Unanimated - Ancient God of Evil
No Fashion Records CD 1995
01. Life Demise 04:01
02. Eye of the Greyhound 04:31
03. Oceans of Time 05:55
04. Dead Calm 04:01
05. Mireille 02:39
06. The Depths of a Black Sea 03:55
07. Ruins 03:57
08. Dying Emotions Domain 04:47
09. Die Alone 05:23
Micke Jansson - Vocals
Jonas Mellberg - Guitars
Johan Bohlin - Guitars
Rickard Daemon - Bass
Peter Stjärnvind - Drums
Di kuburan besar bernama MDM Swedia era 90-an, ada terlalu banyak tulang belulang band bagus yang terkubur tanpa nisan layak. Semua orang sibuk memuja nama-nama raksasa seperti At the Gates, In Flames, atau Dark Tranquillity, sementara lusinan band lain yang sebenarnya punya kualitas tidak kalah ganas perlahan tenggelam seperti mayat di rawa Nordik. Salah satu korban paling menarik dari tragedi oversaturasi itu adalah Unanimated. Dan di antara seluruh katalog mereka, " Ancient God of Evil " berdiri seperti altar batu penuh lilin hitam: dihormati oleh kultus kecil penggemar setia, tetapi tidak pernah benar-benar mencapai status mahakarya universal sebagaimana layaknya. Ironis? Sangat ! Karena jika dilihat dari silsilah personelnya saja, Unanimated seharusnya punya cukup amunisi untuk menjadi salah satu nama terbesar dalam ledakan MDM Skandinavia. Ada koneksi dengan Entombed, Dismember, sampai Therion. Ini bukan kumpulan anak kemarin sore yang baru belajar tremolo picking sambil minum bir murah di ruang latihan lembab. Mereka datang dari rahim scene death metal Swedia yang saat itu sedang mendominasi dunia ekstrem metal dengan tangan besi penuh distorsi HM-2. Formasi pada album ke-2 ini adalah Vocalis Micke Jansson (Born for Burning, Contempt of the Light, Daemonium Regni, Massive Destruction, ex-Celestial Pain, The 13th Passenger, ex-Damnation, ex-Harms Way), Gitaris Jonas Mellberg (ex-Azrael, ex-Therion), Gitaris Johan Bohlin (ex-Desultory, ex-Zebulon), Bassis Rickard Daemon (Dismember, Murder Squad, ex-Born of Fire, ex-Damnation, ex-Rape Pillage and Burn, ex-General Surgery, ex-Satyricon (live), ex-Carbonized, ex-Obscuratum) dan Drummer Peter Stjärnvind (Funeral Grave, Merciless, Murder Squad, ex-Born of Fire, ex-Damnation, ex-Serpent Omega, ex-VOJD, ex-Krux, ex-Black Trip, ex-Entombed, ex-Pest, ex-Nifelheim, ex-Face Down, ex-Regurgitate, ex-Loud Pipes, ex-Mörbit) pengalaman musikal mereka jelas ga maen maen buat di handle oleh Dan Swanö di studionya Unisound Studios !
Tetapi nasib musik tidak pernah adil. Kadang kualitas kalah oleh momentum. Kadang album bagus terkubur hanya karena terlalu banyak album bagus lain lahir di tahun yang sama. Dan " Ancient God of Evil " adalah contoh textbook tentang bagaimana sebuah rilisan solid bisa lenyap di tengah perang perhatian publik yang brutal. Album ini dirilis oleh No Fashion Records pada tahun 1995, masa ketika MDM sedang berubah dari gerakan underground menjadi epidemi global. Semua orang tiba-tiba ingin terdengar " Melodik tapi tetap brutal. " Semua label berlomba mencari band dengan twin guitar harmonies dan growl yang cukup galak untuk terdengar ekstrem tetapi cukup catchy untuk dijual ke pasar lebih luas. Akibatnya, pasar dibanjiri rilisan yang sebagian besar terdengar seperti salinan fotokopi dari " The Jester Race " atau " Slaughter of the Soul ". Namun Unanimated punya satu kelebihan besar: mereka tidak terdengar seperti pengekor murahan. Pengaruh Dissection memang terasa kental di sini. Atmosfer gelap, aura satanik, riff melodik yang terdengar seperti salju berdarah di bawah cahaya bulan, semuanya ada. Begitu pula sentuhan agresi ala At the Gates. Tetapi Unanimated tetap mempertahankan identitas death metal yang lebih gelap dan lebih beracun dibanding banyak band Gothenburg yang mulai terdengar seperti Iron Maiden versi down-tuned untuk generasi jaket denim tambal patch. Dan di sinilah letak kekuatan utama " Ancient God of Evil ".
Album ini memahami bahwa melodik tidak harus berarti cerah atau heroik. Banyak MDM kala itu mulai terjebak memainkan harmoni gitar yang terdengar terlalu optimistis, terlalu bersih, terlalu aman. Unanimated justru melakukan sebaliknya. Melodi mereka terdengar jahat. Benar-benar jahat. Seolah setiap not dirancang untuk menghidupkan kembali aroma kuburan basah dan ritual Luciferian di hutan pinus Swedia. Dengar saja pembukaan " Ruins ". Lagu itu dimulai dengan melodi sintetis yang terasa mistis dan mengerikan sekaligus indah, seperti soundtrack kastil tua yang baru saja dibakar penyihir. Lalu tiba-tiba semuanya meledak menjadi serangan riff sederhana namun efektif yang menghantam tanpa ampun. Tidak teknikal berlebihan. Tidak masturbasi fretboard. Hanya agresi dingin yang diarahkan dengan presisi. Dan itu sesuatu yang sering dilupakan orang ketika membahas album ini: kekuatan " Ancient God of Evil " bukan pada kompleksitasnya, tetapi pada atmosfernya. Gitar mereka punya tone tajam dan asam yang nyaris mengiris telinga. Twin guitars-nya terdengar seperti dua bilah pisau karatan saling bergesekan di ruang bawah tanah gereja terbengkalai. Ketika dipadukan dengan vokal bernuansa black metal yang kasar dan menusuk, hasilnya jauh lebih menyeramkan dibanding gelombang band melodic death yang mulai sibuk mengejar formula " Melodi = Aksesibilitas ".
Untungnya, Unanimated juga cukup pintar untuk tidak tenggelam sepenuhnya dalam kecepatan dan agresi. Mereka memberi ruang bagi atmosfer berkembang. Acoustic passages dan interlude melankolis di beberapa lagu memberi kedalaman emosional yang banyak rival mereka tidak miliki. " Mireille ", misalnya, adalah instrumental tenang yang terasa seperti jeda napas sebelum perang berikutnya dimulai. Petikan akustiknya mengalir alami sebelum gitar elektrik masuk perlahan seperti kabut musim dingin. Namun mari jujur juga: inilah bagian yang membuat " Ancient God of Evil " sekaligus hebat dan sedikit mengecewakan. Karena meskipun album ini sangat kompeten, sangat rapi, sangat atmosferik, tidak semua riff-nya benar-benar menempel di otak. Banyak bagian terdengar keren saat diputar, tetapi tidak cukup kuat untuk terus menghantui ingatan beberapa jam kemudian. Dan di era ketika " Elegy " atau " The Jester Race " melepaskan riff-riff yang terasa seperti ukiran permanen di otak generasi metalhead, Unanimated terkadang terdengar sedikit terlalu lewat begitu saja. Bukan berarti buruk. Sama sekali tidak. Justru ini album yang sangat enak diputar ulang. Produksinya masih terdengar bagus bahkan hari ini. Atmosfernya tetap kuat. Aura gelapnya tetap hidup. Tetapi ada perbedaan besar antara album yang nikmat didengar dan album yang mengubah hidup. " Ancient God of Evil " lebih dekat ke kategori pertama.
Meski demikian, ada sesuatu yang patut dihormati dari Unanimated: mereka tidak pernah benar-benar menjual diri. Ketika banyak band sezaman mulai melunak, memasukkan clean vocal murahan, keyboard berlebihan, atau mengejar pasar Gothic metal yang lebih aman secara komersial, Unanimated tetap setia pada identitas mereka. Mereka tidak berubah menjadi versi mall-friendly dari diri mereka sendiri. Akibatnya, mereka mungkin gagal menjadi besar. Tetapi mereka juga terhindar dari nasib memalukan yang menimpa banyak band 90-an yang akhirnya terdengar seperti soundtrack klub industrial murahan dengan rambut dicat hitam dan eyeliner belepotan. Dan mungkin justru karena itu " Ancient God of Evil " tetap memiliki cult following yang sangat loyal sampai hari ini. Karena album ini mewakili sesuatu yang mulai langka: MDM yang masih terdengar berbahaya. Musik yang tetap punya akar kematian dan kegelapan, bukan sekadar heavy metal melodik dengan growl tempelan. Bahkan ketika dibandingkan dengan karya comeback mereka, " In the Light of Darkness ", yang dalam banyak aspek terasa lebih matang dan lebih fokus, " Ancient God of Evil " tetap punya pesona unik sebagai kapsul waktu dari era ketika MDM masih liar, masih eksperimental, dan belum berubah menjadi jalur produksi massal festival metal modern. Judul albumnya sendiri mungkin sedikit menyesatkan. Tidak ada dewa kuno maha dahsyat yang benar-benar bangkit di sini. Yang ada justru sekumpulan musisi Swedia berbakat yang berhasil menciptakan soundtrack sempurna untuk malam musim dingin penuh kabut, gereja terbakar, dan mimpi buruk paganistik. Dan terkadang, itu sudah lebih dari cukup.
Home
[CLASSIX MOST WANTED]
[Melodic Death Metal]
* Unanimated
#Sweden
★ Classic Release Academy ★
1995
No Fashion Records
Unanimated - Ancient God of Evil CD 1995
Unanimated - Ancient God of Evil CD 1995
Written by REVIEW LOSTINCHAOS Juni 07, 2026 0
Langganan:
Posting Komentar
(
Atom
)



0 Comments:
Posting Komentar
Tinggalkan komentar TERBAIK kalian disini, enjoy the sickness !