Walls of Jericho - The Bound Feed the Gagged
Trustkill Records CD 1999
01. Playing Soldier Again 02:09
02. Home Is Where the Heart Is 02:39
03. Changing Times 01:05
04. Unwanted Resistance 01:54
05. Misanthropy 02:22
06. Beneath the Exterior 01:45
07. Full Disclosure 02:09
08. Family Values 02:44
09. Why Father 02:02
10. Angel 02:05
11. Inevitable Repercussions 01:36
Candace Buckingham - Vocals
Chris Rawson - Guitars
Mike Hasty - Guitars
Aaron Ruby - Bass
Wes Keely - Drums
Ada sesuatu yang agak ironis dari " The Bound Feed the Gagged " : sebuah album yang hanya membutuhkan sekitar 22 menit untuk mengatakan lebih banyak daripada banyak rekaman metalcore yang belakangan membutuhkan hampir satu jam untuk menyampaikan satu ide yang sama berulang-ulang. Dirilis pada 1999, ketika metalcore masih merupakan wilayah liar dan belum menjadi formula festival, debut penuh Walls of Jericho terasa seperti produk dari skena hardcore yang belum belajar meminta izin kepada siapa pun. Band Detroit ini datang dengan warisan yang tidak kecil. Sejumlah personelnya merupakan eks-Earthmover, dan hubungan tersebut penting karena " The Bound Feed the Gagged " bukan sekadar album baru dengan vokalis perempuan agresif sebagai gimmick. Ia membawa DNA hardcore berat Earthmover ke bentuk yang lebih padat, lebih brutal, dan lebih terstruktur. " A Day and a Thousand Years " sudah memperlihatkan fondasinya, tetapi album penuh ini terdengar seperti band yang akhirnya menemukan cara membuat kekacauan itu bekerja. Candace Kucsulain tidak menyanyi; ia seperti menggerus pita suara menjadi senjata. Vokalnya kasar, frontal dan hampir tanpa kosmetik. Tidak ada kebutuhan untuk menunjukkan rentang vokal atau membuat semuanya terdengar " Epik ". Justru keterbatasan itu menjadi bagian dari estetika: marah, pendek, langsung. Di era ketika keberadaan vokalis perempuan sering dijadikan bahan promosi tersendiri, Walls of Jericho lebih menarik karena musiknya tidak meminta perlakuan khusus. Kucsulain berdiri di tengah badai yang sama dan berteriak lebih keras dari badai tersebut dan musiknya memang badai.
" Playing Soldier Again " dan " Home Is Where The Heart Is " segera memperlihatkan formula utama: gitar berkarakter metallic, hentakan hardcore, riff stop-start, serta perubahan tempo yang tidak memberi pendengar kesempatan untuk duduk nyaman. Ini bukan metal yang kebetulan memiliki breakdown; ini hardcore yang memahami bahwa gitar metal dapat digunakan sebagai alat penghancur tulang. " Changing Times " bahkan hanya membutuhkan sekitar satu menit untuk membuktikan prinsip tersebut. Chanting hardcore menyerbu terlebih dahulu, lalu lagu berubah menjadi bagian mosh yang terasa jauh lebih besar daripada durasinya. Tidak ada intro panjang, tidak ada atmosfer sintetis, tidak ada dramaturgi palsu. Satu menit, beberapa riff, selesai. Sederhana tetapi efektif. Kemudian datang " Misanthropy ", salah satu titik paling tajam dalam album. Riff-nya menyentuh wilayah thrash tanpa kehilangan identitas hardcore. Ada rasa Exodus di beberapa gerakannya, tetapi Walls of Jericho tidak pernah benar-benar berubah menjadi band thrash. Mereka hanya mencuri pisau dari lemari metal lalu membawanya kembali ke gang hardcore. Hasilnya lebih menarik daripada sekadar crossover steril. Inilah kekuatan utama album: perubahan riff lebih penting daripada durasi lagu. 11 lagu dijejalkan ke dalam kira-kira 22 menit, tetapi album tidak terasa seperti kumpulan potongan lagu yang dipaksa masuk ke satu CD. Struktur pendek justru memungkinkan mereka berpindah dari chug berat ke hardcore cepat, dari bagian thrashy ke mosh, lalu kembali menghantam tanpa membuang waktu. Referensi terhadap Earthmover terasa jelas, terutama dalam cara riff dibangun melalui ketegangan dan pelepasan.
Produksi menjadi senjata lain. Dibandingkan " A Day and a Thousand Years ", " The Bound Feed the Gagged " terdengar jauh lebih berisi. Bass memperoleh ruang yang cukup untuk terdengar sebagai instrumen, bukan sekadar bayangan gitar. Drum memiliki pukulan yang jelas dan organik, sementara gitar tetap kasar tanpa kehilangan definisi. Ini penting: produksi hardcore semacam ini tidak membutuhkan dinding sound yang dipoles sampai steril. Ia membutuhkan kekerasan yang masih memiliki tekstur dan di sinilah album ini justru terasa lebih tua sekaligus lebih tahan lama. Tidak terdengar seperti rekaman yang dibuat untuk mengejar standar produksi masa depan. Ia terdengar seperti dokumen sebuah ruangan, sebuah band, dan sebuah skena pada saat tertentu. Sayangnya, album ini memiliki satu keputusan sequencing yang terasa seperti orang melempar rem tangan ke mobil yang sedang melaju. " Angel " adalah ballad dan secara musikal bukan lagu buruk. Masalahnya adalah penempatannya. Setelah serangkaian pukulan hardcore, ia menghentikan momentum tepat sebelum " Inevitable Repercussions " kembali menyalakan mesin. Bahkan beberapa ulasan lain mengenai album ini mengidentifikasi Angel sebagai titik yang mengganggu aliran keseluruhan. Kalau ditempatkan sebagai penutup, lagu itu mungkin akan terasa sebagai epilog yang masuk akal. Di posisi sekarang, ia lebih seperti seseorang mematikan lampu klub ketika pit sedang mencapai titik paling brutal. Tetapi satu keputusan sequencing yang kurang tepat tidak cukup untuk meruntuhkan keseluruhan bangunan.
Yang membuat " The Bound Feed the Gagged " menarik hari ini bukan semata-mata karena ia merupakan "album lama yang ternyata masih bagus". Klaim semacam itu terlalu murah. Nilainya justru berada pada cara album ini menangkap satu fase ketika hardcore dan metal sedang saling menguji batas tanpa mengetahui bahwa industri nantinya akan menjadikan percampuran tersebut sebagai formula dagang. Walls of Jericho belum memiliki kemewahan menjadi nostalgia. Mereka hanya punya riff dan riff-riff itu bekerja. Ada alasan mengapa rekaman ini terasa lebih kuat ketika didengar kembali melalui telinga yang sudah jenuh oleh produksi modern. Musik seperti ini tidak mencoba mengesankan pendengar dengan kompleksitas yang dipamerkan. Kompleksitasnya tersembunyi dalam transisi, pergantian tempo, aksentuasi drum, serta cara gitar berpindah dari groove ke serangan thrash dan kembali ke hardcore. " Changing Times ", " Misanthropy ", " Why Father " dan " Inevitable Repercussions " memperlihatkan bahwa lagu berdurasi pendek tidak identik dengan penulisan lagu dangkal. Justru sebaliknya. Singkat bukan berarti sederhana. " The Bound Feed the Gagged " adalah rekaman yang memahami bahwa kemarahan paling efektif tidak perlu berpidato. Ia cukup datang, menghantam, meninggalkan memar, lalu pergi sebelum pendengar sempat bertanya apa yang baru saja terjadi. Walls of Jericho memang kemudian berkembang jauh melewati fase awal ini, dan sejarah band akhirnya tidak berhenti pada satu album. Tetapi untuk memahami dari mana energi mereka berasal, rekaman 1999 ini tetap menjadi titik penting: sebuah persilangan Detroit hardcore, thrash dan metallic hardcore yang belum terkontaminasi kebutuhan untuk menyenangkan pasar. Kalau " A Day and a Thousand Years " adalah cetak biru, maka " The Bound Feed the Gagged " adalah bangunan yang sudah dihuni dan bangunannya tidak nyaman. Bagus, Hardcore memang seharusnya begitu.
Home
[CLASSIX MOST WANTED]
[Female Fronted]
[Metallic Hardcore]
* Walls of Jericho
#Usa
★ Classic Release Academy ★
1999
Trustkill Records
Walls of Jericho - The Bound Feed the Gagged CD 1999
Walls of Jericho - The Bound Feed the Gagged CD 1999
Written by REVIEW LOSTINCHAOS September 27, 2026 0
Langganan:
Posting Komentar
(
Atom
)


0 Comments:
Posting Komentar
Tinggalkan komentar TERBAIK kalian disini, enjoy the sickness !