Desecration Zine #1 - 2017

Desecration Zine #1 (France) 2017

Ada satu hal yang perlu diluruskan sejak awal: Desecration Zine #1 bukan fanzine yang secara khusus mengulas Progressive Rock, Krautrock, dan Zeuhl. Arsip fanzine Prancis mencatat publikasi ini sebagai dokumentasi skena underground lintas aliran, ditulis dalam bahasa Prancis dan Inggris. Edisi perdananya terbit pada April 2017, disusul edisi kedua pada November tahun yang sama. Di baliknya berdiri dua perempuan penggemar metal, XIII dan HDS sebuah detail yang penting, bukan untuk dijadikan gimmick, melainkan untuk memahami siapa yang membangun ruang dokumentasi ini. Nama Desecration mungkin terdengar seperti judul yang sengaja dipilih untuk memancing citra gelap. Namun, isi edisi pertamanya jauh lebih menarik daripada sekadar permainan nama. Dengan sekitar 50 halaman, zine ini menghadirkan band-band yang memiliki satu benang merah: keterlibatan perempuan dalam formasi dan kepemimpinan musikal mereka. Di antaranya terdapat Leather Leone, Cauchemar, Darkened Nocturn Slaughtercult, Albez Duz, Black Knight, dan Witches. Pilihan tersebut membentuk sudut pandang editorial yang cukup jelas. Leather Leone membawa jejak heavy metal klasik; Cauchemar bergerak dalam tradisi heavy/doom; Darkened Nocturn Slaughtercult berdiri di wilayah black metal yang lebih ekstrem; Albez Duz menekuni atmosfer doom yang gelap; sementara Black Knight dan Witches memperlihatkan sisi lain dari tradisi metal klasik. Dengan demikian, Desecration tidak sedang mengurung diri dalam satu subgenre. Ia justru mempertemukan spektrum musik berbeda melalui satu fokus: band-band yang dipimpin perempuan. Pendekatan ini menarik karena memberi ruang kepada musisi perempuan tanpa harus menjualnya sebagai fenomena eksotis. Dalam sejarah metal, perempuan kerap ditempatkan sebagai catatan kaki, objek visual, atau pengecualian dalam narasi yang terlalu lama didominasi figur laki-laki. Desecration mengambil jalur yang lebih produktif: menjadikan karya dan keberadaan band sebagai pokok pembahasan. Bukan meminta belas kasihan, bukan pula mencari tepuk tangan karena identitas gender. Musik tetap menjadi pusat perhatian sebagaimana seharusnya.

Identitas visual dan proses produksinya juga memiliki cerita tersendiri. Arsip France Metal Museum mencatat bahwa Desecration dikerjakan secara lintas kota: penulisan berlangsung di Paris, Prancis, sementara ilustrasi dan tata letak dikerjakan di Roma, Italia. Publikasi ini ditulis dalam dua bahasa, Prancis dan Inggris, sebuah pilihan yang membuatnya mampu menjangkau pembaca lokal sekaligus komunitas internasional. Sementara itu, klaim mengenai sampul screen-printed, edisi terbatas, serta distribusi melalui Temple of Mystery Records belum dapat saya pastikan dari arsip yang berhasil diverifikasi. Detail tersebut menarik, tetapi tidak layak diperlakukan sebagai fakta hanya karena terdengar meyakinkan. Dalam penulisan sejarah underground, romantisasi sama berbahayanya dengan pengabaian: keduanya membuat dokumen kehilangan ketepatan.Kebingungan identitas mudah terjadi karena nama Desecration juga digunakan publikasi lain, termasuk Bestial Desecration dari Jerman. Namun, keduanya berbeda. Arsip Metal Fanzines Archive mengidentifikasi Desecration dari Prancis sebagai zine berbahasa Prancis-Inggris, format A5, dengan fokus black metal, death metal, dan heavy metal. Arsip tersebut juga mencatat edisi kedua serta materi seperti Obsequiae, Gae Bolg, Darkenhold, dan Chevalier. Ada pula catatan bahwa Desecration berlanjut ke edisi #2 pada November 2017. Ini menunjukkan bahwa edisi perdana bukan proyek sekali terbit yang langsung menghilang setelah memenuhi hasrat koleksi. Setidaknya, publikasi ini memiliki kesinambungan editorial dalam tahun yang sama. 

Desecration Zine #1 adalah dokumentasi underground yang menarik karena keberanian memilih perspektif, bukan karena kemewahan status kultusnya. Lima puluh halaman yang memuat Leather Leone, Cauchemar, Darkened Nocturn Slaughtercult, Albez Duz, Black Knight, dan Witches memberi gambaran tentang keberagaman musik metal yang digerakkan perempuan pada 2017. Format bilingual dan kerja lintas Paris–Roma memperkuat karakter independennya.Tentu, sebuah fanzine tidak otomatis menjadi penting hanya karena dicetak terbatas atau memiliki sampul artistik. Nilainya harus dibuktikan oleh isi, ketajaman pilihan editorial, dan kemampuannya merekam sesuatu yang luput dari perhatian media arus utama. Dalam hal ini, Desecration memiliki alasan yang cukup kuat untuk disimpan dan dibaca kembali.Sebab, underground seharusnya tidak menjadi museum bagi dominasi nama-nama yang itu-itu saja. Ia adalah ruang bagi suara yang belum memperoleh tempat, termasuk suara yang terlalu lama dianggap pinggiran. Desecration tidak sedang meminta izin untuk masuk ke sejarah metal. Ia sedang mencatat bahwa sejarah itu sejak awal memang lebih luas daripada daftar nama yang biasa kita ulang-ulang.

0 Comments:

Posting Komentar

Tinggalkan komentar TERBAIK kalian disini, enjoy the sickness !

Designed by lostinchaos mediazine