Defecation #1 - 1992

Defecation #1 - 1992
 
Terima kasih kepada Francisco Palma Poblete, direktur sekaligus editor zine ini, yang telah membagikan dokumentasi penting dari Chile. Dengan 44 halaman, publikasi independen ini lahir dari gagasan sederhana tetapi punya sikap editorial yang jelas: memberikan ruang kepada band-band underground yang kerap luput dari perhatian fanzine lain. Berorientasi pada grind, tetapi tidak membangun pagar eksklusif terhadap genre lain, zine ini memilih menjadi ruang terbuka bagi siapa pun yang memiliki sesuatu untuk disuarakan. Daftar band yang dimuat memperlihatkan jangkauan yang cukup luas: Acrimonius, Pathetic, Arte Marginado, Proteus Mirabilis, Belial, Behead, S.D.N., Retrogression, Infidel, BSB-H, M.D.A. dari Peru, Psychotic Noise, Medicine Death, Paraplejia dari Peru, Oliver Magnum, Deadness, Dark God, Lubricant, Outbreak, Sacrophobia, Arte-Cero, Apoplexy, Visions, dan sejumlah nama lainnya. Kehadiran band dari Peru di antara kelompok Chile memperlihatkan bahwa perhatian publikasi ini tidak berhenti pada batas geografis. Ada usaha membangun hubungan antarskena melalui musik ekstrem, sebuah jaringan yang pada zamannya membutuhkan korespondensi, pertukaran informasi, dan inisiatif personal.

Pernyataan Francisco Palma Poblete menjadi kunci untuk memahami karakter editorialnya. Ia secara terbuka mengakui bahwa zine ini dibuat untuk mendukung band-band yang tidak terlalu sering memperoleh tempat di publikasi lain. Fokusnya memang lebih dekat dengan grind, tetapi pintunya tetap terbuka bagi genre berbeda dan siapa pun yang ingin berpartisipasi. Sebuah pendekatan yang terdengar sederhana, bahkan nyaris terlalu idealis untuk dunia underground yang kadang gemar menciptakan hierarki sendiri. Di sinilah sikap zine ini terasa relevan. Underground sering membanggakan independensi, tetapi tidak jarang mengulangi kebiasaan industri yang sama: memilih nama yang sudah dikenal, mengangkat band yang sedang ramai, lalu mengabaikan kelompok kecil yang berjuang tanpa sorotan. Ironisnya, komunitas yang mengaku melawan arus pun bisa menciptakan arus utama versinya sendiri. Publikasi seperti ini mencoba memotong lingkaran tersebut dengan memberikan ruang bagi musik yang belum memiliki cukup perhatian. Fokus pada grind juga memberi identitas yang tegas. Genre ini tumbuh dari intensitas, kecepatan, distorsi, dan semangat anti-kemapanan; sebuah ekspresi yang tidak membutuhkan persetujuan pasar untuk membuktikan keberadaannya. Namun, keputusan untuk tetap membuka ruang bagi gaya lain menunjukkan bahwa identitas editorial tidak harus berubah menjadi fanatisme sempit. Mendukung satu wilayah musik bukan berarti harus menutup telinga terhadap wilayah lainnya.

Dengan 44 halaman, kekuatan zine ini bukan terletak pada kemewahan produksi atau klaim sebagai otoritas skena. Nilainya justru berada pada keberpihakan: mendokumentasikan band yang berpotensi tenggelam sebelum sempat dikenal lebih luas. Tentu, ruang publikasi tidak otomatis menjadikan semua band yang dimuat istimewa. Namun, memberikan kesempatan untuk didengar adalah langkah pertama sebelum sebuah karya bisa dinilai secara jujur. Pada akhirnya, zine ini mengingatkan bahwa ekosistem underground tidak dibangun hanya oleh band yang memiliki rekaman bagus atau panggung yang penuh penonton. Ia juga membutuhkan orang-orang yang bersedia menulis, menyunting, mencetak, mendistribusikan, dan memberi ruang kepada mereka yang belum punya akses. Sebab, sejarah musik ekstrem tidak hanya ditulis oleh nama-nama besar, tetapi juga oleh mereka yang cukup peduli untuk mencatat nama-nama yang hampir dilupakan.

0 Comments:

Posting Komentar

Tinggalkan komentar TERBAIK kalian disini, enjoy the sickness !

Designed by lostinchaos mediazine