Excretion - Voice of Harmony CD 1995



Excretion - Voice of Harmony
Wrong Again Records CD 1995

01. Forever Closed Eyes 03:45      
02. I Am 06:25       
03. Darkness Falls 06:55      
04. That Once Been Given 04:34       
05. Life's Passion Ends 07:13     
06. Those Silent Days 03:48       
07. Suicide Silence 07:27       
08. The Final Part of Sleep 06:26 
09. Voice of Harmony 03:10


Thomas Wahlström - Vocals, Bass
Anders Hanser - Guitars
Stolle Holm - Guitars
Tommy Ottemark - Drums 


Di era ketika MDM modern semakin terdengar seperti produk pabrik dengan formula copypaste, intro atmosferik, verse generik, breakdown aman, chorus emosional murahan, selesai mendengarkan album seperti " Voice of Harmony " milik Excretion terasa seperti menemukan senjata berkarat di reruntuhan perang lama: kasar, berbahaya, tidak sempurna, tetapi nyata. Dan justru karena itulah album ini punya nilai lebih dibanding banyak rilisan MDM steril yang sekarang dipoles terlalu rapi sampai kehilangan seluruh ancamannya. Bagi w pribadi, " Voice of Harmony " adalah salah satu contoh paling murni dari apa yang seharusnya disebut traditional MDM atau " true MDM ", jika ingin menggunakan istilah yang mungkin membuat sebagian fanboy modern tersinggung sambil sibuk memperdebatkan playlist Spotify mereka. Karena album ini datang dari masa ketika MDM masih punya akar kuat pada death metal, bukan sekadar heavy metal modern dengan sedikit growl tempelan. Dan itu langsung terasa sejak menit pertama. Album ini dipenuhi riff melodius yang indah tanpa kehilangan agresinya. Riff-riffnya tajam, solo-solonya megah, dan bagian akustiknya hadir dengan rasa yang tepat tanpa berubah menjadi interlude murahan untuk memberi kesan emosional. Yang paling penting: Excretion memahami bahwa MDM hidup dari keseimbangan antara kekerasan dan melodi. Terlalu brutal dan kalian kehilangan jiwa melodinya. Terlalu melodis dan hasilnya hanya jadi metal radio-friendly yang malu mengakui dirinya pernah punya hubungan darah dengan death metal. Excretion berdiri tepat di tengah dua dunia itu.

Dan salah satu kekuatan terbesar album ini adalah jumlah riff-nya yang luar biasa banyak. Ini mungkin terdengar sepele bagi pendengar biasa, tetapi bagi mereka yang benar-benar memahami penulisan lagu death metal, ini sangat penting. Terlalu banyak band MDM hanya memiliki tiga atau empat riff per lagu, lalu mengulangnya terus sampai pendengar merasa seperti dipaksa mengunyah kardus basah selama lima menit. Excretion tidak pelit ide. Setiap lagu di " Voice of Harmony " terus bergerak. Riff datang silih berganti tanpa terasa dipaksakan. Bahkan setelah puluhan kali diputar, album ini masih terasa hidup karena selalu ada detail kecil yang muncul kembali dari balik lapisan melodi dan agresi mereka. Ini adalah jenis album yang tumbuh bersama pendengarnya, bukan album sekali dengar lalu selesai masuk rak nostalgia. Track terbaiknya tanpa banyak debat adalah " Suicide Silence ". Dan tidak, ini bukan tentang band deathcore modern itu. Ini adalah lagu yang benar-benar menunjukkan seluruh kekuatan Excretion sebagai penulis lagu MDM klasik. Ketegangan dalam komposisinya dibangun dengan sangat baik. Riff pembukanya langsung menghantam, lalu perlahan berkembang menuju solo akhir yang benar-benar megah dan emosional. Solo itu sendiri terdengar seperti ledakan frustrasi dan keputusasaan yang ditahan terlalu lama. Tidak berlebihan secara teknikal, tetapi sangat efektif secara emosional. Dan disinilah banyak gitaris modern gagal memahami esensi solo gitar: kecepatan bukan segalanya. Excretion tahu bagaimana membuat melodi berbicara.

Vokalnya juga menjadi salah satu elemen paling menarik di album ini. Secara teknis? Ya, memang terdengar amatir di beberapa bagian. Ada momen dimana sang vokalis terdengar hampir kehilangan suaranya sendiri, seperti tenggorokannya sedang dihancurkan dari dalam. Tetapi anehnya, justru itu yang membuat album ini terasa begitu tulus dan manusiawi. Karena death metal yang terlalu sempurna sering kali kehilangan rasa sakitnya. Di lagu seperti " Suicide Silence ", suara vokalis yang terdengar retak dan nyaris runtuh justru memperkuat emosi lagu. Ini bukan growl steril hasil editing komputer. Ini terdengar seperti manusia sungguhan yang benar-benar memuntahkan frustrasi hidupnya ke mikrofon. Ada rasa putus asa di sana, dan itu jauh lebih berharga daripada teknik vokal sempurna tanpa jiwa. Lirik-liriknya pun cukup sederhana dan langsung, tetapi lagi-lagi itu justru menjadi kekuatan. Mereka tidak sibuk bermain metafora intelektual murahan demi terlihat puitis. Tema-temanya terasa personal, emosional, dan jujur. Dalam konteks album seperti ini, kesederhanaan justru memperkuat dampaknya. Lagu-lagu lain seperti " Life's Passion Ends ", " The Final Part of Sleep ", dan " That Once Been Given " juga memperlihatkan kemampuan Excretion membangun suasana tanpa kehilangan momentum agresif mereka. " That Once Been Given " mungkin adalah titik awal terbaik bagi pendengar baru karena lagu itu memperlihatkan hampir semua elemen utama band ini: melodi kuat, riff berlapis, atmosfer muram, dan agresi death metal klasik Swedia yang masih mentah dan lapar.

Namun tentu saja album ini bukan tanpa kelemahan. Komposisinya masih terasa mentah di beberapa titik. Ada bagian-bagian yang sebenarnya bisa berkembang lebih jauh atau dibuat lebih fokus. Kadang transisinya terdengar belum sepenuhnya matang. Dan itu memang terasa jelas bahwa Excretion adalah band dengan potensi besar yang mungkin belum sepenuhnya mencapai bentuk final mereka. Tetapi justru disitulah daya tarik " Voice of Harmony ". Album ini terasa seperti dokumen hidup dari sebuah band yang bermain dengan hati, bukan kalkulator industri. Tidak ada kesan mereka sedang mencoba terdengar modern, aman, atau menjual diri ke pasar yang lebih luas. Mereka hanya memainkan MDM dengan cara yang mereka yakini benar. Dan di tengah sejarah panjang MDM Swedia, itu membuat Excretion menjadi sangat menarik. Mereka mungkin tidak pernah mencapai status besar seperti At the Gates, Dark Tranquillity, atau In Flames, tetapi mereka memiliki sesuatu yang bahkan hilang dari banyak band besar tersebut seiring waktu berjalan: rasa lapar dan ketulusan. Ada juga sedikit trivia menarik yang memperlihatkan betapa kaburnya sejarah underground death metal era itu. Dalam buku Swedish Death Metal karya Daniel Ekeroth disebutkan bahwa drummer bernama Seppo Santala pernah bermain dalam lineup terakhir Excretion. Namun pihak band sendiri membantah keras hal itu dan mengaku bahkan tidak mengenal orang dengan nama tersebut. Menurut Excretion, satu-satunya drummer sepanjang keberadaan mereka adalah Tommy Ottemark. Dan jujur saja, kekacauan informasi seperti ini justru bagian dari pesona underground metal lama. Tidak semuanya terdokumentasi rapi. Tidak semuanya punya arsip digital lengkap dan akun media sosial yang sibuk mengoreksi sejarah sendiri. Banyak band hidup singkat, meninggalkan demo dan album yang beredar dari tangan ke tangan seperti artefak terlarang. " Voice of Harmony " adalah salah satu artefak itu. Album ini mungkin tidak sempurna. Bahkan jauh dari sempurna. Tetapi ia memiliki sesuatu yang lebih penting daripada kesempurnaan: identitas, emosi, dan keberanian untuk terdengar mentah. Dan di tengah dunia MDM modern yang terlalu bersih, terlalu aman, dan terlalu sibuk mengejar validasi algoritma, sound mentah seperti Excretion justru terasa semakin berharga dan rare hari ini.

0 Comments:

Posting Komentar

Tinggalkan komentar TERBAIK kalian disini, enjoy the sickness !

Designed by lostinchaos mediazine