Autopsy - Mental Funeral
Peaceville Records CD 1991
01. Twisted Mass of Burnt Decay 02:15
02. In the Grip of Winter 04:09
03. Fleshcrawl 00:35
04. Torn from the Womb 03:19
05. Slaughterday 04:04
06. Dead 03:19
07. Robbing the Grave 04:20
08. Hole in the Head 06:03
09. Destined to Fester 04:34
10. Bonesaw 00:46
11. Dark Crusade 03:54
12. Mental Funeral 00:38
Chris Reifert - Vocals, Drums
Danny Coralles - Guitars
Eric Cutler - Guitars
Steve Cutler - Bass
Di awal 1990-an, banyak band death metal sedang sibuk berevolusi. Ada yang ingin menjadi lebih teknis, lebih progresif, lebih kompleks, atau bahkan terdengar seperti ilmuwan gila yang kebetulan memegang gitar. Sementara itu, Autopsy mengambil arah yang berbeda. Mereka melihat masa depan, mengangkat bahu, lalu kembali menggali kuburan yang lebih dalam. album kedua mereka, " Mental Funeral " (1991), adalah bukti bahwa tidak semua band ingin menjadi lebih pintar. Sebagian hanya ingin menjadi lebih busuk. ketika band-band seperti Death atau Pestilence berusaha melampaui akar brutal mereka menuju wilayah yang belum dipetakan, Autopsy justru memilih jalur sebaliknya. Mereka tidak sedang berevolusi. Mereka sedang mengalami devolusi yang disengaja. Seolah kuburan biasa sudah tidak cukup, Chris Reifert dan kawan-kawan memutuskan untuk membangun kuburan di dalam kuburan. hasilnya adalah salah satu album doom/death metal paling berpengaruh sepanjang masa. Sejak detik pertama, pendengar langsung disambut jeritan mengerikan Chris Reifert yang terdengar seperti seseorang baru saja dibangunkan dari kematian dan tidak senang dengan situasinya. Vokalnya jauh lebih dalam, lebih kotor, dan lebih mengerikan dibanding debut mereka. Pendekatan ini sangat cocok dengan nuansa doom yang mendominasi album.
Lagu-lagu seperti " In the Grip of Winter " dan " Torn from the Womb " memperlihatkan bagaimana Autopsy memadukan teror death metal dengan kesuraman doom yang menyesakkan. Riff-riff lambat bergulir seperti prosesi pemakaman yang tersesat di rawa, sementara drum Reifert menghantam dengan ritme depresif yang nyaris membuat pendengar ikut merasa membusuk. yang menarik, Mental Funeral tidak pernah terdengar membosankan meskipun banyak bergerak dalam tempo lambat. Di balik lumpur, darah, dan aroma mayat yang menjadi identitas album ini, terdapat groove yang kuat dan atmosfer yang sangat hidup. Lagu seperti " Twisted Mass of Burnt Decay ", " Destined to Fester ", dan " Hole in the Head " menunjukkan kemampuan Autopsy menciptakan lagu yang brutal sekaligus sangat mudah dikenali. tentu saja, album ini bukan tanpa cela. Beberapa trek pendek terasa seperti ide yang belum matang. " Bonesaw " berakhir sebelum sempat berkembang. " Fleshcrawl " lebih cocok menjadi pengantar daripada lagu utuh. Bahkan lagu penutup " Mental Funeral " sendiri terasa seperti konsep yang seharusnya dieksplorasi lebih jauh. lalu ada " Dark Crusade ". Lagu yang dipuja sebagian penggemar seolah merupakan wahyu suci death metal. Kenyataannya? Tidak semua orang sepakat. Bagi sebagian pendengar, lagu tersebut hanyalah kumpulan riff biasa yang dibungkus produksi kotor dan reputasi besar. Bukti bahwa bahkan legenda pun memiliki lagu yang dicintai secara misterius oleh penggemarnya. namun satu hal yang tidak bisa dibantah adalah atmosfer album ini. Produksi raw yang saat itu dianggap primitif justru menjadi kekuatan utama. Gitar terdengar seperti gergaji berkarat yang ditemukan di gudang pembunuh berantai, sementara keseluruhan album terasa seperti rekaman yang ditemukan setelah digali dari tanah selama puluhan tahun. secara teknis, banyak album death metal yang lebih canggih. Secara komposisi, mungkin ada karya lain yang lebih sempurna. Tetapi " Mental Funeral " memiliki sesuatu yang jauh lebih sulit diciptakan: identitas. album ini tidak mencoba menjadi modern, pintar, atau revolusioner. Ia hanya ingin terdengar menjijikkan, suram, dan mematikan. Dan ironisnya, justru karena kesederhanaan niat tersebut, Autopsy berhasil menciptakan salah satu mahakarya death metal paling abadi. karena terkadang, jalan menuju keabadian bukanlah melangkah maju. terkadang, cukup menggali lebih dalam.
Salah satu hal paling menarik dari musik Autopsy adalah bahwa banyak kecerdasan dalam komposisinya justru tersembunyi. Ada berbagai permainan ritme, perubahan tempo, dan tanda birama ganjil yang sering kali luput dari perhatian pada pendengaran pertama. Semuanya mengalir begitu alami hingga pendengar lebih sibuk menikmati kebrutalan musiknya daripada menghitung ketukan di kepala, di situlah letak kehebatan mereka. saat banyak band death metal modern memainkan satu bagian 7/8 selama tiga detik, internet langsung beramai-ramai menyematkan label " Progresif ", " Inovatif ", atau bahkan " Jenius ". Seolah-olah matematika dasar yang sedikit dibelokkan sudah cukup untuk mengubah sebuah band menjadi profesor musik ekstrem. Autopsy tidak pernah membutuhkan pengakuan semacam itu. bagi Chris Reifert dan kawan-kawan, perubahan ritme bukan alat pemasaran. Mereka tidak memasukkan pola ganjil agar terdengar lebih pintar dari band lain. Mereka melakukannya karena lagu tersebut membutuhkannya. Sesederhana itu. Tidak ada konferensi pers tentang visi artistik. Tidak ada presentasi PowerPoint mengenai evolusi death metal. Hanya sekelompok musisi yang ingin merekam musik brutal dan kebetulan memiliki insting komposisi yang luar biasa.
Yang membuatnya semakin menarik adalah fakta bahwa kompleksitas tersebut tidak pernah mengganggu kebrutalan inti musik mereka. Semua trik ritmis itu tersembunyi di balik riff-riff kotor, groove menjijikkan, dan atmosfer kuburan terbuka yang menjadi ciri khas Autopsy. Pendengar bisa menikmatinya sebagai ledakan death metal primitif, sementara musisi bisa mengaguminya sebagai karya yang jauh lebih cerdas daripada yang terlihat di permukaan. band-band modern sering kali terdengar seperti ingin pendengar memperhatikan betapa rumitnya musik mereka. Autopsy terdengar seperti tidak peduli apakah pendengar menyadarinya atau tidak dan mungkin itulah perbedaannya. ketika banyak band masa kini menjadikan kompleksitas sebagai tujuan, Autopsy menjadikannya alat. Ketika banyak musisi berusaha terdengar unik, Autopsy hanya berusaha terdengar mengerikan. Hasilnya, tiga dekade kemudian, karya mereka masih dibicarakan sementara banyak album " Progresif " generasi baru sudah terkubur lebih dalam daripada lirik-lirik yang mereka tulis. jadi jika ada pelajaran yang bisa dipetik dari Autopsy, mungkin sederhana saja: musik yang benar-benar hebat tidak perlu terus-menerus memberi tahu pendengarnya bahwa ia hebat.
Home
[CLASSIX MOST WANTED]
[Death Metal]
[Doom Metal]
* Autopsy
#Usa
★ Classic Release Academy ★
1991
Peaceville Records
Autopsy - Mental Funeral CD 1991
Autopsy - Mental Funeral CD 1991
Written by REVIEW LOSTINCHAOS Juni 20, 2026 0
Langganan:
Posting Komentar
(
Atom
)


0 Comments:
Posting Komentar
Tinggalkan komentar TERBAIK kalian disini, enjoy the sickness !