Origin - Omnipresent CD 2014



























Origin - Omnipresent
Agonia Records CD 2014

01 All Things Dead 03:35    
02 Thrall:Fulcrum:Apex 01:07    
03 Permanence 01:00    
04 Manifest Desolate 04:16    
05 Absurdity of What I Am 02:41    
06 Source of Icon O 02:01    
07 Continuum 01:53    
08 Unattainable Zero 04:41    
09 Redistribution of Filth 03:23    
10 Obsolescence 01:33    
11 Malthusian Collapse 04:11    
12 The Indiscriminate 04:23    
13 Kill Yourself (S.O.D. cover)


Paul Ryan - Guitars, Vocals
John Longstreth - Drums
Mike Flores - Bass, Vocals
Jason Keyser - Vocals
Sudah bukan Menjadi Pertanyaan yang diulang ulang. Siapa Seh Band paling Ngebut & Sinting Sejagad Death Metal ? Jawaban Tentu masih Mengarah ke Satu nama, ORIGIN ! Apakah memang Demikian ? ... Mendengar kembali Era " Informis Infinitas Inhumanitas, Echoes of Decimation, Antithesis Hingga Entity ", Bisa jadi Jawaban itu ada Benarnya. Tapi kalo " Omnipresent " ? ... Kayaknya fans berat Origin Mesti Harus Check sendiri rilisan Tergress Mereka Untuk Pertama kalinya via label Polandia, Agonia Records. Meski Masih Menyimpan 60 % Gaya Urakan Liar nan cepat mereka, 40 % materi Kali ini Gw rasa Origin Seperti Sedang keluar dari Panti Rehabilitasi untuk Penyakit Sinting-nya. Hah??? ..... dan gw menyebut kalo " Omnipresent " adalah Materi paling " Sopan " Origin yang Mungkin ga bisa dibandingkan dengan Materi awal " A Coming into Existence " demo 1998 dan CD pertama " Origin " Tahun 2000. That being said, this debut shows signs of a less musically perverted Origin - an Origin that was content with playing inoffensive groovy technical death metal, instead of aspiring to someday kick the tech-death scene en masse in the balls. While wearing spiked cleats. dan Pertanyaan selanjutnya kemudian adalah, Apakah Konsep Album baru Origin ini " Telah Mengecewakan " ?? ... Yuk kita cari tahu Jawabannya dari Track Pertama " All Things Dead ", Extremely Hyperblasting Part masih menjumpai kita di awal Album ini. tetap tidak Menggeser konsep Origin sejak sebelumnya, masih menghujam Liar dengan gempuran Permainan yang Fantastis dan liar ! Bland guitar tone with no bass...vocals that get old really fast...near-mechanical, soulless death metal... yep, this is an Origin album. It's boring, but unlike their later releases it is not consciously offensive music. Begitu Juga dengan " Thrall:Fulcrum:Apex " secara cepat Membantai Irama Detak Jantung dengan Serangan Membabi Buta. Hasil Kerja Keras Enjiner Robert Rebeck yang menggarap Selalu materi Band ini sejak " Echoes of Decimation " ini lebih terasa menendang sekali Kualitas Akhirnya yang dipoles Sempurna oleh Colin Marston tetep pas sejak Origin Puas dengan Hasil Materi " Entity " nya. Meski Materi kali ini Masih menguap Cerdas elemen teknikal Brutal Gila-nya, Beberapa part tampak terdengar lebih " Tertata " Gimmick dan Aransemen-nya, sehingga Kita seperti tidak terlalu terasa banget dihajar dengan Konsepsional yang Serba cepat dalam artian beberapa Part-nya lumayan Catchy untuk kita cerna. The music itself mostly operates around the formula of fast, rhythmic chugs and Groovy riffs repeated ad infinitum. You've also got quite a few tremolo passages that hearken back to the early works of Nile. None of these riffs are great or particularly memorable: they're fun and innocent, I guess, but they operate around the same formula so often that none of them really stick. lalu Nikmati Solo Intrumental Paul Ryan di " Permanence " menawarkan Gaya Neoclassical Riffing yang dipadu dengan Gaya Old School Death Metal yang Epic serta Megah mencekam selama 1 menit cukup untuk melemaskan Otot leher untuk Headbang ! karena selanjutnya menyiksa adalah " Manifest Desolate ". Sebuah Track yang akan Mendeskripsikan Nyata Statemen Gw diatas. ...and here it is. Origin's true beginnings: the genesis of this pathetic genre known as technical brutal death metal. Apparently not happy with being an inoffensive deathgrind band any longer, Origin decided to take a different direction with their sophomore album: playing music that tries to be fast and relentless and fails miserably for that very reason. Their lack of ability to comprehend simple songwriting skills is astounding, and with this release, it gets even worse. beberapa Gaya Musikal Khas Suffocation dan Dying Akan cukup terasakan diantara Fast Part-nya. " Absurdity of What I Am " Giliran Menghujam Selanjutnya. Raungan Buas Vokalis Jason Keyser asli Powerfully masih diimbangi dengan Multiple Vokal dari Paul dan Mike. Sebuah Komposisi yang super cepat namun cukup dapat dinikmati dengan Beberapa Headbang Part ! " Source of Icon " Tetap melakukan Hal yang serupa. That's fine if you're going to play a genre like black metal or raw noise, but death metal has to have some sort of element of catchiness applied to its formula. Otherwise, you end up with something that more or less equates to this: mechanical, soulless death metal that is too annoying to even be worth a laugh. it would make a very viable explanation for this shit: the band may have hypothetically had a bomb in their recording studio that would have gone off if they dropped below 180 beats per minute for more than half a second. Masih melanjutkan Unjuk Taring dawai Mautnya, Paul Ryan Menyambung Intrument Solo-nya dengan " Continuum " melalui beberapa sentuhan Keyboard menambah mencekam Atmosfir Cerdas-nya. Lanjut " Unattainable Zero " Hentakan part awal-nya berasa Megah dan Sophisticated sebelum kembali Indera kita di gempur dengan Komposisi yang Extra Cepat lagi. Ketika menemukan Track " Redistribution of Filth " tentu Dahi Kening elo seketika berkerut saat Drummer John Longstreth ngemainin D-Beat Drum-nya, What The Fuck ??? dan Entah mengapa Tiba2 Track ini begitu mengagetkan Saat Imej kita masih terselimuti akan Karakter Buas Origin Sedang tersapu dengan Konsep " Lain " di album barunya ini. Bahkan " Obsolescence " seperti sedang Menggambarkan Origin Sedang Kehabisan ide untuk menuangkan Pemikiran Brilian-nya memainkan Konsep Musik yang Luar Biasa Cepat. kemudian disambung dengan " Malthusian Collapse " yang konsep Track ini rada mengingatkan gw dengan Materi Awal Origin " A Coming into Existence " sekali. And the guitar work and riffing on this album is quite good too, and it is played really fucking fast at well. They manage to play some really technical riffs at breakneck speeds that most people probably wouldn't be able to play at half time. It's that fast, people. The good thing about this is that the riffs still manage to sound good even played at the speed they are played at. Also, there are zero guitar solos on this album, so if you're a sucker for solos, you may be a little disappointed with this album. Seperti sedang tengah Melemah Pada Denyut Nadi Origin, Track2 Bagian Akhir ini membuktikan Kalimat Gw diatas. dan kemudian " The Indiscriminate " menjadi Track yang Sedikit bikin Boring dengan Sentuhan Eksperimen dan Ambient Pada Riffing Paul. Apakah Origin Memberikan Pertanda jika Powerfully konsep Mereka harus sedikit Berkurang pada Album ini ? meski Begitu Album ini 60 % masih Menjadi Album Cepat dan Buas untuk Enjoy dinikmati, " Omnipresent " telah Menjadi Album yang Berkompromi dengan Catchy Fans. Kemasan Sound Yang lebih Menendang dan Heavy Thickning Riffing Lumayan Membunuh Melalui Pembuluh Artileri Kita, dan Yang Surprise pada Track Pamungkas Origin meng-cover " Kill Yourself " -nya S.O.D, Rupanya menjadi Adrenalin Penulisan lagu Origin seperti " Redistribution of Filth ". music that appears to be completely abstract and aloof initially turns out to be subtly melodic (in their fashion) and rather emotional after listening to it enough to get my brain properly wrapped around it. This thing, on the other hand, works the other way around… it seems a little thinner and more transparent every time I hear it. Is it possible for something to be complicated without actually being complex. dan Yang Bagi gw menambah Poin Cool adalah Artwork Kover Sangar karya Ke-2 ( Setelah " Entity " ) Seniman Asal UK, Colin Marks (Rain Song Design) Menghias Sangat Apik rilisan ini lebih Match Horrific setelah Gw mengagumi Art " Echoes of Decimation " dan " Antithesis ". Tetep menjadi Peringatan Serius bagi Yang Lemah jantung Mengkonsumsi Mentah2 Materi Jawara Liar dan Buas asal Topeka, Kansas ini. You can listen to it any given time and it will do its job. What is it? I have concluded that every time I listen to this album, before the end of the titled track I already find myself thinking all the more quickly and precisely. Maybe that is because the music is just that: godlike speed riffs and incredibly precise drumming, with extremely complex themes and structures. It's pretty technical though not really crazy compared to what's become the standard five years later, so it doesn't really even have that envelope-pushing quality to fall back on; it's just kind of static instead and doesn't really draw my attention.







REVIEW LOSTINCHAOS

semua tulisan disini adalah Hak Milik LOSTINCHAOS Mediazine yang FREE TO SHARE, semua buah pikir dan Pendeskripsian style musik band dalam setiap tulisan hanya sebagai penggambaran penulis sendiri dan BUKAN untuk menyamakan apalagi membanding-bandingkan ! (mohon jangan dibolak balik lagi). cukup hanya dengan mencantum-kan Source Review link-nya. tulisan disini dibuat dengan jujur tanpa tendensi atau kepentingan apapun, jika Gw bilang bagus ya bagus begitu juga sebalik-nya, karena Gw semaksimal mungkin menyajikan argumen obyektif serta fair review tentang sebuah produk yang masuk dimeja redaksi, saran, kritik dan caci maki, silahkan tinggalkan komentar dibawah ini, Keep Metal Flame till' die !

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tinggalkan komentar TERBAIK kalian disini, enjoy the sickness !