Leishmaniasis - Necrocanibalismo
Revolution Records CD 1997
01. Entrañas putrefactas 05:38
02. Degradación corrosiva e infecciosa 03:10
03. Podredumbre senil 04:11
04. Órganos fermentados 04:08
05. Necromasturbación 04:57
06. Éxtasis de purulencia 04:18
07. Himen imperforado (Condiloma acuminado) 05:39
08. Trastornos diversos 03:21
09. Sialometaplasia necrotizante 04:41
10. Urdiendo vÃsceras 02:22
Hugo Amaya - Bass, Vocals
Sergio Mariño - Guitars, Vocals
Leonardo Lagos - Guitars
Alejandro Rojas - Drums
Kolombia sudah terlalu sering dipromosikan sebagai tanah suci brutal death metal, seolah setiap band yang lahir di sana otomatis membawa sertifikat kebrutalan sejak dalam kandungan. Klise itu memang punya dasar, tetapi juga menutupi persoalan yang lebih menarik: banyak rilisan ekstrem dari negara tersebut justru luput dari perhatian, sementara nama-nama yang lebih mudah dipasarkan mendapat sorotan lebih besar. Di antara nama yang pantas digali kembali, Leishmaniasis menawarkan sesuatu yang berbeda melalui " Necrocannibalismo " album death metal yang brutal, ganjil, dan cukup berani untuk tidak mengikuti cetak biru genre secara membabi buta. Hal pertama yang membuat album ini menonjol bukanlah vokal, blast beat, atau gitar yang dipaksa terdengar seberat mungkin. Bass-lah yang mencuri perhatian. Nadanya berderit, kasar, dan begitu rendah hingga sekilas terdengar seperti gitar yang diturunkan terlalu jauh dari wilayah kewajaran. Namun, keistimewaannya bukan sekadar pada warna sound. Permainan bass bergerak dengan logikanya sendiri, sering kali tidak mengikuti garis gitar, bahkan mengambil peran melodis yang biasanya diserahkan kepada instrumen lain. Ini bukan bass yang sekadar mengisi ruang kosong di antara gitar dan drum. Ia menjadi karakter tersendiri liar, independen, tetapi tidak kehilangan arah. Permainan Sergio, khususnya pada " Hinmen Imperforado ", memperlihatkan bagaimana instrumen yang biasanya dikubur di bawah distorsi dapat mengambil alih perhatian tanpa merusak struktur lagu. Alih-alih menjadi hiasan frekuensi rendah, bass justru menciptakan ketegangan dan percakapan musikal yang membuat komposisi terasa tidak mudah ditebak.
Pendekatan ini membutuhkan gitar yang tahu kapan harus memimpin dan kapan harus memberi ruang. Leishmaniasis memahami pembagian tersebut. Riff mereka bergerak dari tremolo picking yang cepat menuju pola power chord yang lebih berat, dengan melodi yang tidak bergantung pada formula melodic death metal Gothenburg. Ada banyak riff kuat di sini, tetapi daya tariknya bukan semata-mata pada kecepatan atau kompleksitas. Gitar berfungsi sebagai kerangka yang memungkinkan bass menyimpang, berputar, dan membangun jalurnya sendiri. Ketika gitar mengambil alih sorotan, permainan solo pada " Hinmen Imperforado " menunjukkan bahwa band ini juga mampu menghasilkan momen teknis yang efektif tanpa mengorbankan karakter keseluruhan. Drumnya terdengar cukup dominan dalam campuran suara, dan bagi sebagian pendengar mungkin terasa terlalu maju. Namun, keberatan itu tidak menghapus kualitas permainan sang drummer. Ia mampu menyusun pola ritmis yang rumit dengan detail-detail kecil yang baru terdengar ketika perhatian diarahkan ke permainan drum itu sendiri. Blast beat bukan satu-satunya senjata; variasi aksen dan pergeseran ritme membuat musik tetap hidup tanpa memaksa setiap bagian menjadi demonstrasi kecepatan. Inilah salah satu kelebihan " Necrocannibalismo " : kompleksitasnya tidak selalu dipertontonkan secara terang-terangan. Pendengar kasual dapat menikmati hantaman death metal-nya, sementara mereka yang memperhatikan instrumen secara terpisah akan menemukan permainan yang jauh lebih sibuk di balik permukaan. Musiknya punya dua lapisan pengalaman kebrutalan yang langsung terasa dan detail yang perlahan terbuka setelah beberapa kali mendengarkan.
Vokal utama mengambil jalur yang tidak lazim untuk death metal Kolombia. Alih-alih mengandalkan geraman rendah yang seolah diproduksi di ruang bawah tanah, karakter vokalnya lebih dekat pada teriakan serak bernuansa black metal. Sebagai kontras, vokal pendamping menghadirkan growl death metal yang lebih rendah dan konvensional. Keduanya saling melengkapi, menghasilkan benturan tekstur yang memperkuat atmosfer tanpa mengunci album dalam satu pola vokal yang monoton. Keputusan ini penting karena " Necrocannibalismo " tidak berusaha menjadi brutal hanya dengan menumpuk semua unsur ekstrem yang tersedia. Identitasnya muncul dari ketidakseimbangan yang terkontrol: bass menyimpang dari gitar, vokal tinggi berhadapan dengan growl rendah, dan drum yang rumit tetap memberi ruang bagi riff untuk bernapas. Di tengah genre yang sering memperlakukan kebrutalan seperti perlombaan menambah beban dan kecepatan, pendekatan Leishmaniasis terasa lebih personal. Sayangnya, album ini juga memperlihatkan sisi pahit dari sejarah musik bawah tanah: kualitas tidak selalu berbanding lurus dengan perhatian yang diterima. Informasi mengenai Leishmaniasis dan " Necrocannibalismo " relatif sulit ditemukan dalam catatan yang menjadi dasar ulasan ini. Sulit memastikan seberapa besar faktor distribusi berperan dalam minimnya pengenalan terhadap mereka, tetapi keterbatasan dokumentasi jelas membuat rilisan semacam ini lebih mudah tenggelam. Pada 2007, band ini dikabarkan kembali aktif dan merilis EP baru, sementara pengerjaan album berikutnya juga disebut sedang berlangsung. Namun, tanpa dokumentasi lanjutan yang terverifikasi, perkembangan tersebut sebaiknya dibaca sebagai catatan historis, bukan gambaran pasti tentang status band saat ini.
" Necrocannibalismo " layak diperhatikan bukan karena berasal dari Kolombia, bukan pula karena memenuhi stereotip brutal death metal negara tersebut. Nilainya terletak pada karakter musikal yang nyata: bass yang independen, gitar yang memberi ruang, drum dengan detail ritmis, serta perpaduan vokal yang menolak formula tunggal. Album ini memang tidak perlu dipaksakan menjadi mahakarya yang mengubah sejarah death metal. Cukup diakui sebagai rilisan underground yang memiliki identitas kuat dan pantas keluar dari bayang-bayang katalog yang terlupakan. " Necrocannibalismo " adalah death metal yang brutal tanpa kehilangan kepribadian. Leishmaniasis memahami bahwa teknik bukan sekadar kecepatan, dan kebrutalan tidak harus berarti semua instrumen bergerak seragam. Bass menjadi pusat gravitasi yang tidak biasa, gitar mendukung tanpa kehilangan ketajaman, sementara drum dan vokal menjaga musik tetap ganas sekaligus dinamis. Di dunia metal ekstrem, nama besar sering kali lebih mudah bertahan daripada gagasan musikal yang berani. Leishmaniasis mengingatkan bahwa sebuah album tidak menjadi penting karena semua orang membicarakannya. Kadang, justru rilisan yang luput dari radar itulah yang menyimpan sesuatu yang lebih berharga daripada reputasi: suara yang punya identitas sendiri, bahkan ketika dunia tidak cukup lama berhenti untuk mendengarkannya.
Home
[Brutal Death Metal]
[Goregrind]
[Grindcore]
* Leishmaniasis
#Colombia
1997
Revolution Records
Leishmaniasis - Necrocanibalismo CD 1997
Leishmaniasis - Necrocanibalismo CD 1997
Written by REVIEW LOSTINCHAOS Oktober 31, 2026 0
Langganan:
Posting Komentar
(
Atom
)


0 Comments:
Posting Komentar
Tinggalkan komentar TERBAIK kalian disini, enjoy the sickness !