Abaddon - Funkin' Murderers CD 1995

Abaddon - Funkin' Murderers
Skull Funk Records CD 1995

01. Skull Funk 02:34       
02. Erasure Head 02:08      
03. Ritual Abuse 03:16     
04. Cancellation of Life 03:08       
05. Transmigration 02:39      
06. Serial-Night-Fever 04:07       
07. Atrocity 02:52       
08. Dream of the Demon 03:17     
09. Feeding 04:20


Robert Pinette - Guitars, Vocals
Winston Jaramillo - Guitars, Vocals
Mike Baca - Bass, Vocals
Todd Wilburn - Drums

 
Di atas kertas, gagasan ini terdengar seperti keputusan buruk yang dibuat setelah terlalu lama berada di ruang latihan: brutal death metal dengan riff menghancurkan, vokal ekstrem, dan double-bass drum, dicampur slap bass bernuansa funk, groove ala era 1970-an, serta lirik berisi celotehan hip-hop yang sengaja provokatif. Resep semacam ini seharusnya melahirkan kecelakaan musikal. Namun, Abaddon band antah-berantah dari New Mexico yang jejak kariernya sulit dilacak justru berhasil mengubah tabrakan tersebut menjadi sesuatu yang aneh, mengganggu, dan sulit dilupakan. Kekuatan rekaman ini terletak pada keberaniannya merusak ekspektasi. Ketika gitar dan drum menghantam dengan brutalitas death metal, bass tiba-tiba mengambil alih dengan permainan slap yang lincah, seolah Bootsy Collins tersesat ke ruang latihan para fans Morbid Angel dan Analblast. Bagian funk dan metal umumnya bergerak secara terpisah, berpindah dengan kontras yang terkadang terasa kasar. Namun, justru pergantian gigi yang mendadak itu menyelamatkan musik dari penyakit kronis sebagian death metal: riff bertubi-tubi yang akhirnya terdengar seperti mesin industri kehilangan pelumas. Abaddon tidak berusaha menyamarkan perbedaan kedua dunia tersebut menjadi perpaduan yang mulus. Mereka membiarkan funk dan death metal saling menyikut, menciptakan ketegangan antara groove yang mengundang gerakan tubuh dan kebrutalan yang ingin menghancurkannya. Hasilnya memang tidak selalu elegan, tetapi siapa pula yang membutuhkan keanggunan ketika tujuan utamanya adalah mengguncang formula sampai baut-bautnya terlepas? Di sini, kejanggalan bukan sekadar bumbu eksperimental; ia menjadi mesin penggerak komposisi.

Meski demikian, keunikan bukan sinonim bagi kesempurnaan. Lirik dengan celotehan seperti " Yo yo muthafucka " terasa sebagai elemen paling problematis. Alih-alih memperkuat karakter musik, bagian-bagian tersebut sesekali mengganggu atmosfer dan membuat eksperimen ini terdengar seperti lelucon internal yang terlalu lama dipertahankan. Provokasi memang bisa menjadi senjata, tetapi tanpa kecerdasan atau konteks yang kuat, ia mudah berubah menjadi kebisingan verbal yang melelahkan. Abaddon jauh lebih menarik ketika membiarkan instrumen mereka berbicara daripada ketika memaksakan persona verbal yang terasa kekanak-kanakan. Rekaman ini juga memperoleh keuntungan dari durasinya yang kurang dari 30 menit. Tidak ada ruang berlebihan untuk mengubah eksperimen menjadi repetisi, apalagi memperpanjang lelucon sampai kehilangan daya kejut. Seluruh materi terasa seperti pernyataan singkat dari band yang memilih mengambil risiko ketimbang mengikuti jalur aman. Dalam dunia death metal yang dipenuhi kelompok-kelompok peniru, keberanian untuk terdengar berbeda terkadang lebih berharga daripada kesempurnaan teknis yang steril. Menurut informasi kredit rekamannya, seluruh musik dan lirik digubah serta diaransemen oleh Abaddon. Sampulnya dikerjakan David Gould pada 1995, sementara seluruh lagu direkam oleh " Kirby " di Time Capsule Studios, Denver, Colorado. Produksi dan rekayasa suara ditangani Kirby bersama Abaddon, dengan proses rekaman, mixing, dan mastering diselesaikan hanya dalam empat hari. Informasi ini memberikan gambaran tentang proses kerja yang singkat dan terfokus, meskipun tidak dengan sendirinya membuktikan bahwa keterbatasan waktu tersebut menjadi penyebab karakter musiknya.

Daya tarik Abaddon justru terletak pada sesuatu yang tidak dapat dibeli melalui produksi mahal atau katalog riff yang semakin teknis: identitas yang sulit ditukar dengan milik band lain. Rekaman ini mungkin tidak akan memuaskan pendengar yang menginginkan death metal murni tanpa gangguan. Namun, bagi mereka yang telinganya mulai kebal terhadap formula brutalitas yang terus direproduksi, benturan antara slap bass, funk, dan ekstremitas metal menawarkan penyegaran yang tidak lazim. Pada akhirnya, Abaddon bukan eksperimen tanpa cacat. Liriknya bisa terasa menjengkelkan, transisi antargaya kadang kasar, dan pendekatan mereka tidak selalu berhasil menyatukan seluruh elemen menjadi satu bahasa musikal yang koheren. Tetapi kegagalan kecil itu tidak menghapus pencapaian utamanya: membuat sesuatu yang ganjil terdengar masuk akal tanpa kehilangan keganjilannya. Putusan akhir: Abaddon adalah anomali yang layak ditemukan Kembali sebuah rekaman yang lebih menarik daripada sekadar menjadi kloningan lain dari formula death metal yang sudah mapan. Di tengah genre yang sering menganggap semakin brutal berarti semakin baik, mereka mengajukan pertanyaan berbeda: bagaimana jika kebrutalan justru menjadi lebih efektif ketika disela oleh sesuatu yang sama sekali tidak semestinya berada di sana? Jawabannya tidak selalu indah, tetapi setidaknya tidak membosankan dan dalam kuburan penuh riff seragam, itu sudah merupakan bentuk perlawanan tersendiri.

0 Comments:

Posting Komentar

Tinggalkan komentar TERBAIK kalian disini, enjoy the sickness !

Designed by lostinchaos mediazine