Pyaemia - Cerebral Cereal CD 2001

Pyaemia - Cerebral Cereal
Unique Leader Records CD 2001

01. Gorging on Mucus and Bile 02:45      
02. Cerebral Cereal 03:16      
03. Sugar Spiced Anus 02:38      
04. Impaled on Stakes 04:43      
05. Carried in Proboscis 03:37      
06. Blood Spewed on My Face 02:50      
07. Malodorous Rancidity 02:43      
08. Cranial Blowout 03:03      
9. Everlasting Torture 03:21


Joel - Vocals, Guitars
Anton - Guitars 
Frank - Bass
Robbert - Drums


Jika tahun 1980-an adalah masa ketika death metal baru belajar berdiri dan awal 1990-an adalah saat genre ini mulai berlari kencang mengejar identitasnya sendiri, maka akhir 1990-an hingga awal 2000-an adalah fase ketika semuanya berubah menjadi balapan Formula 1 yang dikemudikan oleh orang-orang yang jelas tidak peduli pada keselamatan. Tidak ada rem. Tidak ada sabuk pengaman. Tidak ada kompromi ! Death metal saat itu sedang mengalami ledakan kreativitas yang hampir mustahil diulang. Suffocation telah membuka pintu. Cryptopsy menghancurkan temboknya. Deeds of Flesh memperluas wilayahnya. Disgorge, Inveracity, Brodequin, Internal Bleeding, Gorgasm dan puluhan nama lainnya berlomba-lomba membawa ekstremitas ke titik yang bahkan tidak terpikirkan satu dekade sebelumnya. namun sejarah sering kali kejam terhadap band-band yang datang terlalu cepat atau terlalu tepat di antara tumpukan nama besar tersebut berdiri sebuah band asal Belanda bernama Pyaemia. Band yang hanya meninggalkan satu album penuh, tetapi berhasil menciptakan salah satu monumen BDM paling mengesankan yang pernah lahir dari Eropa, album itu bernama " Cerebral Cereal ".

Dan dua puluh tahun lebih setelah perilisannya, album ini masih terdengar seperti pukulan palu godam ke wajah. salah satu penyakit kronis brutal death metal modern adalah obsesi berlebihan terhadap kebrutalan semata, semakin lambat breakdown-nya, semakin rendah tuning gitarnya, semakin tidak jelas vokalnya dan semakin "berat" katanya. hasilnya? sering kali terdengar seperti kompetisi siapa yang paling cepat berubah menjadi noise tanpa identitas, Pyaemia memahami sesuatu yang jauh lebih penting, musik brutal harus tetap menjadi musik. di sinilah " Cerebral Cereal " menang telak dibanding banyak penerusnya. album ini brutal, ya sangat brutal ! tetapi kebrutalannya dibangun di atas fondasi riff yang benar-benar memorable, bukan sekadar kumpulan breakdown yang disusun seperti balok Lego rusak karena setiap lagu memiliki identitas sendiri, setiap riff memiliki tujuan, sSetiap pergantian tempo terasa organik dan yang paling penting, pendengar masih bisa mengingat lagu-lagunya setelah album selesai diputar. sebuah konsep yang tampaknya dianggap bid'ah oleh sebagian besar band slam modern. tidak mungkin membicarakan Pyaemia tanpa menyebut Suffocation, pengaruhnya memang ada di mana-mana, Blast beat yang disiplin, Groove yang menggelinding seperti tank, Palm-muted riff yang terdengar seperti mesin penghancur beton, struktur teknikal yang tetap agresif namun berbeda dengan ratusan klon Suffocation lainnya yang bermunculan sepanjang era tersebut, Pyaemia tidak terdengar seperti fotokopi murahan.

Mereka memahami esensi formula tersebut lalu membangunnya menjadi sesuatu yang memiliki wajah sendiri. ada DNA Suffocation di sini, tetapi ada juga kekejaman Eropa yang lebih dingin, lebih klinis, lebih presisi, lebih kejam bahkan ketika memainkan riff teknikal yang rumit, mereka tidak pernah kehilangan insting groove yang menjadi tulang punggung seluruh album dan itulah alasan mengapa " Cerebral Cereal " tetap terdengar segar hingga hari ini. mari bicara soal kekuatan terbesar album ini, riff and sound Gitarnya, karena pada akhirnya BDM hidup atau mati berdasarkan kualitas riff, Joel cs tidak pernah memberi ruang bernapas dari awal hingga akhir, pendengar dipaksa menelan hujan riff tremolo, palm-muted assault, groove mematikan, squealing harmonics, hingga ledakan teknikal yang muncul tanpa peringatan, namun yang luar biasa adalah bagaimana semua itu tetap terasa mudah dicerna, tidak ada masturbasi teknis, tidak ada kompleksitas demi kompleksitas, tidak ada pamer kemampuan yang merusak lagu, mereka bermain cepat karena lagu membutuhkan kecepatan, mereka bermain teknikal karena riff membutuhkan kompleksitas, bukan karena ingin membuktikan sesuatu.

Pendekatan yang sayangnya semakin langka di dunia technical death metal modern. Lagu-lagu seperti " Blood Spewed On My Face" , " Impaled On Stakes ", hingga " Malodorous Rancidity " menunjukkan kemampuan luar biasa dalam menyeimbangkan agresi dan daya ingat setelah satu kali putaran saja, banyak riff masih terus terngiang di kepala dan dalam brutal death metal, itu adalah pencapaian besar. produksi materinya yang Menikam, Bukan Menggilap bikin banyak album BDM terdengar seperti produk laboratorium. " Cerebral Cereal " datang dari era ketika rekaman masih terdengar hidup, produksinya tajam, Kasar, padat, tetapi tidak pernah berantakan. Gitar memiliki crunch yang luar biasa, Bass terdengar jelas sepanjang album dan tidak dikubur seperti korban pembunuhan berantai, Kick drum menghantam keras tanpa berubah menjadi mesin tik otomatis, Snare memiliki pukulan yang tajam dan natural dan semua instrumen terdengar memiliki ruang masing-masing. Ini adalah produksi yang membantu musik terdengar lebih brutal tanpa harus mengorbankan kejelasan, sebuah seni yang ternyata jauh lebih sulit daripada yang dibayangkan banyak produser modern.

Banyak drummer brutal death metal hanya mengenal dua kata: Blast, Blast lagi ! Untungnya Robbert Vrijenhoek (ex-Nocturnal Silence, ex-Buried, ex-Disavowed, ex-Pitchfork) drummer Pyaemia memiliki kosakata yang lebih luas, ya, blast beat mendominasi album ini, tetapi di balik itu terdapat groove, variasi ritme, double bass yang presisi, hingga sentuhan thrash yang membuat lagu-lagu tetap hidup. permainan drumnya bukan sekadar latar belakang, Ia menjadi penggerak utama dinamika album. Ketika tempo melambat, dampaknya terasa, ketika akselerasi datang, ledakannya terasa lebih mematikan, Inilah yang membuat 29 menit album ini terasa seperti perjalanan penuh, bukan sekadar serangan tanpa arah, 29 Menit yang Lebih Bernilai Daripada Banyak Album 50 Menit, Salah satu keputusan terbaik yang dibuat Pyaemia adalah mengetahui kapan harus berhenti. " Cerebral Cereal " hanya berdurasi sekitar 29 menit, Selesai ! Tidak ada filler, tidak ada lagu yang terasa dipaksakan, tidak ada eksperimen membosankan yang merusak momentum. Band mengatakan semua yang ingin mereka katakan, lalu pergi. lebih baik meninggalkan pendengar menginginkan lebih daripada membuat mereka berharap album segera berakhir, Ironisnya, banyak band BDM modern masih belum memahami pelajaran dasar tersebut.

Sayangnya, seperti banyak karya hebat lainnya, " Cerebral Cereal " lahir pada era yang terlalu padat oleh raksasa-raksasa death metal, nama-nama seperti Devourment, Cryptopsy, Disgorge, Internal Bleeding, dan Suffocation menyita hampir seluruh perhatian, akibatnya, album luar biasa ini sering terlupakan dalam diskusi sejarah BDM. padahal jika berbicara tentang keseimbangan antara groove, teknikalitas, brutalitas, produksi, dan kemampuan menulis lagu, Pyaemia layak berdiri sejajar dengan nama-nama tersebut, bahkan dalam beberapa aspek, mereka terdengar lebih fokus, lebih ringkas, lebih efektif. " Cerebral Cereal " adalah bukti bahwa BDM tidak harus memilih antara kebrutalan dan kualitas penulisan lagu, Ia bisa memiliki keduanya. album ini adalah pertemuan sempurna antara intensitas Suffocation, presisi Disavowed, kekejaman brutal death Eropa, dan insting groove yang luar biasa. Dua puluh tahun setelah perilisannya, album ini masih terdengar segar, mematikan, dan relevan, tidak banyak album brutal death metal yang bisa mengklaim hal tersebut, Pyaemia mungkin hanya merilis satu album penuh, tetapi terkadang satu peluru yang tepat sasaran lebih mematikan daripada seribu tembakan yang meleset dan " Cerebral Cereal " adalah salah satu peluru paling akurat yang pernah ditembakkan dalam sejarah BDM.

0 Comments:

Posting Komentar

Tinggalkan komentar TERBAIK kalian disini, enjoy the sickness !

Designed by lostinchaos mediazine