Shattered Eyes - Prelude (to the Atrocious Path of Humanity) CD 2014

































Shattered Eyes - Prelude (to the Atrocious Path of Humanity)
Amputated Vein Records CD 2014

01 Crime and Punishment 02:51    
02 The Day That Humanity Failed 03:27    
03 Weight of Power 03:20    
04 Homo Agresivus Depredatorius 03:19    
05 Shores of Acheron 01:50    
06 Monoliths of Delusion 03:42    
07 Subconscious Epiphany 03:13    
08 Perpetual Torment 03:46    
09 Prelude to the Atrocious Path of Humanity 01:36


Tentunya masih ingat dengan album pertama " Prey of Depravity " Tahun 2010 band Brutal Death Metal dengan sentuhan Deathcore elemen sana sini asal San Diego, California yang adalah band pertama Bassis Diego Soria (Kini juga maen untuk Band Disgorge (California). Kompleksitas Tendensi Modern Metal semacam " Core " cukup banyak mempengaruhi Root Panjang Musikalitas Shattered Eyes seperti halnya band Cattle Decapitation ataupun Cephalic Carnage lebih open Minded dengan Genre Music Metal Modern. don't come off as very smart musicians with decent slam/deathcore hybrid, if not an album that gives me the feeling these guys should stick to one of the genres or the other. dan kayaknya materi " Prelude (to the Atrocious Path of Humanity) " kurang terasa menggigit dibanding dengan " Prey of Depravity " bahkan cenderung terasa membosankan ! That's the thing about slam and everything related to it - it's a great genre but can be so fucking stupid sometimes, and not even the encouragable form of stupid. Banyak Intensitas Extremenya menurun dan cenderung bereksperimen ke " Style " lain yang justru malah kadang bikin Boring. Meskipun Track awal " Crime and Punishment " menawarkan Kecepatan Death Metal lumayan mengganyang, Ketukan Beat Drummer Pierro Moreno Menjadi salah satu dominan faktor melemahnya Musik Shattered Eyes dibanding memang dengan Gaya bermain drummer sebelumnya dari Enrique Belloso lebih menguasai Skill Brutal death Metal yang dikonsep band ini sejak 2005. seperti halnya juga vokalis Jonas Bautista kurang mampu menggantikan Imej Vokalis Frank Ramirez, pantas saja memang terjadi Dekadensi Konsep di album baru ini yang bagi gw lebih terkesan " Garing " banget sentuhannya, malah sentuhan Melodic Riffing Ga Jelas semakin menambah " Parah " saja. There is no compromise at all here for wimps and posers and hall-leavers who do not worship at the International Temple of the Melodic Slam (capitalized out of respect), and as a matter of fact. Meskipun gw masih menikmati enjoy track lumayan seperti " Perpetual Torment ". Kaget juga sih jika terjadi pergeseran Konsep signifikan seperti ini, apalagi buat kalian yang sempat menikmati keren materi " Prey of Depravity " pokoknya harus menelan Perasaan Kecewa dengan materi baru kali ini. These relatively light-hearted riffs make for rather awkward transitions to slams at times, and it seems that at times, when the band failed to find a place to fit their slam, they simply lightened it to make it more like a breakdown, stripping away the slammy pace and replacing it with what's basically a slam with a deathcore beat, But I Don't Know If This material make me Immense Bored ?


REVIEW LOSTINCHAOS

semua tulisan disini adalah Hak Milik LOSTINCHAOS Mediazine yang FREE TO SHARE, semua buah pikir dan Pendeskripsian style musik band dalam setiap tulisan hanya sebagai penggambaran penulis sendiri dan BUKAN untuk menyamakan apalagi membanding-bandingkan ! (mohon jangan dibolak balik lagi). cukup hanya dengan mencantum-kan Source Review link-nya. tulisan disini dibuat dengan jujur tanpa tendensi atau kepentingan apapun, jika Gw bilang bagus ya bagus begitu juga sebalik-nya, karena Gw semaksimal mungkin menyajikan argumen obyektif serta fair review tentang sebuah produk yang masuk dimeja redaksi, saran, kritik dan caci maki, silahkan tinggalkan komentar dibawah ini, Keep Metal Flame till' die !

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tinggalkan komentar TERBAIK kalian disini, enjoy the sickness !