Necrocide - Vomit Forth Blood
Corpse Gristle Records CD 2013
01. Vomit Forth Blood 04:50
02. Abhorrent Defilement 02:50
03. Resurrector of Darkness 03:37
04. Stripped of Flesh 03:27
Billy Earnhart - Bass, Vocals
Kelly Shaw - Guitars
D. Braxton Henry - Guitars
Brad Fincher - Drums
Sejarah sering kali ditulis oleh band yang berhasil menjadi besar. Akibatnya, banyak nama penting yang tertinggal di pinggir jalan, terlupakan oleh waktu, meskipun kontribusinya terhadap perkembangan genre sebenarnya tidak bisa dianggap sepele. Salah satu contohnya adalah Necrocide. berasal dari Texas, band ini eksis terlalu singkat di pertengahan 1990-an. Dalam rentang waktu yang pendek, mereka hanya sempat merilis tiga demo antara tahun 1994 hingga 1996 sebelum akhirnya menghilang ke dalam kuburan kolektif skena underground. Tidak ada kontrak besar, tidak ada tur internasional, dan tentu saja tidak ada status legenda pada saat itu. namun sejarah memiliki cara yang aneh untuk memberi penghargaan secara terlambat, nama Necrocide menjadi menarik kembali ketika orang menyadari bahwa dua anggotanya, drummer Brad Fincher dan gitaris D. Braxton Henry, kelak akan menjadi bagian penting dalam pembentukan salah satu nama terbesar dalam sejarah slam death metal, yakni Devourment ! mendadak, demo kedua mereka, " Vomit Forth Blood " (1995), berubah dari sekadar kaset underground menjadi artefak sejarah. Salah satu hal paling menarik dari " Vomit Forth Blood " bukanlah kualitas musiknya, melainkan kapan demo ini dirilis, menurut dokumentasi rilisan fisiknya, demo ini muncul pada musim gugur 1995, hampir bersamaan dengan debut monumental Internal Bleeding melalui album " Voracious Contempt ".
Fakta kecil ini cukup menarik karena selama bertahun-tahun Internal Bleeding sering dianggap sebagai "penemu" slam death metal, ternyata, seperti banyak kisah dalam dunia metal, kenyataannya sedikit lebih rumit. Necrocide mungkin tidak menemukan slam. Mereka juga tidak menyempurnakannya. Tetapi mereka jelas merupakan bagian dari gelombang awal musisi yang sedang mengarah ke sana pada saat hampir semua orang masih sibuk memainkan BDM konvensional. dengan kata lain, sebelum slam menjadi subgenre penuh yang dipenuhi breakdown lambat dan kompetisi siapa paling berat, Necrocide sudah mengendus aroma bangkai tersebut dari kejauhan, brutal? Ya. Kreatif? Tidak Selalu. jika seseorang datang mencari mahakarya death metal yang terlupakan, " Vomit Forth Blood " bukan jawabannya. sebagian besar materi di sini sangat sederhana. vokalnya hanyalah growl kasar tanpa variasi berarti. Tidak ada permainan karakter, tidak ada perubahan teknik, tidak ada usaha menjadi unik. Sang vokalis terdengar seperti seseorang yang menghabiskan lima belas menit penuh untuk batuk ke mikrofon sambil marah kepada dunia, anehnya, itu justru cukup efektif. gitar pun bergerak di jalur yang sama. Chug demi chug. Riff demi riff. Sesekali tremolo picking muncul untuk memberi sedikit variasi sebelum semuanya kembali menghantam dengan pendekatan paling primitif yang mungkin. tidak banyak yang benar-benar revolusioner. namun tone gitarnya patut mendapat pujian. Kotor, tebal, dan berbau ruang latihan yang ventilasinya tidak pernah dibuka sejak era Reagan, Bass memang terdengar, tetapi perannya lebih mirip penumpang yang ikut dalam perjalanan daripada pengemudi yang menentukan arah.
Jika ada alasan utama untuk mendengarkan demo ini, namanya adalah Brad Fincher, tanpa berlebihan, permainan drumnya adalah alasan mengapa Vomit Forth Blood masih dibicarakan hingga hari ini, di tengah vokal yang monoton dan riff yang sering berjalan di tempat, Brad terdengar seperti satu-satunya orang di ruangan yang memiliki rencana. permainan blast beat-nya solid, transisi ritmenya kreatif, dan fill-fill yang ia lemparkan hampir selalu menarik perhatian. Bahkan ketika lagu-lagu mulai terdengar repetitif, drumnya tetap bergerak aktif menjaga energi tetap hidup. yang menarik adalah bagaimana beberapa elemen permainan Brad nantinya berkembang lebih jauh saat ia bergabung dengan Devourment, penggunaan ride cymbal yang efektif, groove yang berat, dan pendekatan ritmis yang mulai mengarah pada DNA slam sudah mulai terlihat di sini. jika anggota lain terdengar seperti sedang merekam demo death metal biasa, Brad terdengar seperti sudah mengetahui masa depan dan masa depan itu bernama Devourment.
Sebuah Artefak, Bukan Mahakarya, masalah terbesar " Vomit Forth Blood " adalah kenyataan bahwa status historisnya jauh lebih menarik daripada musiknya sendiri, kalimat ini terdengar kejam, tetapi sulit dibantah, sebagai karya brutal death metal tahun 1995, demo ini cukup kompeten. sebagai pengalaman mendengarkan, ada puluhan rilisan lain dari era yang sama yang jauh lebih berkesan, namun sebagai dokumen sejarah? ceritanya berbeda. demo ini memberi gambaran mengenai masa ketika brutal death metal Amerika sedang berevolusi menjadi sesuatu yang lebih berat, lebih lambat, dan lebih menghancurkan. Sebuah periode transisi sebelum slam death metal benar-benar menemukan bentuk akhirnya dan untuk penggemar garis keras genre ini, hal tersebut memiliki nilai tersendiri. " Vomit Forth Blood " bukan rilisan wajib. Ia bukan mahakarya yang terlupakan. Ia juga bukan album yang akan mengubah hidup pendengarnya. namun demo ini menawarkan sesuatu yang kadang lebih menarik daripada kualitas musik itu sendiri: konteks sejarah. Necrocide memperlihatkan bagaimana akar slam death metal sebenarnya tumbuh dari banyak arah sekaligus, bukan hanya dari satu band yang kemudian mendapatkan semua pujian dalam buku sejarah. mungkin itulah nasib sebagian besar band underground, mereka menggali fondasi, menuang semen, dan membangun struktur awal. Lalu ketika gedungnya berdiri megah, orang lain yang mendapat foto di sampul majalah, Necrocide tidak pernah menjadi legenda, tetapi tanpa band-band seperti mereka, mungkin beberapa legenda tidak akan pernah ada dan terkadang, itu jauh lebih menarik daripada sekadar menjadi terkenal.
Home
[Brutal Death Metal]
[Slamming Brutal Death Metal]
* Necrocide
#Usa
2013
Corpse Gristle Records
Necrocide - Vomit Forth Blood CD 2013
Necrocide - Vomit Forth Blood CD 2013
Written by REVIEW LOSTINCHAOS Juni 20, 2026 0
Langganan:
Posting Komentar
(
Atom
)


0 Comments:
Posting Komentar
Tinggalkan komentar TERBAIK kalian disini, enjoy the sickness !