Devourment - Pious Impiety
Relapse Records EP 2026
01. Pious Impiety 03:36
02. Mortiferous Dependency 03:53
03. Advanced Stage Decomposition 04:29
Ruben Rosas - Vocals
Marvin Ruiz - Guitars
Dave Spencer - Bass
Brad Fincher - Drums
Setiap beberapa bulan muncul band baru yang mengklaim dirinya paling berat, paling brutal, paling menghancurkan, paling ekstrem, paling " Slam ", paling segalanya. Media sosial dipenuhi cuplikan breakdown 15 detik, produksi digital yang terdengar seperti mesin penghancur beton, dan vokalis yang berlomba-lomba terdengar semakin tidak manusiawi dan tiba-tiba semua orang diingatkan bahwa pencipta bahasa biasanya jauh lebih fasih daripada para penirunya, Devourment ! Ketika berbicara tentang Slam death metal, diskusi tidak pernah bisa jauh dari nama Devourment. Mereka bukan sekadar salah satu band penting dalam genre ini, mereka adalah salah satu alasan mengapa genre ini ada dalam bentuk yang kita kenal hari ini, melalui EP " Pious Impiety ", mereka kembali menunjukkan mengapa status tersebut bukan sekadar romantisme nostalgia para fans lamam ini adalah pernyataan, sebuah deklarasi bahwa setelah lebih dari seperempat abad menghancurkan tengkorak pendengar, Devourment masih mampu terdengar lebih berbahaya dibanding sebagian besar generasi yang lahir dari pengaruh mereka sendiri.
Hal pertama yang membuat " Pious Impiety " terasa spesial adalah kembalinya chemistry yang selama bertahun-tahun dirindukan banyak penggemar, kehadiran Ruben Rosas di posisi vokal berdampingan dengan Brad Fincher bukan sekadar keputusan personel, ini adalah keputusan artistik, sebuah keputusan yang langsung menghubungkan pendengar dengan periode paling berpengaruh dalam sejarah Devourment. Bagi banyak penggemar lama, mendengar Ruben dan Brad kembali bekerja bersama terasa seperti membuka kembali kapsul waktu yang terkubur sejak era " Molesting The Decapitated ", bukan karena mereka mencoba mengulang masa lalu, justru karena mereka memahami esensi yang membuat masa lalu tersebut begitu penting, banyak band veteran ketika mencoba bernostalgia justru terjebak menjadi karikatur dirinya sendiri, Devourment tidak. Mereka mengambil roh lama, lalu memaksanya hidup kembali dalam tubuh yang jauh lebih modern dan matang. Bayangan " Molesting The Decapitated " Yang Masih Menghantui, mari kita hadapi kenyataan. tidak ada rilisan Devourment yang bisa lepas dari bayang-bayang " Molesting The Decapitated ", album tersebut telah berkembang menjadi sesuatu yang lebih besar dari sekadar rekaman, ia telah menjadi monumen, salah satu fondasi utama slam death metal modern, sebuah titik referensi yang hampir mustahil dihindari, menariknya, " Pious Impiety " justru tidak mencoba melarikan diri dari warisan tersebut, sebaliknya, EP ini memeluknya dari detik pertama, aroma era klasik Devourment begitu kuat terasa. Groove yang menghancurkan, Slam yang berat seperti reruntuhan bangunan, Tempo yang bergerak dengan kepercayaan diri khas Devourment dan tentu saja riff-riff yang terdengar seperti dirancang khusus untuk meremukkan tulang rusuk, namun berbeda dengan banyak band yang masih terjebak menyalin formula akhir 1990-an, Devourment memahami bahwa nostalgia tanpa evolusi hanyalah museum dan " Pious Impiety " jelas bukan museum. " Obscene Majesty " masih Hidup Di Dalam Album Ini, yang membuat EP ini semakin menarik adalah bagaimana elemen-elemen dari " Obscene Majesty " tetap terasa sangat dominan, album 2019 tersebut memperlihatkan Devourment yang lebih teknikal, lebih matang, dan lebih berani bereksperimen tanpa kehilangan identitas brutalnya, jejak itu masih ada di sini, bahkan bisa dibilang " Pious Impiety " terdengar seperti titik temu antara dua era besar Devourment, di satu sisi ada jiwa primitif " Molesting The Decapitated ". di sisi lain ada kedewasaan komposisi dari " Obscene Majesty ". dan ketika kedua dunia itu bertabrakan, hasilnya adalah salah satu materi paling menarik yang pernah mereka hasilkan dalam dua dekade terakhir.
Faktor Marvin Ruiz: Senjata Rahasia? Pertanyaan yang tidak bisa dihindari adalah seberapa besar kontribusi Marvin Ruiz terhadap karakter EP ini, bagi fans brutal death metal modern, nama Marvin bukanlah nama sembarangan, jJejaknya tersebar di berbagai proyek seperti Nephilim Grinder, Stabbing, Nephilim Terror, Desecrate the Faith, hingga Sculpting Atrocity, dan memang ada sesuatu dalam riff-riff " Pious Impiety " yang terasa sedikit berbeda dibanding formula klasik Devourment. masih brutal, masih sangat Devourment, tetapi lebih dinamis, lebih teknikal dan lebih hidup. terdapat nuansa modern yang menyelinap tanpa menghilangkan identitas utama band, apakah semua itu hasil sentuhan Marvin? Mungkin, apakah itu satu-satunya faktor? tentu tidak, karena chemistry sebuah album tidak pernah lahir dari satu orang saja. Nama Daniel Schmuck dan Tangan Dingin Di Balik Layar, faktor lain yang tidak boleh diabaikan adalah peran Daniel Schmuck, nama yang mungkin tidak langsung terlihat di permukaan tetapi terasa jelas dalam kualitas akhir materi ini, produksi terdengar masif, setiap instrumen memiliki ruang yang cukup, bass tetap mengaum, Gitar tetap menghancurkan, Drum terdengar modern tanpa kehilangan karakter organiknya dan yang paling penting: Produksi ini berhasil mempertahankan rasa kotor yang selalu menjadi bagian dari DNA Devourment ! Sebuah pencapaian yang jauh lebih sulit daripada yang terlihat, karena banyak band BDM modern terdengar sangat bersih sampai kehilangan ancamannya, Devourment tidak jatuh ke jebakan itu, kebrutalan Sebagai Seni, Bukan Kompetisi, ada satu alasan mengapa " Pious Impiety " terasa lebih efektif dibanding banyak rilisan brutal death metal masa kini.
Devourment tidak sedang berkompetisi, mereka tidak terdengar seperti band yang berusaha menjadi lebih brutal dari semua orang, mereka terdengar seperti band yang tahu persis siapa mereka dan itu membuat semuanya terasa lebih alami, setiap slam memiliki tujuan, setiap breakdown memiliki bobot, setiap perubahan tempo terasa logis, tidak ada bagian yang terdengar dipaksakan demi konten media sosial, tidak ada momen yang terasa dibuat hanya untuk memancing reaksi di Medsos, yang ada hanyalah brutal death metal dalam bentuk paling murni dan percaya diri, justru karena mereka tidak berusaha terlalu keras untuk terdengar brutal, hasil akhirnya menjadi jauh lebih brutal daripada mayoritas kompetitor mereka, salah Satu Rilisan Paling Brutal Dalam Karier Devourment? Pernyataan ini mungkin akan membuat sebagian penggemar lama mengernyit. namun semakin lama mendengarkan " Pious Impiety ", semakin sulit mengabaikan satu fakta: Ini mungkin bukan rilisan paling revolusioner yang pernah dibuat Devourment, tetapi ini adalah salah satu rilisan paling menghancurkan yang pernah mereka hasilkan dan itu mengatakan sesuatu, karena kita sedang berbicara tentang band yang menciptakan " Molesting The Decapitated ". Band yang membantu mendefinisikan ulang standar kebrutalan dalam death metal, band yang selama puluhan tahun menjadi tolok ukur seluruh genre, ketika sebuah EP baru masih mampu membuat pendengar veteran mengangkat alis dan berkata, " Damn, this is more fucking heavy! " maka jelas ada sesuatu yang mereka lakukan dengan benar.
" Pious Impiety " bukan sekadar comeback kecil, bukan sekadar hadiah nostalgia untuk penggemar lama, dan jelas bukan upaya memanfaatkan nama besar masa lalu, ini adalah bukti bahwa Devourment masih memahami seni menciptakan brutalitas yang bermakna. Kembalinya Ruben Rosas dan Brad Fincher menghadirkan kembali roh klasik yang membentuk identitas band, kontribusi Marvin Ruiz membawa perspektif baru tanpa mengorbankan akar musik mereka, produksi Daniel Schmuck memastikan semuanya terdengar modern namun tetap buas, hasil akhirnya adalah EP yang berdiri di antara dua era besar Devourment: keganasan purba " Molesting The Decapitated " dan kedewasaan destruktif " Obscene Majesty ", dan jika masih ada yang bertanya mengapa Devourment tetap dianggap raja slam death metal setelah sekian lama, " Pious Impiety " memberikan jawabannya dengan sangat sederhana: karena para penemu bahasa selalu lebih fasih daripada mereka yang hanya belajar menirukannya. Brutal. Padat, Cerdas, menghancurkan. Sebuah pengingat bahwa ketika Devourment berbicara, sebagian besar dunia Slam death metal masih memilih untuk mendengarkan ! Down with brainless chugging and indecipherable nonsense. Here, we maintain musicality at all times, even at our most intense. Down with random riffs just happening in succession, punctuated by breakdowns until the track ends. Here, we write actual songs, with unconventional structure but within a recognizable musical framework. Down with senseless violence and overt misogyny. Here, we are not afraid of gore, but we are equal opportunity.
Home
(8.5/10)
[Brutal Death Metal]
[Slamming Brutal Death Metal]
* Devourment
#Usa
2026
Relapse Records
Devourment - Pious Impiety EP 2026
Devourment - Pious Impiety EP 2026
Written by REVIEW LOSTINCHAOS Juni 14, 2026 0
Langganan:
Posting Komentar
(
Atom
)


0 Comments:
Posting Komentar
Tinggalkan komentar TERBAIK kalian disini, enjoy the sickness !