Terrorizer Magazine Issue 240 October 2013

Terrorizer Magazine Issue 240 October 2013 

Ada band yang kembali hanya untuk menjual nostalgia. Ada pula yang kembali untuk mengingatkan dunia bahwa pengaruh mereka belum selesai. Carcass memilih jalan kedua. Melalui Terrorizer Magazine Issue #240 edisi Oktober 2013, majalah ekstrem asal Inggris ini menempatkan Carcass sebagai sorotan utama, bertepatan dengan kemunculan Surgical Steel, album comeback yang membuktikan bahwa jeda panjang tidak selalu berakhir dengan kehilangan taring. Setelah bertahun-tahun tanpa album studio baru sejak Swansong (1996), kembalinya Jeff Walker dan Bill Steer bukan sekadar reuni dua nama besar dari sejarah ekstrem metal. Ini adalah pertemuan kembali dua arsitek penting yang pernah mengubah wajah grindcore, death metal, dan melodic death metal. Mereka tidak datang untuk meminta pengakuan dari generasi baru. Mereka datang dengan membawa kembali bahasa musikal yang pernah mereka rumuskan sendiri: brutal, teknis, melodis, dan tidak pernah kehilangan aroma pembusukan. Untuk memahami bobot kembalinya Carcass, kita perlu melihat perjalanan mereka sebelum 2013. Sejak Reek of Putrefaction (1988) dan Symphonies of Sickness (1989), band asal Liverpool ini telah membangun identitas melalui perpaduan grindcore, death metal, lirik anatomis yang menjijikkan, serta pendekatan musikal yang jauh dari konvensi. Mereka bukan sekadar memainkan musik keras; Carcass menjadikan tubuh manusia, pembusukan, dan terminologi medis sebagai estetika artistik.

Perubahan semakin signifikan melalui Necroticism : Descanting the Insalubrious (1991), ketika komposisi mulai berkembang menjadi lebih kompleks, penuh perubahan tempo, riff berlapis, serta permainan gitar yang semakin progresif. Puncaknya hadir lewat Heartwork (1993), sebuah album yang membantu membentuk cetak biru melodic death metal modern. Melodi gitar yang harmonis tidak menghilangkan keganasan, melainkan memberinya dimensi baru. Kemudian Swansong (1996) menandai fase berbeda sebelum Carcass mengakhiri aktivitasnya. Karena itu, Surgical Steel bukan hanya album baru setelah sekian lama. Ia merupakan kesempatan untuk mempertemukan kembali berbagai karakter musikal yang pernah membentuk perjalanan mereka. Dirilis pada September 2013 melalui Nuclear Blast, Surgical Steel menjadi album studio pertama Carcass sejak Swansong. Formasi rekamannya menghadirkan Jeff Walker (bass/vokal), Bill Steer (gitar), Ben Ash (gitar), dan Dan Wilding (drum). Sementara Ken Owen, drummer legendaris dari era klasik, tetap memberikan kontribusi vokal latar pada beberapa bagian album. Kehadiran Dan Wilding menjadi elemen penting. Ia tidak sekadar bertugas menggantikan posisi Ken Owen, tetapi harus memahami karakter permainan yang telah menjadi bagian dari identitas Carcass. Tantangannya bukan memainkan ketukan secepat mungkin, melainkan menjaga keseimbangan antara agresivitas grindcore, presisi death metal, dan dinamika komposisi yang lebih melodis. Dari sisi produksi, album ini dikerjakan bersama Colin Richardson, sementara Andy Sneap mengambil alih proses mixing setelah Richardson meninggalkan sesi tersebut. Kombinasi keduanya menghasilkan karakter suara yang padat, tajam, dan bersih tanpa sepenuhnya menghilangkan kekasaran organik yang menjadi ciri khas Carcass. 

Secara komposisi, Surgical Steel terasa seperti rekonstruksi identitas. Riff-riff Bill Steer kembali menjadi pusat gravitasi, dengan harmonisasi gitar yang mengingatkan pada Heartwork, tetapi sesekali bergerak ke wilayah yang lebih liar dan agresif. Jeff Walker mempertahankan karakter vokal khasnya: kasar, sinis, dan terdengar seperti seorang ahli patologi yang sudah terlalu lama bekerja di ruang autopsi. Beberapa nomor memperlihatkan kekuatan tersebut: 1985 menjadi pembuka instrumental yang membangun atmosfer sebelum kekacauan dimulai, Thrasher's Abattoir langsung menghantam dengan energi grindcore dan kecepatan yang tidak memberikan banyak ruang bernapas, Cadaver Pouch Conveyor System memperlihatkan kemampuan Carcass mengawinkan riff brutal dengan struktur death metal yang lebih terukur, The Master Butcher's Apron menghadirkan permainan gitar yang tajam, harmonisasi agresif, serta karakter klasik Carcass, Noncompliance to ASTM F899-12 Standard memperlihatkan komposisi lebih panjang dengan dinamika dan eksplorasi riff yang lebih kompleks, The Granulating Dark Satanic Mills menjadi salah satu representasi paling kuat dari perpaduan death metal dan melodi gitar khas mereka, Unfit for Human Consumption mempertahankan identitas gore-metal dengan permainan yang padat dan chorus yang mudah melekat, Mount of Execution menutup album melalui komposisi panjang yang memberikan ruang bagi perkembangan atmosfer dan dinamika musikal. Ada satu hal yang patut digarisbawahi: Carcass tidak berusaha mengulang Heartwork secara mentah. Mereka mengambil elemen-elemen terbaik dari perjalanan musikalnya, kemudian merangkainya kembali dengan pendekatan yang lebih matang. Bahkan judul-judul lagu yang menggunakan istilah medis dan standar material industri memperlihatkan bahwa humor gelap serta obsesi anatomis mereka masih hidup.

Di sinilah relevansi Terrorizer Magazine Issue #240 menjadi menarik. Terbit pada Oktober 2013, edisi ini menempatkan Carcass sebagai cover story, sekaligus mengangkat momentum kembalinya mereka melalui Surgical Steel. Hubungan Carcass dengan Terrorizer bahkan telah terjalin sebelum album tersebut dirilis. Dalam wawancara eksklusif pada Februari 2013, Bill Steer telah membicarakan proses kreatif, arah musikal, dan keputusan untuk kembali menulis materi yang benar-benar terasa seperti Carcass. 
metalunderground.com+2Liputan semacam ini memiliki nilai lebih dari sekadar promosi album. Ia merekam sebuah momen ketika band yang pernah menjadi salah satu penggerak evolusi extreme metal kembali memasuki arena dengan membawa materi baru. Bagi pembaca yang mengikuti perjalanan Carcass sejak era kaset dan zine, edisi ini menjadi dokumentasi pertemuan antara sejarah dan perkembangan aktual skena metal. Salah satu bagian yang dapat dipastikan dari dokumentasi bibliografis adalah ulasan Surgical Steel oleh Mike Kemp, yang tercatat pada halaman 69 edisi tersebut. Artinya, album ini bukan sekadar menjadi wajah sampul, tetapi juga memperoleh ruang evaluasi tersendiri di dalam majalah. Di luar Carcass, edisi ini juga patut ditempatkan dalam tradisi editorial Terrorizer yang menjangkau berbagai spektrum musik ekstrem. Death metal, black metal, grindcore, doom, hingga hardcore menjadi bagian dari cakupan jurnalistik majalah tersebut. Namun, tanpa salinan daftar isi lengkap Issue #240, nama-nama band dan susunan artikel pendamping tidak sepatutnya ditebak atau diklaim sebagai fakta. Bonus CD Fear Candy 124 juga menjadi bagian menarik dari tradisi covermount Terrorizer. Bukan sekadar aksesori untuk meningkatkan daya jual, kompilasi semacam ini berfungsi sebagai ruang perkenalan bagi pendengar terhadap rilisan dan band dari berbagai penjuru underground. Tradisi tersebut merupakan salah satu kekuatan media fisik: majalah tidak hanya memberitakan musik, tetapi ikut mendistribusikan pengalaman mendengarkannya.

Ada alasan mengapa edisi seperti ini layak dipertahankan dalam koleksi. Pada 2013, industri musik semakin bergeser ke distribusi digital, sementara media cetak mulai berhadapan dengan perubahan kebiasaan membaca. Namun, Terrorizer tetap menawarkan sesuatu yang tidak sepenuhnya bisa digantikan oleh arus informasi internet: kurasi, konteks, dokumentasi, dan perspektif editorial. Terrorizer sendiri telah terbit sejak Oktober 1993 dan akhirnya berhenti pada 2018 setelah mencapai 287 edisi. Hampir 25 tahun keberadaannya menjadikan majalah ini salah satu dokumentator penting perkembangan extreme music internasional. Issue #240 dengan demikian mempunyai dua lapisan nilai. Pertama, sebagai dokumentasi kebangkitan Carcass melalui salah satu comeback album paling diperhitungkan pada dekade tersebut. Kedua, sebagai artefak jurnalistik dari era ketika majalah metal masih memiliki peran penting dalam membentuk percakapan, memperkenalkan rilisan, dan menjaga ingatan kolektif komunitas underground. Terrorizer #240 adalah representasi dari sebuah periode ketika sejarah extreme metal tidak hanya dibicarakan melalui nostalgia, tetapi juga terus ditulis melalui karya baru. Carcass menjadi pusat perhatian bukan karena mereka pernah berjaya pada era 1980-an dan 1990-an, melainkan karena Surgical Steel memberikan alasan musikal yang kuat untuk kembali diperhitungkan. Album tersebut memang tidak menghapus keistimewaan Necroticism ataupun pencapaian Heartwork. Ia juga tidak perlu melakukannya. Nilai terbesarnya justru terletak pada kemampuan Carcass membuktikan bahwa identitas musikal yang kuat tidak harus membeku dalam satu periode sejarah dan di tengah industri yang semakin sibuk menjual reuni, nostalgia, serta kebesaran masa lalu, ada sesuatu yang cukup menyegarkan dari Carcass: mereka memilih kembali dengan membawa lagu, bukan sekadar cerita. Karena legenda yang sesungguhnya tidak hidup dari berapa banyak orang yang masih mengingat namanya. Ia hidup dari kemampuannya menghasilkan sesuatu yang masih pantas didengar hari ini.

0 Comments:

Posting Komentar

Tinggalkan komentar TERBAIK kalian disini, enjoy the sickness !

Designed by lostinchaos mediazine