Fleshgrind - Destined for Defilement
Pulverizer Records CD 1997
01. Whacked 03:01
02. Burning Your World 03:08
03. Chamber of Obscurity 03:39
04. Sordid Degradation 03:35
05. Rape Culture 03:03
06. Lurid Impurity 02:44
07. Organ Harvest 03:20
08. Frozen in a Voiceless Scream 03:08
09. Litany of Murder 03:11
Rich Lipscomb - Vocals, Guitars
Steve Murray - Guitars
Ray Vazquez - Bass
Dave Barbolla - Drums
Tahun 1997 adalah masa yang unik bagi BDM, dimana genre ini sedang berada pada titik di mana fondasi telah selesai dibangun, tetapi blueprintnya belum sepenuhnya membeku. Para pionir sudah menunjukkan arah. Nama-nama seperti Cannibal Corpse, Suffocation, Cryptopsy, dan Deicide telah memperluas batas-batas ekstremitas musik berat hingga titik yang sebelumnya dianggap mustahil. masalahnya, ketika sebuah genre mulai memiliki formula yang jelas, gelombang kedua sering kali menghadapi dilema yang tidak menyenangkan. mengembangkan formula tersebut, atau sekadar menirunya, Fleshgrind memilih opsi kedua dan " Destined for Defilement menjadi contoh sempurna bagaimana sebuah album dapat terdengar sangat death metal, sangat brutal, sangat profesional, sangat sesuai standar genre, namun tetap gagal meninggalkan bekas luka yang berarti. album ini memiliki semua atribut yang biasanya membuat fans death metal bawah tanah langsung mengeluarkan dompet mereka. Nama band yang terdengar menjijikkan, Fleshgrind ! bentuk oleh frontman sekaligus Vocalis/Gitaris Rich Lipscomb tahun 1993, Rich juga diketahui adalah pemilik label United Guttural Records yang akhir tahun 2005 diakuisisi oleh Deathgasm Records dan Rick meninggal tahun 2021. cover album bergaya biomekanikal yang mengingatkan pada mimpi buruk karya H. R. Giger dengan tema lirik penuh mutilasi, nekrofilia, dan pembusukan. Semua elemen kosmetik yang selama era 90-an sering dianggap sebagai jaminan kualitas. sayangnya, seperti banyak film horor kelas B dengan poster luar biasa namun naskah yang menyedihkan, kemasan yang menarik tidak selalu menjamin isi yang menarik.
Album yang Terdengar Familiar Bahkan Sebelum Lagu Pertama Selesai, masalah terbesar " Destined for Defilement " bukanlah kualitas permainannya, masalahnya adalah identitas atau lebih tepatnya, ketiadaan identitas sejak detik pertama album diputar, pendengar veteran BDM akan segera mengenali semua elemen yang ada di dalamnya. ada groove ala Cannibal Corpse era " The Bleeding ", ada struktur riff yang mengingatkan pada Suffocation, ada nuansa teknikal yang berusaha mendekati Cryptopsy, ada agresi khas Deicide namun tidak ada satupun yang benar-benar terdengar sebagai Fleshgrind. album ini ibarat seseorang yang mengenakan pakaian, aksesoris, dan gaya rambut idolanya secara bersamaan, lalu berharap orang-orang melihatnya sebagai individu yang unik, hasilnya bukan identitas, melainkan kolase dan kolase tersebut sayangnya tidak pernah berkembang menjadi sesuatu yang lebih besar daripada jumlah bagian-bagiannya. salah satu kritik paling fatal yang dapat diberikan kepada album death metal adalah bahwa riff-riffnya tidak dapat diingat, karena dalam genre yang dibangun di atas riff, kehilangan daya ingat berarti kehilangan fondasi Utama dan di sinilah " Destined for Defilement " mulai mengalami pendarahan internal, riff-riff dalam album ini tidak buruk, mereka dimainkan dengan baik, terdengar berat, kadang cukup groovy namun sangat sedikit yang benar-benar membekas.
Banyak komposisi terasa seperti kumpulan fragmen yang ditempelkan satu sama lain tanpa visi yang jelas. tetapi jarang ada momen yang membuat pendengar berhenti dan berpikir: " damn, part itu luar biasa. " sebaliknya, album berjalan seperti ban berjalan di pabrik. lagu-lagu awal seperti " Whacked ", " Burning Your World ", dan " Chamber of Obscurity " masih menawarkan beberapa hook yang cukup efektif. namun setelah itu, album mulai menunjukkan seluruh kartunya dan ternyata kartu yang dimiliki tidak terlalu banyak, Kebrutalan Tanpa Ancaman ! salah satu paradoks terbesar dalam musik ekstrem adalah kenyataan bahwa kebrutalan tidak otomatis menghasilkan rasa takut. Banyak album sangat berat, sedikit album benar-benar mengintimidasi " Destined for Defilement " berada di kategori pertama, album ini berat, sangat berat namun anehnya hampir tidak pernah terasa berbahaya, tidak ada aura jahat yang benar-benar merayap ke dalam pikiran pendengar, tidak ada atmosfer yang membuat bulu kuduk berdiri. tidak ada ketegangan psikologis, yang ada hanyalah rentetan chugging riff bertempo menengah yang terus berulang sampai akhirnya album selesai. Fleshgrind terdengar seperti mereka memahami bentuk BDM, tetapi belum memahami jiwanya. Mereka mengetahui anatominya namun belum memahami psikologinya.
Jika ada satu elemen yang secara konsisten berhasil bertahan dari keterbatasan materi lagu, maka itu adalah vokal Rich Lipscomb, di tengah lautan riff yang mudah terlupakan, suara Rich justru menjadi titik fokus utama, vokalnya terdengar seperti evolusi alami dari pendekatan awal Frank Mullen, tapi lebih guttural, kadang terdengar seperti monster rawa yang sedang mengunyah kerikil, kadang berubah menjadi bark khas Florida death metal dan itulah satu-satunya aspek album yang benar-benar menawarkan variasi yang menarik, sayangnya, performa vokal yang kuat membutuhkan lagu yang sama kuatnya untuk berkembang dan di situlah masalah muncul. Rich berusaha keras menjual produk yang kualitas materinya sendiri tidak selalu mendukung. Secara teknis, produksi album ini tidak buruk adalah hasil garapan Brian Griffin-nya Broken Hope dan Rick Alexander yang pernah menangani " Grotesque Blessings " nya Broken Hope. namun produksi yang baik tidak selalu berarti produksi yang efektif, Drum terdengar jelas, Kick drum lebih powerfully ! Bass dapat terdengar dengan relatif baik, Gitar cukup clean, masalahnya justru terletak pada karakter atau lebih tepatnya, kurangnya karakter. produksi " Destined for Defilement " terasa seperti laboratorium, Steril, Terkontrol, Dingin, tidak ada rasa organik yang membuat musik terasa hidup. Bahkan ketika blast beat meledak atau tremolo riff mulai berlari, semuanya terdengar seperti mesin yang bekerja sesuai program, Presisi memang ada, tetapi jiwa tidak, inilah mengapa album sering digambarkan sebagai " Mechanical BDM. " Bukan industrial, bukan futuristik, melainkan mekanis dalam arti yang paling harfiah, seperti komputer yang diperintahkan memainkan death metal, Anti-Devourment Sebelum Devourment Menjadi Standar
Menariknya, salah satu aspek yang membuat album ini unik justru terletak pada apa yang tidak dilakukannya. tidak ada slam berlebihan, tidak ada breakdown modern, tidak ada solo heroik, tidak ada upaya membuat momen-momen besar, hanya dua mode operasi: Blast beat dan mid-paced punishment, itu saja ! jika banyak band BDM kemudian berkembang menjadi lebih groovy, lebih catchy, dan lebih eksplosif, Fleshgrind justru memilih pendekatan yang sangat asketis. mereka menghilangkan hampir semua elemen yang bisa dianggap " hiburan ". yang tersisa hanyalah inti paling mentah dari BDM. secara filosofis, album ini hampir menjadi eksperimen ekstrem tentang seberapa jauh genre dapat direduksi tanpa kehilangan identitasnya, jawabannya ternyata cukup jauh tetapi juga cukup membosankan. Lirik Gore yang Kehabisan Darah adalah tema-tema yang diangkat di sini tidak akan mengejutkan siapa pun yang pernah mendengarkan death metal tahun 90-an seperti : Pembunuhan, Mutilasi, Nekrofilia, Penyiksaan, Pembusukan, Semua nama besar sudah melakukannya sebelumnya dan sering kali dengan cara yang lebih kreatif. lirik Fleshgrind tidak buruk meski juga tidak pernah mencapai tingkat kebrutalan sinematik ala Cannibal Corpse atau absurditas mengerikan ala Mortician. ada album yang layak dikenang karena kualitasnya, ada album yang layak dikenang karena pengaruhnya dan ada album yang layak dikenang karena menunjukkan seperti apa sebuah era terdengar. " Destined for Defilement " termasuk kategori terakhir. Ini bukan album yang buruk, tetapi juga jauh dari album yang penting, Ia adalah produk zamannya. sebuah artefak dari periode ketika BDM sedang mencari identitas definitifnya dan banyak band masih berjalan di jalur yang telah dibuka para pionir beberapa tahun sebelumnya. Fleshgrind memainkan musik mereka dengan kompeten. Dan setelah hampir tiga dekade berlalu, itulah mungkin penilaian paling jujur yang bisa diberikan kepada " Destined for Defilement " : Sebuah album yang sangat ingin menjadi legenda, tetapi pada akhirnya hanya berhasil menjadi catatan kaki dalam sejarah panjang musik ekstrem.
Home
[Brutal Death Metal]
[CLASSIX MOST WANTED]
* Fleshgrind
#Usa
★ Classic Release Academy ★
1997
Pulverizer Records
Fleshgrind - Destined for Defilement CD 1997
Fleshgrind - Destined for Defilement CD 1997
Written by REVIEW LOSTINCHAOS Juni 18, 2026 0
Langganan:
Posting Komentar
(
Atom
)


0 Comments:
Posting Komentar
Tinggalkan komentar TERBAIK kalian disini, enjoy the sickness !