Godless Truth - SelfRealization CD 2001

Godless Truth - SelfRealization
Shindy Productions CD 2001

01. Ninetyseven 00:28      
02. Worthless Human Being 03:59       
03. Disdain 04:00       
04. He's Not... 03:20       
05. Constructing the Future 03:11     
06. Next Step 03:44      
07. Isolated Victim 04:28       
08. Predetermined Disfiguration 03:32      
09. I Take Your Life 03:47      
10. Crooshpetz (Unwelcomed Bonus) 04:45


Zdeněk Šimeček - Vocals 
Petr - Guitars
Michael - Guitars
Jura "George" - Drums 


Ketika Brutal Death Metal Terlalu Sibuk Menghitung Angka Sampai Lupa Menulis Lagu, di dunia death metal, ada satu penyakit yang sering menyerang band setelah merilis satu atau dua album solid: obsesi untuk menjadi lebih brutal, lebih teknikal, lebih rumit, dan lebih ekstrem dibanding karya sebelumnya, masalahnya, tidak semua band mampu mengendalikan ambisi tersebut, sebagian berhasil menghasilkan mahakarya, sebagian lainnya terdengar seperti seseorang yang membongkar mesin mobil menjadi ribuan komponen lalu lupa bagaimana cara memasangnya kembali, di sinilah posisi " SelfRealization ", album ketiga milik Godless Truth, sebuah unit death metal asal Republik Ceko yang pada akhir 1990-an sebenarnya sedang berada di jalur perkembangan yang cukup menarik. Album sebelumnya, " Burning Existence " (1999), memperlihatkan band yang mulai bereksperimen dengan sentuhan melodik dan pendekatan teknikal yang masih terkendali. Ada keseimbangan antara agresi dan struktur lagu. Ada brutalitas yang masih memiliki arah. Namun pada " SelfRealization ", Godless Truth tampaknya memutuskan bahwa arah bukan lagi prioritas. yang penting adalah benturan, yang penting adalah kekacauan, yang penting adalah membuat pendengar merasa seperti dilempar ke dalam mesin penghancur beton yang rusak, hasilnya? Sebuah album yang menarik untuk dianalisis, tetapi sering kali melelahkan untuk dinikmati, matematika Sebelum Musik

Menyebut album ini sebagai BDM saja sebenarnya kurang tepat. karena di dalamnya terdapat elemen TDM, experimental death metal, bahkan nuansa avant-garde dalam beberapa pendekatan ritmisnya, namun jangan bayangkan kompleksitas elegan ala Meshuggah, jangan pula berharap presisi struktural seperti yang ditemukan pada Suffocation atau Cryptopsy era terbaik, yang terjadi di sini lebih menyerupai permainan roulette tempo, lagu berjalan dengan satu ritme, pendengar mulai menemukan pijakan, lalu tiba-tiba band mengubah tempo secara drastis, kemudian berpindah lagi seolah-olah setiap anggota band sedang memainkan lagu berbeda yang kebetulan direkam pada waktu yang sama, di atas kertas, pendekatan ini terdengar progresif, dalam praktiknya, sering kali terdengar seperti lagu yang mengalami patah tulang di beberapa bagian, Ironisnya, beberapa riff sebenarnya sangat kuat, lagu pembukaan " Construction The Future " misalnya, memperlihatkan potensi besar yang dimiliki Godless Truth ketika mereka membiarkan riff berbicara. begitu pula " Isolated Victim " yang sesekali menghadirkan pukulan grindcore ala Napalm Death yang terasa mematikan, namun hampir setiap kali momentum mulai terbentuk, datang lagi perubahan tempo yang terasa dipaksakan, seakan-akan band takut membiarkan sebuah ide berkembang lebih dari tiga puluh detik, BDM Versi Amerika dari Eropa Timur, secara musikal, jelas terlihat bahwa Godless Truth sedang menoleh ke Amerika Serikat, pengaruh band-band seperti Dying Fetus, Internal Bleeding, Broken Hope, hingga embrio awal slam death metal sangat terasa di seluruh album, Groove yang berat ! riff tuning rendah yang terdengar seperti alat berat menghancurkan aspal, vokal guttural yang terdengar seperti seseorang memuntahkan organ dalamnya sendiri, breakdown yang muncul dari kegelapan, semua elemen tersebut hadir, namun tidak seperti Dying Fetus yang mampu mengawinkan brutalitas dengan struktur lagu yang tajam, Godless Truth sering kehilangan fokus di tengah perjalanan, band ini terdengar sangat ingin menunjukkan betapa teknikal dan brutalnya mereka, sayangnya, keinginan tersebut sering mengalahkan kebutuhan paling mendasar dalam penulisan lagu: koherensi !

Bahkan ketika dibandingkan dengan sesama band eksperimental seperti Yattering dari Polandia, Godless Truth masih terdengar lebih kacau, Yattering setidaknya memiliki pola yang dapat diikuti, di sini, pendengar sering dipaksa meraba-raba ke mana lagu sebenarnya hendak bergerak, jika ada satu nama yang paling mendekati pendekatan album ini, mungkin Wormed dari Spanyol, namun Wormed membangun kekacauan dengan visi futuristik yang jelas, sementara Godless Truth lebih terdengar seperti laboratorium yang sedang mengalami ledakan internal, produksi sound yang terasa tebal, Brutal, dan Sedikit Sesak Nafas. Dari sisi produksi, " SelfRealization " memiliki karakter yang sangat khas awal 2000-an. sound gitar terdengar tebal, hangat, kasar, menghancurkan, nada rendahnya memberikan kesan masif yang cocok dengan pendekatan BDM yang diusung. Namun keseluruhan produksi juga memiliki karakter " Boxy ". Seolah-olah seluruh band direkam di ruangan kecil yang dindingnya terlalu dekat dengan mikrofon. Atmosfer ini memang memberikan kesan intim dan brutal, tetapi terkadang juga membuat album terdengar sempit. Salah satu korban terbesar dalam produksi ini adalah bass, atau lebih tepatnya: ketidakhadiran bass, sulit menemukan peran bass yang jelas sepanjang album, sebagian besar frekuensi rendah diambil alih oleh gitar tuning rendah dan pukulan bass drum, akibatnya, fondasi musikal terasa kurang memiliki dimensi tambahan yang biasanya diberikan instrumen tersebut, untungnya, drummer tampil luar biasa. Permainan drum menjadi salah satu penyelamat utama album ini, tekniknya impresif, Pergantian ritmenya presisi, meskipun terkadang justru menjadi bagian dari kekacauan yang membuat lagu kehilangan arah. Sementara itu, sound snare terdengar sangat kencang dan ketat, nyaris seperti memukul panci logam yang dipasang terlalu rapat.

Tidak semua orang akan menyukainya, namun setidaknya memberikan identitas tersendiri, lirik yang Lebih Personal dari Death Metal Konvensional, menariknya, Godless Truth tidak sepenuhnya mengikuti formula lirik death metal tradisional, alih-alih berkutat pada gore, mutilasi, atau horor tubuh semata, album ini lebih banyak mengeksplorasi pikiran negatif, konflik batin, frustrasi psikologis, dan sisi gelap kesadaran manusia, pendekatan ini memberikan nuansa yang lebih introspektif dibanding mayoritas BDM pada masanya, vokalnya pun cukup unik, selain growl dalam dan agresif, terdapat pola ritmis tertentu yang kadang terdengar seperti perpaduan antara growling dan rap, sebuah eksperimen yang mungkin terdengar aneh, tetapi justru menjadi salah satu elemen paling menarik dalam album ini. Ambisi Besar yang Tidak Selalu Berakhir Indah, masalah terbesar " SelfRealization " bukanlah kurangnya kemampuan teknis, bukan pula kurangnya ide, justru sebaliknya, album ini memiliki terlalu banyak ide, terlalu banyak eksperimen, terlalu banyak perubahan, terlalu banyak keinginan untuk mengejutkan pendengar, dan ketika semuanya terjadi sekaligus, lagu-lagu mulai kehilangan identitas individualnya, yang tersisa adalah serangkaian benturan musikal yang mengesankan secara teknis tetapi sulit meninggalkan kesan emosional.

Godless Truth berhasil membuat album yang terdengar sangat pintar sekaligus sangat sulit diingat. " SelfRealization " adalah album yang akan memecah pendapat penggemar death metal. Sebagian akan melihatnya sebagai langkah berani menuju wilayah teknikal dan eksperimental yang lebih ekstrem, sebagian lain akan menganggapnya sebagai contoh sempurna bagaimana kompleksitas dapat merusak esensi sebuah lagu, yang jelas, ini bukan album untuk semua orang. Ini bukan album yang mengundang, bukan album yang ramah, bukan album yang peduli apakah pendengar mampu mengikutinya atau tidak, sebaliknya, album ini seperti pukulan bertubi-tubi dari petinju yang terlalu bersemangat dan lupa bahwa pertandingan juga membutuhkan strategi. sebagai dokumen sejarah perkembangan BDM Eropa awal 2000-an, " SelfRealization " tetap menarik dan layak dipelajari. Sebagai pengalaman mendengarkan sehari-hari? Itu tergantung seberapa besar toleransi Anda terhadap lagu-lagu yang tampaknya sengaja menghancurkan dirinya sendiri di tengah jalan, nilai akhirnya mungkin bukan mahakarya. namun sebagai eksperimen brutal yang penuh ambisi, " SelfRealization " tetap menjadi artefak unik dari masa ketika banyak band death metal percaya bahwa lebih rumit selalu berarti lebih baik dan seperti yang dibuktikan album ini, kenyataannya tidak selalu demikian.

0 Comments:

Posting Komentar

Tinggalkan komentar TERBAIK kalian disini, enjoy the sickness !

Designed by lostinchaos mediazine