Records dengan materi yang semakin matang ! Debut Pertama bagi Vokalis Nick Holmes-nya PARADISE LOST sejak Menggantikan Posisi Mikael Åkerfeldt memang bukan tanpa alasan Bagi BLOODBATH untuk mempercayakan Posisi Vokal Saat ini kepada Nick Holmes. Mungkin bagi Fans berat Entombed Era “ Left Hand Path “ atau “ Clandestine “ Sound Band ini siap Memberikan Nostalgic Berarti akan Indah-nya Swedish Sound Era 90-an. a few seconds to showcase that thick rhythm tone; both could have appeared on a hypothetical Clandestine 2.0. But that's not to say they aren't written at a slightly higher level than the standard knockoffs in the sound, and where Bloodbath balance it out is in the amount of variation. You could trace all the songs to particular sources, perhaps, and yes many of those would be Swedish, but one area in which the record excels is how each of the tunes does not seem like a repeat of the others. They'll go for dire, brooding atmospherics in one tune, gut tearing tremolo guitars in another, and nary a tune goes by without some sticky riff erupting somewhere.

BLUT AUS NORD - MEMORIA VETUSTA III - SATURNIAN POETRY


 
Melanjutkan Sukses Trilogi Album Sebelumnya, Atmospheric Black Metal, Avant-garde/Black/Industrial Metal/Dark Ambient Produktif asal Perancis di Materi “ Memoria Vetusta III: Saturnian Poetry “ masih menawarkan Susunan Atmosfir Musik yang Begitu Legam dengan berbagai Sentuhan yang Variatif. Sehingga kita seperti berada dalam Ruang hampa kegelapan saat menikmati Suguhannya. Trio Nyentrik ini tetap mengusung Mysticism, Philosophy, serta Individualism sebagai Kekuatan Lagu-nya lebih melebur dalam Kontrol Kegelapannya. indeed: mechanical, capricious black metal that mostly relies on dissonant chords yet, at times, realizes to feed the listener with a bit of tasteful melody are real growers instead of unnecessarily meandering artistic nonsense. It does take a couple of spins, but by now the ingenious riffs are comprehended to the extent that the music sounds almost catchy, and that’s a term you often don’t see connected to the repulsive monster named Blut Aus Nord. Terkesan banget racikan Atraktif, Cepat dan Membiaskan banyak warna Gelap sparatis dari BLUT AUS NORD.

COFFINWORM - IV.I.VIII


 
Indianapolis Blackened Sludge/Doom Metal COFFINWORM ini lebih tetap bertahan menawarkan Elemen yang Serba Gelap meski Komposisi Beat Musik digeber dengan Tempo yang Cepat, Perpaduan Sound Style Khas Immolation serta Autopsy dengan Karakter Vokal yang lebih Deep Grunt serta beberapa sentuhan Harmonizer Vocal menambah Kelam Sentuhan Sludgy Doomy-nya. COFFINWORM play a very melodic and accessible style of deathly doom metal with a strong deep sound and a lot of power. There are two sets of vocals that complement the music, one being deep and very death metal in style and incomprehensible gurgliness, the other more haggard and raspy as if the singer was already drying up into a mummified husk while his colleagues forge ahead with the music. Raw Sound-nya terkadang memberi kesan tersendiri untuk Pekat-nya Kultur musik yang mereka tawarkan ini.

CYNIC - KINDLY BENT TO FREE US


 
created another milestone of Progressive Metal, but disbanded the next year to explore different musical paths. Memang tidak banyak Menyangka Jika Dasar Pergeseran Musikal yang kuat pada Florida Progressive Death Metal/Fusion CYNIC yang diera 90-an sangat dikenali memiliki Karakter Musikal yang Bagus dan Mempengaruhi Generasi selanjutnya harus lebih Menajamkan pola karir-nya Kini sebagai Band Progressive Rock yang merupakan Imbas panjang Materi “ The Portal Tapes “, selain Banyak Faktor yang Mempengaruhi termasuk Kesehatan Pita suara Frontman Paul Masdival untuk tidak lagi melakukan Karakter vocal sebelumnya, selain itu CYNIC seperti sedang menikmati Nuansa barunya saat ini. Album dengan Karakter Ringan tapi masih dengan beberapa suguhan Sound Metal yang berat tetap mempertahankan reputasi mereka sebagai Band yang dihormati. “ Kindly Bent To Free Us “ adalah materi yang berbeda dan Tak terduga mungkin meskipun sebelumnya sudah digadang akan Melemah-nya kadar Cadas Aransemen Band. the former’s hypnotic, tribal atmosphere is excellent, while the latter captures an element of instrumental intricacy the likes of which meet the standards of Cynic’s former releases. A lot of it boils down to personal preference, as the performances and Cynic’s spirits are magnificent as always, and I can see why some might like this, but I don’t. As a longtime fan of the band, Cynic has moved on to a realm that doesn’t sit well with me, and that’s okay; they don’t need my approval to continue the celestial journey. Kemudian masih adanya kerinduan Fans CYNIC untuk dapat Merekam materi Era “ Focus “.the mind-boggling celestial journey, then Kindly Bent to Free Us is the much more organic and physically tangible entry to the Cynic legacy. Despite this it requires more work to fully appreciate what’s on offer here, but once penetrated it’s a fascinating and gorgeous release.

DARKSPACE - DARK SPACE III I


 
Menjadi Seriology Album bagi band yang mengusung tema tentang Ruang angkasa lengkap dengan Cosmic Mysticysm-nya, “ Dark Space III I “ Atmospheric Black Metal/Ambient Asal Switzerland DARKSPACE ini cukup mengundang Decak Kagum tersendiri untuk para Fans-nya. Dengan Aransemen Anomaly-nya band ini hanya Merangkum 3 Track Berdurasi 1 Jam lebih untuk Para Pendengar “ Istimewa “ nya, Istimewa dalam arti, ada Konsentrasi khusus untuk menikmati Sajian Ilusi Gelap Trio Hitam ini. You are undoubtedly in space at this point, and the mood is ominous yet so soothing. Your mind is calm. Now prepare yourself for a sonic blast of heavily distorted guitars, mach-2 drums, inaudible hellish shrieks, and the most amazing display of atmospheric black metal you have ever heard. So bayangin deh jika mereka diatas panggung untuk mengusung 1 Track aja, durasi minimal hanya 19 menit loh ! ga bisa gw bayangin jika ada Fans yang turun untuk headbang hehehe ….

DEAD CONGREGATION - PROMULGATION OF THE FALL


 
Serangan Blasphemic Extra Membabi buta dari Brutal Death Metal asal Greece DEAD CONGREGATION ini makin Deadly dengan Aransemen Gelap, Cepat dan Mencekam-nya. Immolation, Morbid Angel serta Incantation seperti menjadi Magnet Simbolis yang begitu Fanatis bagi Kwartet Gahar ini. Bahkan mungkin jika gw Bandingkan dengan Materi seperti EP “ Purifying Consecrated Ground “ atau “ Graves of the Archangels “, Gw rasa “ Promulgation of the Fall “ telah menjadi Titik Nadir bagi band untuk Menyempurnakan Kegelapan dengan Komposisi angker-nya. an excellent record in every sense of the word, being an abstrusion to the likes of early Incantation and Immolation in the most delectable manner, making for an anachronistic juxtaposition of 90’s death metal sonic nostalgia alongside their own thematic explorations of the arcane aspects of their cultural roots, ritualistic samples and ambiance-inducing segments.

DECAPITATED - BLOOD MANTRA


 
Diantara Pro dan Kontra yang Terjadi terhadap Pergeseran Intensif yang terjadi pada Brutal Death Metal Kebanggaan Polandia Scene DECAPITATED pasca Kepergian Selamanya Drummer Vitek yang kemudian disusul Absen-nya Vokalis Covan karena alasan Kesehatan, Karisma Technical Death Metal mengagumkan mereka era 4 Album sebelumnya harus rela terbinasakan oleh Eksperimen Member Asli tersisa, Vogg untuk membawa Pembaharuan Musikal-nya Lebih Menjadi Thrash/Groove dengan Modern Sound-nya sudah tercium era album comeback-nya “ Carnival Is Forever “. Menyisakan banyak kenangan dan pertanyaan tersendiri jika Vogg lebih akan menyerah pada Keadaan Band saat ini. Meski Track “ The Blasphemous Psalm to the Dummy God Creation “ masih Menawarkan Blastbeat yang Intens. Debut perdana Album ini bagi Drummer Mlody menggantikan Krimh adalah Pilihan yang tepat, sehingga Materi Album ini bagi Gw jadi lebih Matang dengan Energi Skill Fresh-nya. “ Blood Mantra “ is pretty carefully balanced to provide its audience with a number of mood shifts, but the issue for me is that none of these moods are capable to provoke memorable atmosphere beyond the neck-strain and pit-flexing requisite of popular metal bands. Yang pasti Penjualan album yang masih ditangani Label Metal terbesar saat ini, Nuclear Blast Records adalah Kepuasan Mutu dengan Kuantitas Sold Out sale terbaik plus publikasi yang Profesional. Well, Polandia masih berjaya dengan Band-band Cadas Paling Sadis-nya

DECEMBRE NOIR - A DISCOURAGED BELIEVER


 
Tahun 2014 mungkin menjadi Tahun yang berpihak pada Doom/Death Metal Asal Jerman ketika band terbentuk Sejak 2008 silam, “ A Discouraged Believer “ langsung mendapat respon hangat Fans genre ini seperti mengobati Kerinduan akan Konsep awal Dramatis –nya Amorphis Era “ The Karelian Isthmus “ atau “ Tales from the Thousand Lakes “ dimana dipadukan dengan Kekuatan khas lama My Dying Bride Awal. Meski mengusung Karakter yang ga begitu terasa Orisinil, namun Suguhan “ A Discouraged Believer “ mampu memberikan Kesejukan tersendiri dengan Kepedihan tema liriknya. the weeping melodies and slowly treading songs inform of a sorry tale of loss, the musical minor keys and sorrowful tone adding flesh to the bones, sapping you with fables of bereavement before completely enveloping you within their grey world. There’s a strict reliance on melody similarly to the aforementioned My Dying Bride, and thankfully it’s full bodied and potent. The guitars sway with a morose beat as if performing at a funeral procession, the remorseful melodies acting as the weeping cries of anguish, buckling in grief.

DIOCLETIAN - GESUNDRIAN


 
New Zealand Black/Death Metal Kembali Meredupkan terang Damai dengan Aroma Peperangan yang siap meledak Kapan saja dengan suguhan aransemen musik yang begitu cepat meletup-letup ! it all the world-wrecking forces of Chaos, ever present yet ever concealed, whispering to us of ruin and liberation !!! Debut Full ke-3 ini Secara Pribadi Masih memiliki Materi menarik jika dibandingkan dengan “ War of All Against All “ yang lebih Kontortif dengan penanaman Ide Penulisan Lagu yang terasa Lugas dan Matang ! Meskipun begitu Karakter Lebih Gelap dari DIOCLETIAN ini justru mendapat respon Hangat dari Pendengarnya. Do not be fooled though as the introduction is merely a means of preparing listeners for the main onslaught as the muffled growls of Southwell, the frenzy riffs and drumming begin, the trem-picked guitar riffs leaving the listener anxious and constantly on the edge of his seat. The chaotic guitar solo on songs such as Infernos once again remind listeners of the aforementioned Revenge. The rumbling bass provides an added heaviness to the music, with instances such as on Kingdom of Rats being a good example where the bass is given much higher presence, leaving a deeper impact on listeners.

SUN WORSHIP - ELDER GIANTS


 
Imej Misterius sengaja ditanamkan pada Band ini demi menambah Perspektif Musikal gelap music yang mereka usung sejak 2010, Kemasan Black Metal yang Raw dan Rapuh menjadi sebuah alasan jika Kegelapan masih mendominasi Power kekal mereka menghantar susunan Bab-bab kitap Iblis-nya. Mendengarkan Aransemen band ini seperti akan dalam menenggelamkan kita dalam Pekat-nya Fanatisme akan sesuatu hal yang merek anggap lebih memberi Attitude !

ELECTRIC WIZARD - TIME TO DIE


 
Proses Reinkarnasi Beberapa kali menemukan Satu tekad dengan Nama ELECTRIC WIZARD justru mengantarkan reputasi band ini semakin menjulang dengan Konsep Doom/Stoner Metal yang lebih menendang meski meninggalkan Frontman Jus Oborn sebagai Formula asli yang tersisa sejak Tahun 1993. Mungkin bagi Bukan penikmat Elemen Doom/Stoner Metal, Karya band asal UK ini akan menjadi Karakter yang biasa saja, namun beda pagi penikmatnya, Jika Komposisi Doom/Stoner Metal band ini jauh lebih Berkembang lagi meski beberapa Eksperimen masih menjadi Obsesi tanpa control bagi mereka dalam Menulis lagu. Bagi kebanyakan orang, Genre sahabat setia bagi para Pecandu Ganja ini masih berkembang pesat melalui Sengatannya di Paruh tahun 2014.

EPICA - THE QUANTUM ENIGMA


 
Hampir dipastikan sekali jika Setiap Rilisan Nuclear Blast Records dengan Best Sales-nya. Dengan Memperhatikan masalah Kualitas dan Produksi maksimal, menyusul sukses sebelumnya di “ Requiem for the Indifferent “ Symphonic/Power Metal Netherland EPICA masih memadukan Paduan suara dan Orchestral untuk menciptakan Kemegahan komposisi Track-nya. Terasa makin matang dan Masih menjadi Karakter EPICA sejak Tahun 2003, dimana “ Requiem for the Indifferent “ melibatkan banyak musisi menjadi sebuah Mahakarya yang fantastis ! effective way instead of being thrown in for the sake of it; the guitar riffs are heavier but at the same time more memorable and melodic; the drums perform everything from slow, meandering fills to occasional bursts of brutal, almost death metal like blast beats; the bass keeps the rhythm nicely; the orchestra plays interesting, multi-layered parts which are expertly composed and contrast with the metal elements of the music perfectly and the choir compliment both Simons and Jansen admirably whether they’re providing a backing for their lead vocal lines or alternating with Simons or Jansen to provide variety. Dengan Karakter yang kian Matang, memang hampir keseluruhan Materi yang menggandeng kembali Enjiner Joost van den Broek menyusul pencapaian maksimal materi “ Design Your Universe “ tahun 2009 silam. one of the highest dosages of harsh vocals on the album, still manages to be infectiously catchy and was a good choice for lead single; the latter, on the other hand, is a hook filled choir fest which sounds horrifically overblown but is able not to be too cheesy thanks to its serious, meaningful lyrics.

EVERY TIME I DIE - FROM PARTS UNKNOWN


 
Technical Hardcore with strong Southern Rock and Mathcore Elements, EVERYTIME TIME I DIE Asal Buffalo New York masih menjadi pengisi Deretan 200 Billboard pada hampir penjualan album2nya. “ From Parts Unknown “ menjadi Perbincangan Seru sejak dirilis mendapat Review yang bagus. According to Metacritic, where they assign a weighted average score out of 100 to ratings and reviews from mainstream critics, the album received an average of 92, based on 6 reviews, indicating " Universal Acclaim ". The song displays the powerful variety of EVERYTIME TIME I capabilities as a band an impressively erratic style that perfectly compliments the album's prominent themes of desperation, instability, and loneliness. Perpaduan beberapa Konsep Metal yang berbeda memang membuat setiap aransemen lagunya seperti memiliki Nyawa tersendiri lebih dinamis dan Menggoda sentuhannya.

EXMORTUS - SLAVE TO THE SWORD


 
Technical Melodic Thrash/Death Metal Keren asli California yang membakar kembali dengan full album ke-3 “ Slave To The Sword “ menyuguhkan Aransemen yang memorability dengan sentuhan Teknis menggoda dengan perpaduan Kompleks Karakter bermainnya Children Of Bodom, King Diamond, Megadeth, Stratovarius, hingga Testament menjadi Komposisi yang tetap brilian untuk EXMORTUS Mainkan. really solid heavy and power metal with an epic atmosphere, gripping melodic guitar riffs, and extensive neoclassical solos and speedy buildups. Only the harsher vocals and a few crunchy riffs really call to mind thrash or melodic death metal influences technically-appealing style sounds ! menggandeng Enjiner Brilian seperti Zack Ohren membawa Power tersendiri “ Slave To The Sword “ menjadi The Best Masterpiece tahun 2014, Yang menyukai materi “ In Hatred's Flame “ & “ Beyond the Fall of Time “ sebelumnya dijamin akan lebih menyukai surprising EXMORTUS untuk Album ini begitu menggetarkan ! The combination of the powerful and simple chorus and the wonderfully headbangable riff never ceases to deliver and keep you coming back for more constantly.

EXODUS - BLOOD IN BLOOD OUT


 
Bay Area Thrasher Lejen has back !!! tetap menjadi penantian Serius HardThrasher Fans sejak mendengar Press resmi band yang akan menampilkan kembali Vokalis Asli Klasik EXODUS, Steve "Zetro" Souza yang mengisi Posisi kosong yang ditinggalkan Rob Dukes, So hal ini seperti membawa Magnet kuat bagi Fans Old and New EXODUS kembali menikmati Karakter Thrashing Vokal khas Steve "Zetro" Souza sejak dirinya keren mengisi album2 Fantastis bagi Perkembangan Thrash Metal Era “ Pleasures of the Flesh, Fabulous Disaster, Impact Is Imminent, dan Force of Habit  “, Otomatis ini menambah Attitude tersendiri Bagi EXODUS Meski Mendapat Tantangan berat jika Karakter Zetro harus dikombinasikan dengan Modern Sound Era Milenium, meskipun begitu Karakter “ Blood In, Blood Out “ masih terasa “ klasik “ dengan Hadirnya Kembali Zetro. Firmly utilized against the violent groove riffing style here by following that lead yet still containing the bouncy rhythms for the more traditional thrash realms here, the bass-work is nicely complex and offers a rather thrilling backbone to the rest of the pounding arrangements featured throughout this. Following that lead is the rather dynamic and explosive drumming that keeps on pounding along to the beat of the intense and vicious tracks, featuring enough here to really get a lot of enjoyable elements. Flowing with pummeling double-bass runs to off-set the vicious grooves while offering a dynamic, hard-hitting pattern of violent patterns to compliment the generous thrash runs in place here, this is profoundly dynamic and explosive offering that has a decidedly cool mixture of old-school and new-school mentalities. For the old-school, it offers the kind of thunderous rhythms and dexterous blasts that feel right at home in the more ravenous traditions found in the eighties which allowed for the same type of varied tempos on the full-throttle thrash that was on offer there. Placating the modern scene, it’s vicious, impactful and features the intensity favored there which is a fantastic cross-selection of material that really works well here and produces a lot to really like here. Era Klasik EXODUS dalam Kemasan Millenium Era yang Sangat Fantastis untuk Tahun 2014 pokoknya, GREAT AND EXPLOSIVE HARSH THRASH !

EYEHATEGOD - EYEHATEGOD


 
Dedengkot Sludge/Doom Metal Terbaik asli New Orleans EYEHATEGOD kembali menempatkan Album Barunya “ Eyehategod “ sekaligus Menjadi Album terakhir bagi Drummer Asli band, Joe LaCaze yang meninggal akibat Gagal pernafasan yang dideritanya 23 Agustus Tahun 2013 lalu. Materi Album Sludge/Doom Metal yang masih terdengar Raw dan Cepat, like their ultra-corrosive Black Flag meets Black Sabbath in a dark alley blues, and I couldn’t wait for my next fix. Memoir terakhir bagi Drummer Joe yang saat ini meninggalkan Gitaris Jimmy Bower dan Vokalis Mike Williams sebagai member Orisinil yang tersisa sejak Band ini terbentuk tahun 1988. Meski menjadi salah Satu Godfather pengusung Sludge/Doom Metal Agresif, EYEHATEGOD masih menjadi yang paling Berpengaruh digenre-nya Meskipun Kompleksitas Materi Baru ini akan membawa Pergesekan Karakter yang Signifikan, But Believe or Not, even that song’s speedy brutality eventually gives way to syrupy Sabbath-action. It’s front-to-back classic Eyehategod, plain and simple.

FALLUJAH - THE FLESH PREVAILS


 
this is basically really just technical death metal or deathcore disguised by use of djent, pseudo-jazz and near-constant shoegaze/atmospheric elements and that's really all you can say. Siklus Aransemen musik yang lebih memiliki Range berani dengan Mencoba terus eksperimen karakter Dinamis adalah pengembangan lebih Sistematis dari “ The Harvest Wombs “ ataupun “ -Nomadic- “ membuat Progressive/Technical Death Metal/Deathcore Bombastis asal California tetap mendapat tempat tersendiri untuk Fans Tematik Death Metal yang lebih Atmosperik dan Avant Garde menjadi Pilihan Emosional Tepat Bagi FALLUJAH. “ The Flesh Prevails “ bener-bener akan menjadi Kupasan sajian Menantang dengan Musikalitas yang semakin berani. there are parts and passages that I can remember after the album has passed, but none of them involve actual riffs instead of the unusual use of atmospheric elements ! More often than not 'The Flesh Prevails' conjures up a production and style not dissimilar from the deluge of djent bands haunting the current metal landscape. The chugging, polyrhythmic riffing, the sanguine melody lines and the oppressively sterile production; if Godflesh-era industrial metal is the rusted shithole clanking and grinding its way through your soul, then Fallujah is the ultra-hi-tech, neo-fascistic cybernetic factory wetdream. Jelas Unique Leader Semakin lebih lunak menampung kekuatan yang tidak berdasar pada 1 genre konkrit Death metal terkejam-nya.

GALNERYUS - VETELGYUS


 
Osaka Neoclassical/Power Metal Andalan GALNERYUS membuktikan Produktifitas menjadi sebuah Attitude mereka dalam menggeber eksistensi yang tergali sejak 2001 dengan banyak rilisan keren. The most glaring omission for most fans was that of an epic track that characterized with his neoclassical solos and keyboard dual harmonies being the biggest highlight. The first half on " Vetelgyus " is crammed full of speed, catchiness, and harmoniescompletely represents the majesty and epic proportions that the power metal style prides itself on. Negeri Sakura selama ini sebagai Ladang Subur untuk perkembangan Genre musik Atraktif ini sekaligus pemasok bagi beberapa soundtrack Anime yang sebagian besar menggunakan Elemen Heavy/Power Metal. Pemilihan Attitude yang tepat sekali bagi GALNERYUS memantapkan karir musikal mereka makin disegani dari para Pendahulunya saat ini. as if you dip in and out of this record, you tend to find something of interest. With a crystal clear production job and a keen melodic ear, fans of Euro-styled power metal circa 1997-2004 will be enthralled by this, so get on it if you want to know what Japanese metal sounds like at its peak.

GHOST BRIGADE - IV - ONE WITH THE STORM


 
Season Of Mist Masih punya beberapa Band andalannya saat ini mendongkrak sukses label, Finland Melodic Death/Doom Metal dengan sentuhan kuat Depressive Rock serta terbalut kental dengan Post-Metal, GHOST BRIGADE mencetak sukses ditahun 2014 dengan Album Ke-4 “ IV - One With The Storm “ is more aggressive and kind of angsty actually in a good way. It's a pumping song and a good dynamic change from the melancholic tunes. Pemilihan Harmonisasi dasar yang simple mampu membentuk kombinasi nada yang menjerat dengan pengaturan Emosi tepat, terciptalah kerangka matang dari Sukses Materi pertama seperti “Guided by Fire “ bagi GHOST BRIGADE adalah berani lebih maju. The complexities that is the components that make up each and every genre, including sub-genres, has widened since the individual creation of each of them. Much like a dictionary would do, the definition of each genre and sub-genre has slowly expanded. This has often led to some confusion as to what genre bands fit in to. However, bands like Finland GHOST BRIGADE don’t take notice of genre debates and quietly, but effectively do their job.

GODFLESH - A WORLD LIT ONLY BY FIRE


 
“ A World Lit Only by Fire “ bisa jadi jeda yang panjang bagi UK Experimental Industrial Metal Legend GODFLESH melanjutkan Karir-nya sejak terhenti Produktifitasnya pasca “ Hymns “ ditahun 2001, Penyusunan materi yang mungkin terasa berat bagi Justin Broadrick dan G.C. Green merangkai Ide Fresh-nya meski beberapa tahun sebelumnya materi sudah mengendap begitu kental dalam stagnasi-nya. highly regarded as one of the pioneers of industrial metal Sejak kita mengenal Debut awal mereka via “ Streetcleaner “ dari Tahun 1989 inilah debut Eksistensi baru GODFLESH diantaranya bermunculannya Genre-genre New Wave Metal. Justin Broadrick Masih memegang kendali penuh atas penggarapan Materi-materi GODFLESH selama ini masih membuktikan jika Industrial Metal Fans masih merindukan sentuhan Khas-nya. 13 years have passed then, and instead of following or expanding the sound that the band established on Hymns, they decided to go back to basics with a violent and dark sound reminiscent of those first industrial metal records, specially the critically acclaimed “ Streetcleaner “.

MUTILATION RITES - HARBINGER


 
This is down-in-the-trenches heavy metal of that headbangin’/fist raisin’/beer swillin’ variety that I’ve waxed poetic over countless times, it just happens to be wrapped in a crunchy black metal shell. Menjadi Aransemen serius ketika Kritik beberapa materi sebelumnya menjadi cambuk berharga bagi Karir band asal New York City yang menampilkan Ryan Jones-nya TO DAY IS THE DAY didalamnya. Racikan Black Metal elemen kian maksimal tertampung cukup menggilas pada Full album ke-2 “ Harbinger “ ini dengan beberapa Sentuhan nyata Old School Death Metal yang terasa Intens. There are some really great riffs materialized, and the guitars in general sound more good. Even some songs that aren't really riffy are enjoyable due to the creation of atmosphere through the guitar the depressive atmosphere it creates.

HELEVORN - COMPASSION FORLORN


 
Perkembangan genre New Wave sudah menjadi bagian dari Tradisi Era Bermusik saat Beberapa band memutuskan untuk menambahkan didalam sentuhannya. Pengusung dominan warna Doom/Gothic Metal Terbaik Spanyol, HELEVORN masih begitu berapi api menyuguhkan komposisi yang Makin pesat progress-nya. Melodic passages followed by guitar-chugging distortion with nicely played piano in the background Music. Sajian Harmonisasi yang Bener2 mengantarkan kita dalam sebuah Perjalanan Mimpi Panjang hingga membentuk Insting sempurna dalam perjalanan manusia sendiri tergambarkan cukup menyatu, apalagi pada track “ Els Dies Tranquils “, HELEVORN mengutip sebagian karya Puisi Sastra Fenomenal dari seniman Perancis senior seperti Andreu Vidal.

INCANTATION - DIRGES OF ELYSIUM


 
Pekat Aroma gelap masih menjadi Kekuatan tangguh tak tergantikan bagi Pennsylvania Blasphemical Death Metal sepanjang karir yang dimulai sejak 1989 sudah menjadi bagian pengaruh Perkembangan Death Metal, sehingga sebutan Legendaris untuk genre yang diusung masih menjadi Absensi Wajib untuk menyebut nama INCANTATION. “ Dirges Of Elysium “ pun menjadi Rekaman terakhir bareng gitaris Alex Bouks, it almost came to a point where there’s no alternative for an emerging band in this niche but to pay a tribute either to them or to the Swedish death metal forefathers from the early nineties. Of course, that alone speaks volumes about their monumentality and importance, but even more so the fact that they have managed to deliver high quality product every single time over a period of more than two decades. Jawara Death Metal yang paling terkenal menggunakan Additional Player saat Penampilan Live INCANTATION masih Begitu Apatis mengusung Konsep Khas-nya dengan Taburan Kelam Harmonisasi yang sangat gelap mencekam dengan Struktur musik yang Dinamis. Bener-bener Kita seperti sedang terperosok dalam Neraka Jahanam yang Paling dalam saat begitu Menghayati setiap Aransemen yang disuguhkan dialbum ini. combining all of their best elements into a song that wouldn’t sound out of place at any black mass, replete with pick squeals and threateningly monolithic riffage which builds into a perfect storm. A truly great album closer that is up there with the likes of Morbid Angel’s ‘God of Emptiness’ in my opinion.

INDIAN - FROM ALL PURITY


 
Wow.. Ternyata Ekspetasi Era dimana Manusia mulai banyak menambah Masalah dalam Kehidupan seperti membutuhkan Soundtrack dalam Kesendiriannya, sehingga konsep beraroma Sludge/Doom Metal/Noise menjadi sebuah Kebutuhan yang tak terduga bagi Fans-nya, Debutan Baru Illinois Sludge/Doom Metal/Noise INDIAN telah mendapat tempat Istimewa saat Band yang Menampilkan Will Lindsay-nya ABIGAIL WILLIAMS ini menjadi High Demanded. One downside to the album is it's all one pace, and rarely deviates from it's slow crawl. It's so unrelentingly heavy though that even though the pace is repetitive it never lets up or becomes any less of a vicious barbaric listen. An injection of speed in places wouldn't have gone amiss however.

INSOMNIUM - SHADOWS OF THE DYING SUN


 
Finland Scene masih menjadi penyuplai Band2 Melodic Death Metal terbaiknya, dengan potensi kultur yang mendukung hampir dipastikan talenta dari Negeri ini seperti tidak tergantikan kekuatan harmonisasi dengan Moody Musisi-nya yang begitu menyatu total. Materi Full Ke-6 INSOMNIUM layak memang saat ini mereguk Populeritas-nya dengan persembahan Progres Musikal yang Tajam dan matang meskipun menurut Gw materi sebelumnya “One for Sorrow “ punya pukulan Dramatis tanpa mengesampingkan kekuatan Mumpuni di “ Shadows Of The Dying Sun “, Gitaris Ville Friman Cs Mengembangkan banyak Imajinasi-nya dengan melahirkan Struktur Melodius yang siap Menghantar Sebuah Dimensi Mimpi seakan hadir dalam ruang dengar kita. which is one of the reasons I so enjoyed this band to begin with, since they brought me nostalgia for that under-appreciated work, and there are some cleans in addition; but the distribution of acoustics and melodies seems problematic in its predictability erupt into the heavier parts, you definitely get a whiff of that old In Flames/Dark Tranquillity magic when it was fresh in the 90s.

JOB FOR A COWBOY - SUN EATER


 
Masih terngiang akan kekuatan dasyat Materi “ Demonocracy “ milik Arizone Progressive Death Metal dengan sentuhan Elemen yang Tebal dan Brutal, Pertanyaan kemudian Ketika JOB FOR A COWBOY harus Kehilangan Drummer Powerfully Jon "The Charn" Rice 1 Tahun menjelang penggarapan Album “ Sun Eater “, Karena seperti dikejar dengan Deadline rilis label, JOB FOR A COWBOY menarik Drummer Danny Walker (Murder Construct & Intronaut) pada proses penggarapannya masih mengandalkan Peran serta Produser dan Enjiner Jason Suecof. Meski menurut gw pribadi Materi Album baru ini masih dikatakan Jauh dapat menyusul Intensitas Materi “ Demonocracy “, JOB FOR A COWBOY seperti banyak melakukan Eksperintal dengan Aransemen Musikal dengan Teknik2 yang terbilang Membosankan karena tempo yang kian Melambat, Namun Track “ A Global Shift “ masih Menjadi kekuatan tersisa yang tetap Menggetarkan ! this largely consistent pendulum of ethereal melodies and butchering brutality, this one just never develops much of an identity beyond the 'hey, wow, listen to that' mentality, where you're temporarily blown away by a band's proficiency set and not at any risk of remembering what they are actually setting down. Meski Begitu “ Sun Eater “ justru menjadi Album yang lebih berani bagi Band menawarkan Spekulasi baru-nya. Huge, kinetic, smarmy, lots of explosions and special effects, but more of a rental than a purchase.

JUDAS PRIEST - REDEEMER OF SOULS


 
Terjawab sudah teka-teki yang menjadi pertanyaan besar para fans dan Media saat Tampuk Karismatik Gitaris K. K. Downing dapat tergantikan dengan Wajah baru sejak Rekan Setia Glenn Tipton dengan JUDAS PRIEST dari tahun 1970 disandingkan dengan Talenta Baru Richie Faulkner untuk dicoba kemahirannya di “ Redeemer Of Souls “ tetap mampu membakar Semangat Dedengkot Legendaris JUDAS PRIEST meski Berjuta Spekulasi harus band buat demi Eksistensi Band, dan inilah Debut pertama bagi Richie Faulkner mencoba kemampuan-nya bersama sang bapak-bapak Heavy Metal dalam formasi band dengan harapan dapat member terus Adrenalin musisi lainnya. swelling and bleeding from every orifice on his head, and he simply won't quit. Why is this man so stubborn? Pride? Conviction? Stupidity? One too many blows to the head? Who can say? All we see is this shell of former greatness that is well past his prime, and the last visage we'll have of him is a weary and stumbling artifact walking away. The bell has rung, and it's time to let it go gracefully while the last visuals are ones of amazement and triumph. It will not get any better from this point on, and we need to see that and accept it. Meski kurang memberi warna baru, Permainan Richie disini patut diberikan Aplous untuk bersanding dengan Glenn Tipton masih sebagai Jawara Dawai JUDAS PRIEST ! Musically, Redeemer of Souls is a competent, even good album for your run of the mill NWOBHM band vying for a selected spot in this current resurgence of that primitive, yet fundamentally important sound.

KAUAN - MUISTUMIA


 
Folk/Doom Metal dengan dipadu Post Rock yang Simplistik, band Asli Russia ini mampu memberikan ketertarikan tersendiri kepada pendengarnya dengan Harmonisasi-harmonisasi Legam meski mencekam namun banyak memberikan sentuhan-sentuhan yang Extradionary. Komposisinya sendiri mampu menjadi Instrumen hidup dalam sebuah Kesendirian atau dibawah temperature suhu yang dingin. Songs are generally slow and plodding favoring atmosphere much more than other elements. Melodies carry with them a solemn beauty whilst the vocals are tired and lethargic. Vocals are rather static and mostly serve as a simple narrative on top of the backing music. It’s a pretty standard mix but it’s done well for what it is.

MACHINE HEAD - BLOODSTONE & DIAMONDS


 
Menjadi salah satu Super Groub dan Pemberitaan yang begitu Fenomenal tersendirinya membuat Robb Flynn Cs sebagai Pengusung Pertama Warna Post-Thrash/Groove Metal yang kemudian melunak menjadi lebih Nu Metal akibat Tekanan pasar. Setelah Materi “ Unto the Locust “ dan EP “ B-Sides & Rarities “, MACHINE HEAD masih menjadi Pemberitaan Besar disemua Media akan Materi “ Bloodstone & Diamonds “ yang penggarapan Materinya banyak melibatkan pelaku Industri rekaman yang sudah memiliki Nama, sehingga dipastikan memang produksi maksimal album ini lebih mampu mendongkrak Penjualan yang signifikan. Dengan Materi yang banyak melemah jauh jika kita bandingkan dengan Materi “The Blackening “ atau sangat Impossible sekali jika MACHINE HEAD dapat membawa kembali Keganasan materi “Burn My Eyes “ atau “ The Burning Red “.akhirnya “ Bloodstone & Diamonds “ yang lebih selling out justru mendapat respon bukan lagi dari Fans Fanatik Band, materi yang lebih Easy Consume bagi Pendengar Modern membuat penjualan album ini begitu terbaik ditahun 2014. consider to be "progressive" nowadays but it was a song that lead to absolutely nowhere and was horribly misplaced even for this album's low standards. It dragged on for an extremely unnecessary length that would have one reaching for a pistol. and make it an album like its predecessor, but with even stronger tunes. But in reality, this album is more than that, it's six good ones and six bad to mediocre ones. Too bad, really.

MASTODON - ONCE MORE 'ROUND THE SUN


 
Perlahan memang bagi Progressive/Sludge Metal Asli Georgia harus menanggalkan warna Awal Musik band menjadi lebih Ke Progressive Metal/Rock untuk beberapa materi terakhirnya. sporting shorter, more concise songwriting, and a well rounded approach to balance between aggression and melody. This was a logical step to take after the majestic progressive metal mammoth ! dengan permainan yang lebih terasa ringan terdengar namun akan memberikan konsepsi keren pada Aransemen dinamis-nya, sehingga Lagu-lagu MASTODON memang bisa menjadi Santapan pendengarnya yang lebih luas terlebih beberapa Track MASTODON masih menjadi langganan beberapa Soundtrack film. Di “ Once More’ Round The Sun “ MASTODON seperti semakin menemukan “ Soul “ musik yang menggebu, sehingga hampir keseluruhan materinya lebih memiliki Tantangan tersendiri untuk sayang dilewatkan. Memiliki Artwork yang lebih “ Metal “ akan sedikit banyak mengelabui Fans Art saat mendapatkan dan Mendengarkan sendiri komposisi-nya. The alien, soaring guitar lines that bookend Chimes At Midnight usher the listener in a hazy dreamlike trance before punching them in the gut with a tremendous ramming attack of a groove, and the most unsettling point of the album is totally enveloping.

MISERY INDEX - THE KILLING GODS


 
Memang tidak akan pernah ada habisnya jika memuji Kedasyatan salah band Metal terbaik dalam Playlist Lifetime Gw ini, Sejak terbentuk dari Sakit hati menjadi Rival Berat Nama Dying Fetus tahun 2001 lalu, Misery Index kayaknya masih mendapat Animo Hangat dari Para Diehard Fans-nya. Dengan Komposisi Modern Grinding Death/Grind yang Menarik menjadi daya tarik terkuat MISERY INDEX selanjutnya membantai meski Bongkar pasang formasi kerap terjadi dalam tubuh band, Buktinya MI selalu menciptakan Komposisi2 yang Surprizing Banget ! they are actual songs, not the secret mind-fuck track that historically eats the clock on classic grind releases. But back here in this greed-stricken land of poverty, the battles for Misery Index are fought longer. Maybe in a different view, you could say that they are conveying the feeling of a struggling working class through drawn out passages. These passages are steel straight to your throat, nothing 'progressive' going on here, but not all that visceral. " The Killing Gods " adalah masa penantian MISERY INDEX yang cukup panjang setelah " Heirs to Thievery " tahun 2010 karena padatnya jadwal Promo Tour Panjang Mereka ke Seluruh dunia, Penulisan Materi baru menjadi Kerap Tersendat. dan " The Killing Gods " adalah Debut Pertama bagi gitaris Darin Morris (ex-Criminal Element, ex-Autumn Dawn) sejak menggantikan Posisi John "Sparky" Voyles rupanya lumayan memberi Sentuhan menarik tersendiri bagi Musikalitas MISERY INDEX dialbum ini duet dengan Gitaris/Vokalis Mark Kloeppel menjadi terasa lebih hidup dengan sayatan Melodius-nya. Sejak Merilis Press Track New sebelumnya, Interest Gw seperti sedang pada Konak terbesar yang harus tersalurkan segera hahahahaha ... dan inilah Keputusan yang tepat dimana MISERY INDEX harus kembali produktif dengan Komposisi dasyatnya.

MORS PRINCIPIUM EST  - DAWN OF THE 5TH ERA


 
Debut Full Ke-5 Finland Melodic Death Metal Atraktif ini pantas memang menjadi rilisan terbaik di tahun 2014 dengan suguhan materi yang semakin dinamis. MORS PRINCIPIUM EST disebut sebut sebagai perpaduan Children Of Bodom, Dark Tranquility dengan At The Gates, memiliki Struktur Riff yang lebih cepat dan Melodius. complete symphonic passages are actually utilized along with the thunderous guitar riffs, which will, no doubt, be the biggest selling point Those classic, rapid fire alternations between palm muting and bursts of melodic picking are in full swing here. “ Dawn of the 5th Era “ siap menjadi Santapan Melodius penuh Kebencian yang terbalut dengan Indahnya Harmonisasi. the guitars make up lost ground a little more in both cases and Of course, I also have the obligatory intro and interlude instrumentals, but they add to the atmosphere and are arranged well as always.

NAUSEA - CONDEMNED TO THE SYSTEM


 
Jauh tidak terdengar namanya sejak Album pertama “ Crime Against Humanity “ ditahun 1991, Nama NAUSEA Justru malah kalah Populer dengan Sang Vokalis, Oscar Garcia yang namanya langsung melejit bareng TERRORIZER justru menenggelamkan Populeritas NAUSEA Sendiri meski Band Asli California ini mengusung Karakter Grindcore yang Lebih Open Minded seperti halnya “ World Down Fall “ yang anehnya TERRORIZER sendiri malah tidak mampu mengulang karakter ini di Album barunya, sehingga seperti bertukar peran saja, “ Condemned To The System “ ya NAUSEA lebih menjadi “ World Down Fall “ Part - 2 kayaknya. It's like an even heavier, more unhinged and angry take on the Terrorizer debut that, while not groundbreaking, really works for what it is. Who better after Terrorizer themselves to attempt such a thing? Though Nausea seem to have been largely overshadowed by Terrorizer's early success, their cult status as a relatively obscure and underappreciated early US Grind band could hardly be boiled down to a lack of identity. Memang “ Condemned To The System “ akan banyak membawa nostalgic akan kemegahan “ World Down Fall “ dari Segi Musikal dan Sound-nya.

NE OBLIVISCARIS - CITADEL


 
To sketch “ Citadel “, you would have to say, that it is a mixture of progressive and black/death metal, although the lion’s share is on the side of progressive metal. On the one hand because there is -as mentioned before- so much going on simultaneously, that you can discover so much and on the other hand due to enough variation and variety in terms of structures scattered over each track. Every instrument has enough room to breath properly and everything got some time to set a spotlight on itself, for instance the beautiful bass lines, drum accents or some acoustic passages. The major element in terms of orchestration is – without a doubt - the violine which plays apart from light folk melodies ! 2 Fantastis Track yang dihadirkan pada “ Painters of the Tempest (Part II): Triptych Lux “ dan “ Devour Me, Colossus (Part I): Blackholes “ seperti merangkai Alunan Dinamis musical dramatis yang begitu mencengangkan pada perpaduan konsepsional-nya. Debut terbaru Tahun 2014 Australian Extreme Progressive Metal NE OBLIVISCARIS akan tetap menimbulkan Decak kagum luar biasa meski beberapa Orchestral folky begitu mendominasi Durasi Track Album. It’s much less brutal, but a very nice transition back into the heavier music. Really, this is all about transitions, as they are what accentuate each new passage, and doing so correctly allows the music here to mold together very nicely.

NIGHTINGALE - RETRIBUTION


 
Salah Solo Project Musisi Kenamaan Dan Swano, Melodic Progressive Rock/Metal NIGHTINGALE masih begitu mengagumkan Penampilan perspektif-nya sejak Absen produksi dari Tahun 2007, “ Retribution “ adalah stok materi yang nyata mengalami proses pematangan yang terbukti hampir disetiap aransemennya menyelipkan Melodi yang Begitu Menampar ! Sebagai Mastermind Band Solo Proyek ini, Dan Swano memegang Kendali penuh didalamnya, menjaga kualitas musical-nya tetap terdengar manis bagi penikmat-nya. Around the middle of the album the displays of progression become a lot more obvious. Especially on tracks like Forevermore. The main riff is relatively basic, but the vocals are delivered with a bit more intensity and the guitar and keyboard solos are extremely intricate and greatly display the more technical and heavier side of the band. Sebuah sajian istimewa yang memang dipersiapkan untuk konsumsi Setiap saat.

NUX VOMICA - NUX VOMICA


 
Taking equal parts crust, melodic death metal, doom, punk and a few sprinklings of black metal, American genre-benders NUX VOMICA ! Perkembangan Genre musik memang semakin era melahirkan banyak getaran Wave yang menjadi Tradisi selanjutnya sebuah band yang lebih impressionist, Debutan Terbaik sekaligus terakhir Oregon Melodic Death Metal/Crust NUX VOMICA memberikan tantangan bagi pendengarnya cukup dengan 3 Track yang menelan durasi hampir selama 45 Menit dengan Konseptual Musik yang Open Minded pada beberapa Elemen, sehingga seperti sedang mengaduk emosi pendengarnya, NUX VOMICA menghidangkan secara lengkap kronologi Sarkatis-nya. The only thing that you need to know is that NUX VOMICA has crafted one of the most diverse and substantially dynamic albums so far this year. Truly, this is one of those albums that, and I hate the phrase, has something for everyone. There’s speed and aggression, atmosphere and mature songwriting and songs that you can just completely sink your teeth into.

OBITUARY - INKED IN BLOOD


 
Sempet Skeptis Juga saat OBITUARY merekrut Gitaris Ralph Santolla dalam formasinya untuk dapat melanjutkan Karir Death Metal terbaik mereka era “ Cause Of Death “ atau “ Slowly We Rot “ dapat terulang mengingat Attitude Seorang Ralph Santolla memang bukan Bagi OBITUARY menurut gw Pribadi, “Xecutioner's Return “ dan “ Darkest Day “ memang menjadi Materi yang Boring banget akhirnya terbayar lunas oleh “ Inked In Blood “, dimana Karakter OBITUARY memang sedang kembali Me-liar ! ditambah dengan masuknya Gitaris Baru, Kenny Andrews yang adalah Roadie Setia OBITUARY sebelumnya lebih memiliki Karakteristik yang mampu membakar kembali band untuk kembali menggali selera asal OBITUARY sejak 1989. the most old school of techniques are found on Inked in Blood, with their familiar riffing style being completely intact. Their quick scratchy chugging, simple chord progressions, occasional violent tremolo-ish bursts of energy and slow/mid-paced grooves are all present. These are the riffing traits that tie together all Obituary albums and make their music so damn awesome, addicting and catchy, which is why I am able to enjoy nearly all of their albums to a large degree ! meski Bukan yang terbaik, namun “ Inked In Blood “ begitu “ Surprized “ bagi Fans lawas OBITUARY !

OPETH - PALE COMMUNION


 
Progressive Rock/Death Metal veteran terbaik Swedia OPETH masih begitu memukau dengan materi emosional-nya sebagai Musisi handal, Mikael Akerfeldt Cs Masih memiliki Sejuta Ide Cerdas untuk menanamkan Konsep Musik yang lebih Dinamis tidak asal berisik dengan mencoba bermain dengan Emosional lagi di “ Pale Communion “ menjadi The Best Musician Elegant on 2014 ! selangkah lebih Menawan dari “ Heritage “ mungkin, this is exactly what I’ve been harping on for ages regarding the banality of this massively overrated band’s trademark style, simply dressed up in a different guise. Of course, OPETH fans would never see it that way, instead hoping beyond hope that the follow-up effort would take adequate measures to rectify what went wrong and get Akerfeldt and crew back on track. To an extent, this is indeed the case with “ Pale Communion “, though as per usual many negative aspects both old and new remain in effect.

OVERKILL - WHITE DEVIL ARMORY


 
Seperti tidak mengenal lelah dan Kata Berhenti bagi Karir Salah satu Dedengkot Thrasher New Jersey yang eksis sudah sejak 1980. “ White Devil Armory “ menjadi materi Penuh terbaik Band ke- 17 (Wowww !!) yang menjadi Sinar terang bagi Industri Music Thrash Metal Khususnya di Tahun 2014. Bassis D.D. Verni dan Vokalis Bobby "Blitz" Ellsworth masih menjadi Motor Asli Band yang tetap menjaga Kualitas band ini masih Liar. Dengan Beberapa sentuhan elemen Groove, OVERKILL masih menjadi Band Legendaris yang selalu diperhitungkan Karya-karya-nya yang setiap Tahun-nya Rajin menelorkan Rilisan. And for the most part things don't settle down or allow for any level of breathing room, even the occasional slower moments that rear their ugly heads. As a result, I dug what I could yet found myself getting more disinterested than I'd thought I'd be as it all progressed. Guess I was just expecting more for what it's all worth; not that there's anything wrong with straight-to-the-bone heaviness, not at all, but if that's all the whole record is based on maybe expand on the process, a little more breadth to the otherwise choking grip of intensity. We've all seen other metal acts, thrash or otherwise, perform such feats time and again !

PALLBEARER - FOUNDATIONS OF BURDEN


 
Arkansas Doom Metal PALLBEARER masih menjadi Suguhan paling digemari pada Paruh Tahun 2014 ini yang terlihat dengan angka penjualan terbaiknya. Meski gw bukan salah satu Penikmat Genre ini, Kekuatan hebat cukup mengalir pada persembangan terbaru mereka yang mampu menjadi Hipnotis atau Terapi Track. “ Foundations of Burden “ Lebih menyatu kesan Popping-nya meski distorsi sound seperti menjadi aroma lagu menjadi menyeramkan plus menyejukkan, hmmmm …. utilizes this same formula but with improved songwriting, variety, and most noticeably intricate vocal melodies. PALLBEARER evolution is appropriately summarized right off the Bat, exhibiting catchy guitar melodies, choir-like vocal layering, and the heaviest riff the band has ever played. This song flows effortlessly from relatively upbeat verses, to atmospheric sections, and to an absolutely crushing conclusion. All these moods and songwriting flourishes are revisited throughout the album, somehow never becoming tedious or repetitive.

PANOPTICON - ROADS TO THE NORTH


 
One Man Atmospheric Black/Folk Metal project PANOPTICON, you can venture to say that he is a very interesting personality. Yupz Debut Baru ke-5 Hasil kerja keras seorang Austin Lunn mengkomposisi Idealisme bermusiknya semakin mempertajam eksistensi-nya pada “ Roads To The North “ menjadi Album Paling Laris di Tahun 2014 diserbu pendengarnya. Dengan Sound yang Raw dan terdengar lebih Natural, pantas memang jika Aransemen di Album ini banyak mengundang Interest. The second two movements of this trilogy compliment the ho-down with two heavy and melodic compositions, post-rock spell intertwined with soaring melodic metal guitar leads will listen to passages beautifully delivered by banjos and native American flutes.

PRIMORDIAL - WHERE GREATER MEN HAVE FALLEN


 
Sukses “ Redemption at the Puritan's Hand “ meski tidak dapat disamakan dengan Kehadiran “ Where Greater Men Have Fallen “,Cultural Heritage Celtic Folk/Black Metal Terbaik Ireland, PRIMORDIAL masih dapat merebut Fans fanatic mereka bahkan merangkul fans baru-nya. Maybe it's because they're Irish and try to sound Irish, instead of being Scandinavian and trying to sound Viking which essentially seems to mean that bands turn into leather/sackcloth-clad pussies who'd rather play with their flutes than actually making music worthy of their ancestors. Debutan Terbaik ditahun 2014. With the previous record although not quite melancholic in nature instead the verse riff sounds sinister if anything and it maintains this brooding vibe throughout even during the folky bridge section. Alunan Celtic Anthem dialbum ini semakin memberikan Angin segar dan Kesejukan tersendiri untuk Para Kesatria Pembela Keadilan. It’s obvious, but not boring, that the music will explode in a clamor of fantastic riffs balanced by a tense and precise drumming work.

RINGWORM - HAMMER OF THE WITCH


 
It's a good record if you're in the mood for totally unrelenting and tumultuous metal, as it definitely lives up to that style, for better or for worse. Debutan Gress Keren di Tahun 2014 memanglah pantas untuk “ Hammer Of The Witch “ nya Ohio Thrash Metal/Hardcore RINGWORM ! Dedengkot yang cukup mengharu biru sepak terjangnya sejak Tahun 1991 bukan tidak bisa dianggap enteng, apalagi Formasi RINGWORM selalu di Isi oleh pemain2 Potensial yang cukup diakui Eksistensi-nya. Makin Menendang keras untuk Materi mereka kali ini yang dikerjakan oleh Enjiner Handal Ben Schigel yang sukses menggarap juga album2 Band Top seperti Annihilator, Chimaira, Soulless, etc tetap menjadi Langganan RINGWORM Sejak Album “Justice Replaced by Revenge “.Despite that, though, this album does still have some bite to it that fans of violent metal will enjoy. The music coalesces the velocity of old-school thrash with the heaviness and unfiltered brutality of more modern hardcore. It creates a sound that can appeal to both worlds very seamlessly, giving it a large crowd appeal. The blend has a lot of destructive energy and strength to it, and it mostly comes from the great instrumentation and mixing.

SEPTICFLESH - TITAN


 
Masih menjadi Kebanggaan Greece Scene jika memiliki Band Kenamaan seperti SEPTICFLESH yang dikomandoi oleh Spiros Antoniou dikenal juga sebagai Seniman yang Mendalami Dunia Art dan banyak menghias Artwork beberapa Dunia Music serta Film. Masih menjadi Band Pengusung Atmospheric/Symphonic Death Metal terbaik di Eropa bagi SEPTICFLESH adalah sebuah Sikap yang Begitu Idealis sejak terbentuk Tahun 1990-an menggubah Harmonasi Musik yang terasa Megah ! Menyusul Sukses Album Sebelumnya “The Great Mass “, SEPTICFLESH berharap Materi “ Titan “ ini bakal menjadi lebih diAkui. Albums like this sometimes fall victim to lack of differentiation. You will not be bored here. Despite the consistency, every track sounds different. I find myself humming different string arrangements and actually remembering to which track they belong. The vocals are some of the strongest death metal style you will ever here. Every growl is filled with malice and intense longing. No raspy, devil-may care shrieking. There is a sense that each snarl was painstakingly placed at just the right moment with just the right volume and tone to fit the orchestration. It is another instrument. When the title track hits the first “TITAN!” you will be on your feet. There are also some beautifully eerie female choir vocals mixed with monk-like chanting that further add to the mood. Masih begitu Powerfully dengan Materi yang Lebih Matang, Pantas memang jika Populeritas Band atas album ini lebih Menjanjikan.

SLIPKNOT - 5: THE GRAY CHAPTER


 
SLIPKNOT Masih menjadi Salah satu Band yang Begitu Fenomenal dimata para Fans dan media ! dianggap menjadi band yang memiliki Karakter dan Imej tersendiri Nama Mereka sekejab memang meroket Sukses secara Internasional ketika Album “ Slipknot “ dapat meledak secara urakan mengalahkan Rating penjualan beberapa Superstar Artist lainnya. Memang dalam perjalanan karir band yang sering mendapat banyak masalah menjadi salah satu Fenomenal tersendiri, apalagi Sejak Kematian salah satu Frontman band, Paul Gray Pada 2010 yang kemudian disusul dipecatnya Sang Drummer Esensial Band, Joey Jordison Pada 2013 lalu disaat SLIPKNOT Harus Tertatih tatih bangkit dari keterpurukan setelah tanpa Paul Gray. Sempat beredar rumor jika pada penggarapan Album “ 5 : The Gray Chapter “ Posisi drum diisi oleh Chris Adler-nya Lamb Of God, Meski kemudian SLIPKNOT sendiri akhirnya menampik gossip ini, bahwa Posisi Almarhum Gray tidak tergantikan apalagi Drummer Joey Jordison. Materi yang paling gelap dihadirkan adalah pertemuan antara “Iowa dan “ Vol. 3 (The Subliminal Verses) “ terdengar sekali pada beberapa Harmonasasi Riffing-nya. Without trying to be melodramatic, for the misfortunes SLIPKNOT faced, ".5: The Gray Chapter" is an album that answers their own call. The slow but compelling closing number "If Rain is What You Want" serves as a final bereavement march in memory of Paul Gray, marking both an end and a beginning. It, like most of this album, is heartfelt and appropriately allayed after an extensive mourning period that unfortunately generated other casualties in Gray's wake.

TRIPTYKON - MELANA CHASMATA


 
Mungkin TRIPTYKON menjadi legenda baru tersendiri sejak Tom G. Warrior-nya CELTIC FROST tidak dapat lagi berkumpul bersama menjadi sebuah Band sejak Tahun 2008, sehingga Tom G. Warrior Memulai kembali Karir barunya di TRIPTYKON ! dengan mengusung warna Gothic/Doom/Death/Black Metal, Sejak Album pertama “Eparistera Daimones “ tahun 2010, TRIPTYKON seperti mulai Menghipnotis injeksi baru sebagai Reinkarnasi baru CELTIC FROST, mungkin nama Tom G. Warrior masih memiliki Taring tersendiri bagi fans. Debutan ke-2 “Melana Chasmata “ pun semakin menyihir dengan Materi yang lebih “ Keras “ dari sebelumnya. Seperti tidak pernah memudar Attitude Tom Cs ini mengkomposisi Karakter Musikal yang Dinamis ! Thick tones and crushingly heavy riffs laced with that oh-so-familiar punchiness; the basic sound of Triptykon really shouldn’t feel too alien to anyone who has ever paid even casual attention to extreme metal. What’s fantastic is how the band makes straightforward and even simple riffs so damn heavy. Underscoring this blunt tendency is the morose experimental vein on the album; Triptykon pulls back and marinates in moods in a plodding and doomy fashion. All in all, the album is worth it if you are a fan of the band, but those new to Triptykon would be better served listening to their more focused efforts on “Eparistera Daimones.”

VADER - TIBI ET IGNI


 
Tak Pernah Meredup Api yang berkobar dalam VADER untuk melahirkan Komposisi Musik yang Mendera tajam, tetap Cepat Menghajar dengan Intensitas Beat yang Kejam !!! memang tak ada Kamus bagi VADER untuk melemahkan Standar beat Ngebut-nya sudah sangat dikenal sejak awal band terbentuk. Perpaduan Karakter Morbid Angel dan Terrorizer adalah mungkin dasar kekuatan awal Band menjagal karir mereka sepanjang tahun 1990-an. Meski tidak sepenuhnya memiliki Formasi Utuh selain meninggalkan Sendiri nama frontman Peter di Band, Peter masih mampu Mengkobar-kan Api Kebencian dalam Kegelapan bersama Barisan VADER ! Still, those looking for experimentation on a VADER record are looking up the wrong band for the only difference in releases is the quality of the riffing and this is no exception so that familiarity to the music certainly doesn’t hinder this in the slightest. there’s always some riff right around the corner to incite a sense of euphoria or excitement in the listener with that classic attack waiting to be unleashed in the coming seconds. That does provide this one with a feeling of familiarity at times where it delves into a utilization of the ever-present VADER attack with the riffing falling into familiar patterns that have long been a staple of the band or the drumming forced into a familiar pattern due to the way the song is arranged to make it sound like the band’s past catalog, and naturally the vocals still sound like that ever-present growl that has long permeated the band’s work.

WINTERFYLLETH - THE DIVINATION OF ANTIQUITY


 
Manchester Black Metaller Arrrrghhhh masih menyuguhkan Dinamisme Kegelapan mereka dengan beat-beat musik yang sangat cepat dan mencekam ! dengan sentuhan lembut Atmospheric-nya, WINTERFYLLETH tetap mampu menghidangkan Warna Distorsi yang indah lewat Harmonisasi Riffing-nya yang Konkrit serta Naturalis. The tremolo-picked sections and black metal riffs are easily the most captivating guitar parts from any Winterfylleth release, intricately layered by memorable melodies and poised beautifully between elements both calm and frenzied. Also unchanged are the quick, effective percussion patterns and the harsh vocals that possess the work of this group, but again, this is the source of the record’s success. These themes are nearly identical to sequences found on prior records, yet they are more focused, well-placed, meaningful, rich, and fulfilling. The brilliance of it is that nothing within the group has dramatically changed. It is a wonderful familiarity, one that sounds whole, a balance perfected.


REVIEW LOSTINCHAOS

semua tulisan disini adalah Hak Milik LOSTINCHAOS Mediazine yang FREE TO SHARE, semua buah pikir dan Pendeskripsian style musik band dalam setiap tulisan hanya sebagai penggambaran penulis sendiri dan BUKAN untuk menyamakan apalagi membanding-bandingkan ! (mohon jangan dibolak balik lagi). cukup hanya dengan mencantum-kan Source Review link-nya. tulisan disini dibuat dengan jujur tanpa tendensi atau kepentingan apapun, jika Gw bilang bagus ya bagus begitu juga sebalik-nya, karena Gw semaksimal mungkin menyajikan argumen obyektif serta fair review tentang sebuah produk yang masuk dimeja redaksi, saran, kritik dan caci maki, silahkan tinggalkan komentar dibawah ini, Keep Metal Flame till' die !

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tinggalkan komentar TERBAIK kalian disini, enjoy the sickness !