Putrilage - Devouring the Gutted
Forever Underground Records CD 2002
01. Devouring the Gutted 03:10
02. Defleshed and Decapitated 03:28
03. Until She's Dead 03:32
04. Facial Bowel Release 03:02
05. Vomit Lubrication 03:09
06. Gourmet of Vaginal Haemorrhaging 02:54
07. Gorenography 02:46
08. Feasting on Scabs 03:16
09. Hack, Slash, Cut, You Bleed 03:01
10. Crumbled Genitals 02:34
11. The Art of Flesh 04:09
Aaron Mendiola - Vocals
Llamar Vasquez - Guitars
Anthony Guerrero - Guitars
Chris Herrera - Bass
Chris Salazar - Drums
Genre ini sejak awal memang lahir bukan untuk menemukan kembali musik ekstrem, melainkan untuk menyempurnakan kekejaman yang telah diwariskan para pendahulunya. dan jika ada album yang menjadi bukti bahwa formula lama masih bisa terdengar mematikan tanpa perlu berpura-pura menjadi revolusioner, maka " Devouring the Gutted " milik Putrilage adalah salah satu contoh terbaiknya. mari kita luruskan satu hal terlebih dahulu. Putrilage bukanlah band yang datang membawa manifesto baru bagi BDM. Mereka tidak menawarkan inovasi yang akan mengubah wajah genre. Tidak ada eksperimen progresif. Tidak ada elemen avant-garde yang memaksa pendengar berpikir keras. Tidak ada upaya menjadi " masa depan death metal ". Yang mereka lakukan justru jauh lebih sederhana dan ironisnya jauh lebih sulit: memainkan BDM dengan kualitas nyaris sempurna. album ini terdengar seperti bangkai yang dibiarkan membusuk di rawa selama berbulan-bulan lalu direkam menggunakan mikrofon yang dilumuri darah dan lumpur. Produksinya sangat tebal, kotor, berlendir, dan menjijikkan dalam arti terbaik yang bisa diharapkan seorang fans BDM. Setiap riff muncul seperti hantaman palu godam berkarat yang menghancurkan tulang rusuk, sementara keseluruhan sound terasa terkubur di bawah lapisan lumpur pekat yang justru memperkuat identitas album, dan di sinilah letak paradoks Putrilage, mereka sangat generik, namun mereka juga sangat adiktif. banyak band BDM terdengar seperti salinan buruk dari band-band besar era 90-an. Putrilage jelas mengambil inspirasi masif dari era klasik death metal Amerika. Pengaruh awal dari Cannibal Corpse, Broken Hope, Suffocation, hingga nuansa barbarik khas Incantation begitu terasa di hampir seluruh album, bahkan terkadang kemiripan tersebut nyaris menggelikan.
Vokalnya sering terdengar seperti penghormatan total terhadap mendiang Joe Ptacek. Beberapa bagian riff bahkan terasa begitu dekat dengan atmosfer Bowels of Repugnance sehingga hampir memasuki wilayah imitasi. Tetapi anehnya, semua itu tidak pernah benar-benar menjadi masalah. mengapa? karena Putrilage memahami sesuatu yang sering dilupakan banyak band BDM modern: lagu yang bagus tetap lebih penting daripada sekadar kebrutalan, kesalahan terbesar banyak band BDM adalah menganggap berat identik dengan kualitas. akibatnya lahirlah album-album yang terdengar seperti truk semen terbalik di jalan tol selama empat puluh menit tanpa arah yang jelas. Berat? Ya. Menarik? Belum tentu, Putrilage menghindari jebakan tersebut dengan sangat baik, lagu-lagu seperti " Until She's Dead " memperlihatkan kemampuan komposisi yang jauh lebih matang dibandingkan mayoritas kompetitor mereka. Struktur lagu dibangun dengan logika yang jelas. Setiap bagian memiliki tujuan. Setiap riff memiliki fungsi. album ini tidak pernah terjebak terlalu lama dalam satu tempo. Pergerakan antara bagian cepat dan lambat terjadi secara alami tanpa kehilangan momentum. Pendengar tidak pernah merasa tersesat di tengah labirin blast beat yang tidak berujung, bagi sebagian orang, pendekatan ini mungkin terlihat sederhana, namun kesederhanaan bukanlah kebodohan. di balik groove-groove primitif tersebut tersimpan sejumlah detail teknikal yang cukup cerdas. Banyak riff mengandung lapisan kompleksitas yang tidak langsung terlihat pada pendengaran pertama. Mereka tidak memamerkan teknik demi teknik seperti atlet yang haus validasi. Sebaliknya, teknikalitas digunakan sebagai bumbu yang memperkaya kekejaman lagu, hasilnya jauh lebih efektif.
Jika songwriting adalah tulang punggung album ini, maka produksinya adalah darah yang mengalir di seluruh tubuh. sering kali musik sebrutal ini gagal karena produksi tidak mampu menampung intensitas materi yang dimainkan. Terlalu bersih dan kehilangan kekejaman. Terlalu kotor dan berubah menjadi bubur sonik yang tidak terbaca, Putrilage berjalan tepat di garis tipis tersebut, produksi " Devouring the Gutted " memiliki berat yang sempurna. Heavy, Raw, Dirty and Organic. Namun tetap cukup jelas untuk membiarkan setiap instrumen bernapas, inilah jenis produksi yang tidak sekadar merekam musik, produksi ini menjadi bagian dari musik itu sendiri, tanpa karakter suara yang begitu berlumpur dan berbau bangkai ini, banyak riff luar biasa dalam album kemungkinan akan kehilangan sebagian besar daya pukulnya. Sebaliknya, kualitas produksi justru memperbesar agresi, mempertebal atmosfer, dan memperkuat daya tarik setiap hook yang tersembunyi di balik lapisan kebrutalan, ketika Cannibal Corpse Bertemu Incantation Di Ruang Penyiksaan, Salah satu aspek paling menarik dari album ini adalah bagaimana Putrilage berhasil menggabungkan dua pendekatan yang secara teori tidak selalu mudah dipadukan. di satu sisi terdapat riffing liar khas awal Cannibal Corpse yang cepat, agresif, dan penuh energi, di sisi lain terdapat aroma busuk ala Incantation yang kental, gelap, dan menjijikkan. bayangkan jika Incantation memutuskan memainkan BDM tanpa kehilangan aura kuburan mereka, kurang lebih seperti itulah hasilnya, lagu-lagu seperti " Facial Bowel Release " dan " Vomit Lubrication " menjadi representasi sempurna dari pendekatan tersebut. Keduanya menghadirkan riff-riff yang begitu menjijikkan secara sonik namun tetap memiliki groove yang memancing kepala untuk terus mengangguk.
Dan itu bukan pencapaian kecil, banyak band bisa terdengar brutal, sedikit band yang bisa terdengar brutal sekaligus memorable, menariknya, album ini tidak kehilangan tenaga di pertengahan durasi sebagaimana penyakit kronis yang sering menghantui BDM. sebaliknya, album justru semakin kuat menjelang akhir. kombinasi " Gourmet of Vaginal Haemorrhaging " dan " Gorenography " menjadi salah satu momen paling memuaskan dalam keseluruhan perjalanan album. Judulnya mungkin terdengar seperti hasil brainstorming sekelompok psikopat yang baru saja menemukan kamus medis, tetapi kualitas musiknya sama sekali bukan lelucon, kemudian semuanya ditutup oleh " Hack, Slash, Cut, You Bleed ", lagu dengan judul yang mungkin terlalu panjang untuk ukuran BDM tetapi cukup ganas untuk membungkam kritik tersebut. bagian akhir lagu ini berubah menjadi ledakan blast beat tanpa ampun yang membuat pendengar berharap lagu berlangsung lebih lama. Dan ketika sebuah lagu BDM membuat kalian berharap durasinya bertambah, itu biasanya pertanda bahwa band tersebut melakukan sesuatu dengan benar.
Tidak Orisinal, tetapi terlalu bagus untuk diabaikan, secara filosofis, " Devouring the Gutted " mengingatkan kita bahwa seni tidak selalu harus menemukan jalan baru untuk menjadi hebat. terkadang kesempurnaan lahir bukan dari inovasi, melainkan dari eksekusi. Putrilage mungkin tidak menciptakan identitas baru bagi BDM. Mereka tidak mendefinisikan ulang genre. Mereka tidak menulis babak baru dalam sejarah musik ekstrem, yang mereka lakukan hanyalah mengambil seluruh elemen terbaik dari era golden USDM, mengasahnya hingga tajam, lalu menghantamkannya tepat ke wajah pendengar tanpa belas kasihan. Riff-riff yang menghancurkan, vokal yang busuk dan berwibawa, drumming yang solid, produksi yang berlendir dan songwriting yang cerdas. seluruh elemen tersebut menyatu menjadi satu monster yang lapar darah dan nyaris mustahil untuk berhenti diputar ulang. " Devouring the Gutted " adalah bukti bahwa BDM tidak perlu menjadi rumit untuk menjadi luar biasa. Kadang-kadang yang dibutuhkan hanyalah lagu-lagu hebat, produksi yang sempurna, dan keberanian untuk menghancurkan tengkorak pendengar selama tiga puluh menit tanpa meminta maaf. bagi fans diehard BDM klasik Amerika, terutama era awal Cannibal Corpse, Broken Hope, dan Suffocation, album ini bukan sekadar rekomendasi, Ini adalah kewajiban !
Home
[Brutal Death Metal]
* Putrilage
#Usa
2002
Forever Underground Records
Putrilage - Devouring the Gutted CD 2002
Putrilage - Devouring the Gutted CD 2002
Written by REVIEW LOSTINCHAOS Juni 16, 2026 0
Langganan:
Posting Komentar
(
Atom
)


0 Comments:
Posting Komentar
Tinggalkan komentar TERBAIK kalian disini, enjoy the sickness !