Disinterment - Endless
Sevared Records CD 1997
01. Beyond the Horizon 00:54
02. Away 05:47
03. Endless Is the Sacrifice 04:21
04. Blood of My Veins 05:32
05. Burning Eden 06:09
06. As Envy Bleeds... 03:22
07. Godless Symphony 04:49
08. Another Form of Sorrow 05:11
09. Upon the Darkest Day 05:44
10. Oversoul 06:19
11. Requiem for the Carrion 03:06
12. Essence 03:11
Jason - Bass, Vocals
Ryan - Drums
Kris - Guitars, Vocals
Tommy - Guitars
Chris - Guitars
Ketika orang membicarakan MDM era 90-an, sebagian besar percakapan biasanya berubah menjadi ritual pemujaan tanpa akhir terhadap scene Gothenburg dan seluruh mitologi Swedia yang mengelilinginya. Nama-nama seperti In Flames, Dark Tranquillity, At the Gates, atau Dissection diputar terus seperti doa wajib sebelum tidur bagi generasi MDM lama. Dan memang, tidak ada yang menyangkal dominasi Swedia pada masa itu. Mereka membanjiri dunia dengan rilisan MDM dalam jumlah nyaris absurd. Setiap bulan seolah ada saja band baru dengan harmonisasi gitar dingin, riff melankolis, dan cover album bergaya hutan berkabut. Namun masalahnya, terlalu banyak orang bertingkah seolah MDM hanya lahir dan mati di Skandinavia. Padahal di belahan dunia lain, terutama Amrik, beberapa band mulai menyerap pengaruh Gothenburg lalu memadukannya dengan kekerasan khas death metal Amrik yang jauh lebih brutal dan berat. Dan di antara nama-nama yang sering tenggelam dalam diskusi sejarah itu, Disinterment adalah salah satu yang paling menarik. Berasal dari bagian utara negara bagian New York, Disinterment menghadirkan sesuatu yang terasa sangat aneh untuk masanya. Mereka terdengar seperti hasil tabrakan liar antara MDM Eropa, brutalitas death metal Amrik, dan aura black metal melodis yang masih sangat mentah. Album mereka, " Endless ", bukan sekadar upaya murahan meniru Gothenburg seperti ratusan band lain yang lahir terlambat setelah kesuksesan In Flames mulai mendunia. Ada identitas yang perlahan muncul di balik seluruh kekacauan produksinya. Dan ya, produksi album ini memang mentah. Sangat mentah. Tetapi justru itu bagian dari pesonanya.
Sound " Endless " terdengar mentah dan kasar seperti banyak death metal Amerika akhir 90-an. Gitar-gitarnya penuh distorsi berlebihan sampai beberapa bagian terdengar nyaris pecah. Mixing-nya kadang terlalu keras dan sesak, membuat beberapa detail seperti bertabrakan satu sama lain. Ada bagian yang clipping-nya terasa jelas, seolah engineer rekamannya lebih memilih menghajar level audio sampai merah daripada peduli kejernihan teknis. Namun anehnya, semua kekacauan itu justru membuat album ini terasa hidup. Karena mari jujur saja, terlalu banyak album MDM modern terdengar begitu steril sampai kehilangan seluruh rasa bahayanya. Semua bersih, semua presisi, semua sempurna dan hasil akhirnya terdengar seperti simulasi komputer tentang metal ekstrem, bukan musik yang benar-benar dimainkan manusia. " Endless " mungkin berantakan, tapi ia punya darah. Secara musikal, Disinterment terdengar seperti versi death metal Amerika dari In Flames era awal yang diseret masuk ruang penyiksaan bawah tanah. Mereka menggunakan harmonisasi gitar bergaya heavy metal klasik ala Iron Maiden, tetapi mencampurnya dengan riff black/death melodis yang jelas mengingatkan pada Dissection dan Sacramentum. Lalu semua itu dihantam dengan blast beat dan brutalitas khas death metal Amrik. Hasilnya terdengar seperti perang identitas yang aneh dan justru menarik karena itu.
Di tengah ledakan band cloning Gothenburg yang bermunculan seperti jamur busuk setelah hujan, Disinterment masih punya karakter sendiri. Mereka memang jelas dipengaruhi scene Eropa, tetapi tidak sepenuhnya kehilangan akar brutal death metal Amerika mereka. Ada bobot dan agresi dalam riff mereka yang tidak dimiliki sebagian besar band MDM Swedia. Dan yang menarik, beberapa bagian album ini bahkan terasa seperti proto-gothencore sebelum istilah itu benar-benar populer. Ada nuansa yang nantinya bisa ditemukan pada band-band metalcore melodis awal seperti Darkest Hour, terutama dalam cara Disinterment menggabungkan melodi Gothenburg dengan intensitas hardcore emosional. Tetapi jangan salah paham: ini bukan metalcore. Ini masih death metal. Kasar, liar, dan jauh lebih brutal daripada sebagian besar " MDM modern " yang sekarang terdengar seperti soundtrack olahraga ekstrem untuk iklan sepatu. Bahkan beberapa riff melodis mereka kadang membawa aroma black metal megah yang dingin, sementara sisi brutalnya mengingatkan pada Arghoslent dalam bentuk paling awal dan paling primitif. Dan lalu, entah dari mana, tiba-tiba muncul riff jangly screamo yang terdengar seperti tersesat langsung dari rekaman Saetia. Ya, kedengarannya kacau. Karena memang kacau. Tetapi justru disitulah " Endless " menjadi sangat menarik.
Album ini seperti tabrakan budaya ekstrem akhir 90-an: MDM Eropa, brutal death metal Amerika, black metal melodis, hardcore emosional, bahkan sentuhan screamo underground. Dan anehnya semua itu masih bisa terdengar cukup menyatu. Salah satu elemen paling unik lainnya adalah penggunaan tiga gitaris dalam proses rekaman album ini. Untuk konteks scene MDM Amrik saat itu, ini benar-benar tidak umum. Bahkan bisa dianggap salah satu eksperimen paling ambisius dalam scene underground MDM Amerika kala itu. Lapisan gitar yang dihasilkan membuat album ini terasa penuh dan padat, meski kadang nyaris terlalu penuh karena produksi yang mentah tadi. Drummer mereka juga layak mendapat perhatian khusus. Pendekatannya cukup unik karena mampu menggabungkan permainan death metal brutal dengan teknik snare yang lebih halus dan dinamis. Dan menariknya lagi, drummer ini saat ini bergabung dengan band City of Caterpillar dan mantan drummer Darkest Hours, sesuatu yang masuk akal jika mendengar beberapa nuansa emosional dan eksperimental dalam permainan drumnya di sini. Semua detail ini membuat " Endless " terasa seperti dokumen transisi penting dari era akhir 90-an, masa ketika batas antar subgenre ekstrem mulai saling bocor sebelum industri musik metal akhirnya menyederhanakan semuanya menjadi formula aman demi pasar yang lebih luas.
Dan ironisnya, album ini juga menjadi rilisan CD pertama untuk Sevared Records, label yang nantinya lebih dikenal karena roster BDM mereka. Fakta itu sendiri sudah cukup menarik karena memperlihatkan bahwa bahkan label yang identik dengan kebrutalan murni pun melihat sesuatu yang spesial dalam Disinterment. Sayangnya, seperti banyak band underground berbakat lain, Disinterment tidak pernah benar-benar mendapatkan momentum besar. " Endless " menjadi album pertama sekaligus terakhir mereka. Sebuah artefak tunggal yang sekarang lebih sering ditemukan oleh penggila arsip underground dibanding publik luas. Namun justru itu yang membuat album ini tetap terasa penting. Karena " Endless " bukan sekadar album MDM lain dari akhir 90-an. Ini adalah snapshot mentah dari masa ketika genre tersebut masih liar, belum sepenuhnya dipoles industri, dan masih cukup berani untuk terdengar aneh. Sebuah masa ketika band-band tidak takut memadukan pengaruh berbeda tanpa memikirkan algoritma streaming atau identitas pasar. Dan hari ini, ketika terlalu banyak band MDM terdengar seperti hasil produksi template digital, mendengarkan Disinterment terasa seperti membuka kembali ruang bawah tanah berdebu yang penuh kaset demo, amplifier rusak, dan mimpi-mimpi ekstrem yang belum sempat dijinakkan industri.
Home
[CLASSIX MOST WANTED]
[Melodic Death Metal]
[Melodic Metallic Hardcore]
* Disinterment
#Usa
★ Classic Release Academy ★
1997
Disinterment - Endless CD 1997
Disinterment - Endless CD 1997
Written by REVIEW LOSTINCHAOS Juni 06, 2026 0
Langganan:
Posting Komentar
(
Atom
)


0 Comments:
Posting Komentar
Tinggalkan komentar TERBAIK kalian disini, enjoy the sickness !