A Canorous Quintet - The Only Pure Hate
No Fashion Records CD 1998
01. Selfdeceiver (The Purest of Hate) 03:00
02. Embryo of Lies 03:45
03. Red 04:27
04. The Void 04:14
05. Everbleed 02:40
06. The Complete Emptiness 05:46
07. Retaliation 04:25
08. Realm of Rain 03:31
09. The Storm 02:37
10. Land of the Lost 05:06
MÃ¥rten Hansen - Vocals
Linus Nirbrant - Guitars
Leo Pignon - Guitars
Jesper Löfgren - Bass
Fredrik Andersson - Drums
Ketika " Silence of the World Beyond " dan kemudian " The Only Pure Hate " dirilis, Amon Amarth bahkan belum menjadi raksasa scene. Mereka masih sekadar salah satu nama kecil di tengah ledakan Gothenburg dan death metal Swedia yang sedang berevolusi liar. Jadi berhentilah bertingkah seolah seluruh scene waktu itu hidup di bawah bayang-bayang Amon Amarth. Tahun 1995–1998 bukan era dominasi mereka. Itu era ketika puluhan band Swedia sedang bereksperimen mencari bentuk paling ganas dari MDM sebelum industri mulai mengubah semuanya menjadi template festival dan merchandise Viking supermarket. kemudian saat satu penyakit kronis dalam dunia metal modern: generasi pendengar baru yang mengira sejarah dimulai ketika sebuah band menjadi besar secara komersial. Dan karena itulah setiap kali nama A Canorous Quintet muncul, selalu ada orang sok tahu yang buru-buru berteriak, " Oh, ini mirip Amon Amarth awal! " seolah-olah semua MDM Swedia akhir 90-an harus otomatis dianggap keturunan Viking paling terkenal dari Metal Blade itu. Padahal kenyataannya jauh lebih lucu. Mereka adalah bagian dari gelombang awal yang membantu membentuk karakter MDM ekstrem sebelum genre itu dipenuhi chorus aman, clean vocal radio-friendly, dan produksi steril yang terdengar seperti preset plugin modern.
Dan Album kedua mereka, " The Only Pure Hate ", menjadi bukti paling jelas. Kalau debut mereka masih membawa aura black/death yang cukup kuat dengan nuansa gelap ala Dissection, maka di album ini mereka bergerak lebih dekat ke pendekatan agresif ala At the Gates dan Unanimated. Tetapi mereka melakukannya tanpa kehilangan identitas liar dan atmosfer mentah yang membuat mereka begitu menarik sejak awal. Dan yang paling penting: mereka tidak pernah terdengar jinak. Itulah perbedaan besar antara A Canorous Quintet dengan banyak band melodeath generasi berikutnya yang terlalu sibuk terdengar “epik” sampai lupa menjadi brutal. " The Only Pure Hate " tetap terdengar buas. Tetap kasar. Tetap penuh rasa ancaman. Tetapi di saat yang sama, mereka mampu menulis melodi yang benar-benar melekat di kepala tanpa berubah menjadi pop metal berkedok death metal. Itu pencapaian besar. Karena menulis riff melodius yang catchy sambil tetap mempertahankan agresi bukan perkara gampang. Banyak band gagal total: terlalu brutal sampai semua lagu terdengar sama, atau terlalu melodis sampai kehilangan taring. A Canorous Quintet justru berdiri tepat di tengah kekacauan itu. Hasilnya? Album yang membuat kepala otomatis bergerak dari awal sampai akhir.
" Sefldeceiver (The Purest of Hate) " langsung membuka album dengan serangan thrash-infused melodeath yang benar-benar ganas. Cepat, intens, penuh energi, dan memiliki drive yang nyaris tidak manusiawi. Riff-riff mereka berputar tanpa henti seperti gergaji mesin yang dilempar ke tengah badai salju Skandinavia. Ada rasa marah, tragedi, dan kekerasan yang terus mengalir sepanjang lagu. Dan inilah yang sering dilupakan orang tentang MDM era 90-an: musik ini dulu benar-benar terdengar berbahaya. Bukan sekadar soundtrack gym atau backsound video motivasi Viking di Medsos sebagai Gimmick kampungan hari ini yang disukai manusia hari ini biar dianggap kekinian. Riff-riff di " The Only Pure Hate " terdengar gelap, romantis, dan penuh kebencian dalam arti terbaik. Mereka melukis lanskap merah darah yang sesuai dengan artwork albumnya. Bahkan ketika melodi muncul, tidak pernah terdengar manis atau nyaman. Selalu ada rasa dingin dan kehancuran di baliknya. Drumming Andersson juga pantas mendapat sorotan besar. Dan ya, ironisnya dia memang kemudian bergabung dengan Amon Amarth, yang mungkin menjelaskan kenapa sebagian orang sekarang suka memutarbalikkan sejarah. Tetapi di album ini permainan drumnya benar-benar brutal. Double bass menghantam tanpa ampun, simbal dipukul seperti sedang menghancurkan tulang tengkorak, dan pola-pola ritmenya memberi energi liar yang membuat seluruh album terasa hidup. Bukan drumming modern penuh trigger steril dan quantize komputer. Ini drumming yang terdengar seperti manusia benar-benar menghajar drum kit sampai hampir runtuh.
" The Void " menjadi salah satu titik paling menarik di album karena memperlihatkan bagaimana band ini mulai memperluas permainan mereka. Solo gitarnya luar biasa, melodis, emosional, tetapi tetap tajam dan penuh rasa ancaman. Ada rasa kekosongan dan tragedi yang benar-benar terasa di bagian tengah lagu. Dan di sinilah A Canorous Quintet memperlihatkan kecerdasan komposisi mereka. Mereka tidak menulis lagu dengan struktur simpel verse-chorus murahan. Sebaliknya, mereka membangun komposisi panjang yang terus bergerak dan berkembang. Instrumental section diberi ruang besar untuk bernapas, riff berubah secara alami, dan setiap lagu terasa seperti perjalanan menuju kehancuran emosional. Vokal Magnus Hansen juga menjadi elemen penting dalam identitas album ini. Banyak orang membandingkannya dengan Johan Hegg era awal Amon Amarth, tetapi sebenarnya Hansen lebih dekat pada pendekatan blackened scream dibanding growl death metal murni. Suaranya serak, liar, dan penuh amarah. Kadang terdengar seperti seseorang yang sedang kehilangan kewarasan di tengah perang musim dingin Skandinavia. Dan itu cocok sekali dengan atmosfer album. Karena " The Only Pure Hate " bukan album tentang kemenangan heroik ala Viking metal. Ini album tentang kebencian, keputusasaan, dan energi destruktif yang mentah. Faktor besar lain yang membuat album ini terdengar luar biasa adalah perpindahan mereka dari Abyss Studio ke Sunlight Studio milik Tomas Skogsberg. Dan jujur saja, keputusan itu sangat tepat. Sound gitar di sini jauh lebih tebal, lebih kasar, dan lebih brutal dibanding sebelumnya. Ada rasa chainsaw khas death metal Swedia yang sangat kuat, tetapi tetap cukup jelas untuk membiarkan melodi mereka bersinar. Produksi ini memberi album karakter yang sangat khas: berat, agresif, tetapi tetap atmosferik. Skogsberg benar-benar membantu mengubah " The Only Pure Hate " menjadi monster yang terdengar hidup hingga hari ini.
Dan ironisnya, meskipun album ini sangat kuat, A Canorous Quintet tetap menjadi salah satu band yang sering terlupakan dalam sejarah besar MDM Swedia. Mereka tidak pernah mencapai status mainstream seperti Amon Amarth, In Flames, atau Dark Tranquillity. Tetapi justru karena itu mereka terasa lebih murni. Tidak ada fase arena rock, Tidak ada kompromi radio, Tidak ada transformasi menjadi produk festival musim panas karena hanya dua album penuh, satu MCD, dan warisan singkat yang masih terdengar ganas puluhan tahun kemudian. Dan mungkin itu sebabnya A Canorous Quintet tetap terasa spesial. Mereka adalah pengingat dari masa ketika MDM belum menjadi formula aman untuk dijual massal. Masa ketika genre ini masih dipenuhi kemarahan, riff mematikan, produksi kasar, dan atmosfer dingin yang benar-benar terasa seperti ancaman nyata. Jadi lain kali seseorang berkata A Canorous Quintet hanyalah " Amon Amarth clone ", mungkin sudah waktunya mengingatkan mereka bahwa sejarah metal tidak dimulai dari logo besar di festival. Kadang band-band terbaik justru adalah mereka yang terkubur di bawah reruntuhan scene, meninggalkan jejak kecil namun jauh lebih tajam daripada kebanyakan raksasa industri.
Home
[Melodic Death Metal]
* A Canorous Quintet
#Sweden
1998
No Fashion Records
A Canorous Quintet - The Only Pure Hate CD 1998
A Canorous Quintet - The Only Pure Hate CD 1998
Written by REVIEW LOSTINCHAOS Juni 06, 2026 0
Langganan:
Posting Komentar
(
Atom
)



0 Comments:
Posting Komentar
Tinggalkan komentar TERBAIK kalian disini, enjoy the sickness !