As Serenity Fades - Earthborn
Adipocere Records EP 1994
01. Tear-Seas 04:54
02. Yearning (After Them All) 07:38
03. Oriental 01:15
04. Earthborn 03:41
Sami Kotiranta - Vocals
Sami Vainikka - Guitars
Peter Viherkanto - Guitars
Henri Fagerholm - Bass
Tom Henriksson - Drums
Di awal 90-an, Finlandia bukan cuma negeri danau dingin, vodka murah, dan manusia-manusia muram yang tampaknya lahir langsung dari kabut musim dingin sambil mendengarkan demo tape doom metal. Negeri itu juga menjadi laboratorium emosional bagi lahirnya death/doom paling melankolis di Eropa. Saat Inggris melahirkan ratapan kelam ala Paradise Lost dan Anathema, anak-anak Finlandia menyerap semuanya, lalu mencampurnya dengan aroma tanah basah Skandinavia, riff death metal Swedia, dan kesedihan eksistensial khas Utara yang terdengar seperti surat bunuh diri yang ditulis dengan pena beku. Di tengah ledakan itu, kemudian muncullah nama As Serenity Fades. Band yang hari ini nyaris tenggelam dalam kuburan sejarah underground. Tidak dibicarakan sesering Amorphis. Tidak punya status kultus sebesar Tiamat. Tidak pula menjadi bahan nostalgia massal seperti ratusan band MDM yang kemudian berubah menjadi soundtrack depresi anak warnet awal 2000-an. Namun mereka meninggalkan satu peninggalan yang diam-diam jauh lebih menarik daripada yang banyak orang ingat: " Earthborn ". Dan seperti banyak rilisan underground terbaik, album ini baru benar-benar terasa nilainya bertahun-tahun kemudian, ketika hiruk-pikuk tren sudah mati dan orang mulai kembali mendengarkan musik dengan telinga, bukan dengan hype. Karena jujur saja, saat pertama kali mendengar " Earthborn " di pertengahan 90-an, sebagian orang mungkin menganggapnya sekadar rilisan death/doom lain yang tersesat di rak distro Eropa. Tidak cukup brutal untuk fans death metal garis keras. Tidak cukup teatrikal untuk penggemar gothic doom yang mulai tergila-gila keyboard murahan dan vokalis wanita ala opera gotik supermarket. Tetapi justru di situlah kekuatan As Serenity Fades ! Mereka tidak mencoba menjadi megah secara murahan. Mereka tidak mengejar tren female vocals yang waktu itu mulai menjamur seperti jamur lembab di ruang rehearsal bawah tanah. Mereka tidak sibuk menambahkan keyboard sintetis berlebihan hanya supaya terdengar " Atmosferik ". Dan syukurlah mereka cukup waras untuk tidak berubah menjadi parade Gothic metal plastik dengan lirik cinta patah hati dan eyeliner tebal. Sebaliknya, " Earthborn " memilih jalur yang jauh lebih sederhana namun efektif: atmosfer muram, riff melodik, growl kasar, dan komposisi yang bergerak pelan seperti kabut dingin menyelimuti kuburan Nordik.
Musiknya berada di wilayah antara death/doom klasik dan embrio MDM awal. Kadang terdengar seperti persilangan antara debut " The Karelian Isthmus " nya Amorphis dengan EP awal The Crestfallen. Ada juga nuansa Clouds yang sangat terasa dalam penggunaan melodi sederhana namun emosional. Tetapi As Serenity Fades tidak sekadar menjiplak. Mereka punya identitas sendiri: tempo yang sedikit lebih cepat dibanding kebanyakan band death/doom saat itu, riff yang lebih melodik ala Swedia, dan atmosfer yang lebih terbuka dibanding funeral doom tradisional yang biasanya terdengar seperti suara manusia tenggelam di rawa. Produksinya juga layak dipuji besar-besaran. Sound " Earthborn " terdengar berat, alami, dan sangat Skandinavia. Gitar memiliki tekstur tebal dan dingin, drum terdengar hidup, dan keseluruhan mix punya nuansa earthy yang mengingatkan pada era ketika studio rekaman masih menangkap karakter band, bukan mengubah semuanya menjadi template digital steril. Dan yang paling penting: album ini tidak membosankan. Ini penting karena terlalu banyak rilisan death/doom awal 90-an jatuh ke jebakan yang sama, lagu lambat, riff repetitif, atmosfer suram, lalu selesai. Banyak band lupa bahwa kemuraman tanpa dinamika hanyalah obat tidur. As Serenity Fades menghindari jebakan itu.
Meski sebagian besar lagu bergerak dalam tempo slow hingga mid-paced, mereka terus memasukkan variasi riff, perubahan ritme, dan transisi melodik yang menjaga perhatian pendengar tetap hidup. Ada sentuhan akustik kecil di beberapa bagian, cukup untuk memberi napas tanpa berubah menjadi folk metal murahan ala soundtrack tavern RPG. Dan hebatnya lagi, seluruh vokal di album ini tetap berupa growl kasar. Tidak ada clean vocal romantis, Tidak ada duet pria-wanita ala sinetron gotik Eropa, Tidak ada opera palsu. Hanya growl agresif yang menjaga album tetap berpijak kuat di dunia death metal. Track " Yearning (After Them All) " adalah pusat gravitasi EP ini. Delapan menit yang memperlihatkan bagaimana As Serenity Fades sebenarnya punya potensi luar biasa jika mereka diberi kesempatan berkembang lebih jauh. Lagu ini bergerak dari arpeggio akustik sederhana menuju riff melankolis dan hentakan doom yang terasa megah tanpa perlu berpura-pura epik. Ada nuansa Bathory di beberapa bagian stomp ritmisnya, sementara melodinya punya daya tarik emosional yang bahkan bisa mengingatkan pada embrio awal Opeth sebelum band itu benar-benar menemukan bentuk finalnya.
Lalu ada track " Earthborn " sendiri, yang dipenuhi melodi khas Finlandia: sedih, dingin, tetapi tetap indah. Riff-riffnya memiliki kualitas yang sangat mirip era awal Amorphis, sederhana, mudah diingat, tetapi menyimpan aura melankolis yang sulit dijelaskan. Dan justru kesederhanaan itulah yang membuat album ini bertahan. Karena terlalu banyak band mencoba terdengar kompleks dan akhirnya lupa menulis lagu yang punya jiwa. As Serenity Fades mungkin tidak revolusioner. Mereka tidak menciptakan subgenre baru. Mereka tidak meninggalkan diskografi besar. Bahkan mereka nyaris terlupakan sepenuhnya sebelum rilisan ulang vinyl oleh The Crypt Records kembali mengangkat nama mereka dari kuburan arsip underground. Tetapi " Earthborn " tetap penting. Ia adalah potret momen ketika death metal, doom metal, dan MDM masih saling berpadu secara organik sebelum industri mulai memisahkan semuanya ke dalam kotak-kotak genre yang steril dan membosankan. Dan mungkin itulah alasan album ini terasa semakin bagus seiring waktu. Karena di balik semua keterbatasannya, " Earthborn " terdengar jujur. Tidak dibuat untuk tren, Tidak dibuat untuk pasar, Tidak dibuat untuk algoritma. Hanya dibuat oleh sekelompok musisi Finlandia yang tampaknya benar-benar percaya bahwa kesedihan bisa diubah menjadi riff.
Home
[CLASSIX MOST WANTED]
[Melodic Death Metal]
* As Serenity Fades
#Finland
★ Classic Release Academy ★
1994
As Serenity Fades - Earthborn EP 1994
As Serenity Fades - Earthborn EP 1994
Written by REVIEW LOSTINCHAOS Juni 08, 2026 0
Langganan:
Posting Komentar
(
Atom
)



0 Comments:
Posting Komentar
Tinggalkan komentar TERBAIK kalian disini, enjoy the sickness !