Detestation - Massacre of Hate
Decomposed Skunk Bud Productions CD 1995
01. Feast of Flesh 03:48
02. Decay 05:11
03. Massacre of Hate02:33
04. Sentence to Rot 05:31
05. Decomposed Entrails 03:39
06. Smoked 04:06
07. Infecting 02:23
08. Silenced 01:10
09. Spewing Bowels 02:34
10. Dysfunction 03:57
11. Control 04:42
12. Melting Earth 02:26
13. Mutilated Death 02:43
14. Here I Dwell 01:27
15. E.M.F. 06:29
16. Killing Time 03:56
17. Dissolved 01:58
Steve -o-Wilburn - Bass
Todd -o-Wilburn - Drums
Dante "Loco" Padilla - Guitars
Mike Ostrander - Guitars, Bass, Vocals
Dave "From the Grave" Maldonado - Guitars, Bass, Vocals, Sequencing
Tommy T. Rapisardi - Vocals, Guitars, Keyboards, Sequencing, Bass, Drums
Ada rilisan obscure, ada band obscure, dan ada rilisan obscure dari band yang informasinya begitu minim sampai menelusuri sejarahnya terasa seperti menggali kuburan tanpa mengetahui siapa yang dikubur di dalamnya. Detestation band death/grind Amerika yang jangan disamakan dengan kelompok crust bernama sama berada di kategori terakhir. Kompilasi ini merangkum materi dari periode berbeda, memperlihatkan perjalanan dari death/grind mentah menuju eksperimen industrial yang semakin liar. Masalahnya, perjalanan tersebut tidak selalu terdengar seperti evolusi. Kadang seperti sebuah band kehilangan arah, menemukan pedal efek, lalu memutuskan bahwa semua bunyi yang dihasilkannya pantas diabadikan. Bagian awal kompilasi menjadi alasan utama mengapa Detestation layak diperiksa. Musiknya bergerak dalam tradisi death/grind awal hingga pertengahan 1990-an, dengan persilangan karakter Sinister era awal, demo-demo Dying Fetus, serta sedikit kekasaran Cannibal Corpse. Vokalnya mengingatkan pada geraman Chris Barnes sekitar 1992, sementara riff gitar yang bernuansa Deicide mendorong komposisi ke wilayah yang agresif dan gelap. Detestation merangkai blast beat, gebukan thrash metal, serta groove mid-tempo tanpa berusaha menjadikan setiap lagu sebagai demonstrasi teknis. Sesekali, lead gitar yang cukup menarik muncul dari tengah kekacauan. Permainannya memang belum selalu rapat, dan produksi kasar membatasi ketajaman detail, tetapi ada energi bawah tanah yang terasa autentik. Ini bukan kebrutalan steril yang dipoles agar terdengar mahal; musiknya berbau ruang latihan sempit, peralatan seadanya, dan ambisi yang lebih besar daripada sumber daya. Dalam konteks death metal independen Amerika era tersebut, pendekatan semacam ini bukan sesuatu yang revolusioner. Label seperti Wild Rags pernah menjadi rumah bagi banyak rilisan dengan karakter serupa: brutal, kasar, tidak selalu rapi, tetapi memiliki daya tarik bagi pendengar yang lebih menghargai intensitas daripada kesempurnaan teknis. Detestation mampu memberikan hasil yang cukup meyakinkan dalam wilayah itu. Mereka mungkin tidak menemukan bahasa baru, tetapi setidaknya tahu cara mengucapkan kata-kata lama dengan cukup beringas.
Persoalan besar muncul ketika kualitas rekaman berubah-ubah sepanjang kompilasi. Perbedaan suara antarperiode sebenarnya dapat menjadi dokumen perkembangan sebuah band. Namun, agar perubahan itu bermakna, pendengar tetap membutuhkan konteks dan penyajian yang memungkinkan setiap fase dipahami sebagai bagian dari perjalanan yang sama. Di sini, hasilnya lebih problematis. Pada " Smoked ", kualitas sound mulai terasa berantakan, sedangkan " Infecting " memperlihatkan bagaimana produksi yang buruk dapat menelan detail musik hingga sulit dibedakan dari kekacauan itu sendiri. Ketika permainan belum sepenuhnya presisi, rekaman yang tidak memadai bukan lagi sekadar estetika mentah. Ia justru memperbesar setiap kelemahan. Peralihan karakter suara dari satu lagu ke lagu berikutnya juga mengganggu aliran album. Alih-alih mendengarkan sebuah koleksi yang membentuk narasi, pendengar terkadang merasa sedang berpindah-pindah di antara rekaman dari band yang berbeda. Memang, kompilasi lintas periode tidak harus terdengar seragam. Namun, perbedaan produksi idealnya membantu menjelaskan perubahan musikal, bukan membuat keseluruhan rilisan kehilangan identitas. Ketika Detestation mulai bergerak ke wilayah industrial, kualitas materinya semakin tidak konsisten. " Silenced " terdengar seperti tabrakan antara kekacauan Hemdale dan atmosfer industrial Nine Inch Nails yang kehilangan kendali. " Dysfunction " mencoba membingkai nuansa soundtrack The Terminator ke dalam death metal industrial, tetapi gagasan itu tidak berkembang menjadi komposisi yang benar-benar meyakinkan.
" Control " seperti berusaha mempertemukan groove ala Internal Bleeding dengan pendekatan metal yang lebih dekat pada Pantera, tanpa berhasil menyatukan kedua kutub tersebut. Sementara itu, " Killing Time " terperosok ke dalam eksperimen yang menyerupai industrial grindcore bercampur free jazz sebuah gagasan yang terdengar lebih menarik ketika dijelaskan daripada ketika didengarkan. Eksperimen bukan dosa. Death metal selalu berkembang melalui band-band yang berani merusak pakem, menggabungkan pengaruh asing, dan mengambil risiko yang tidak disukai semua pendengar. Namun, kebaruan tidak otomatis berarti keberhasilan. Eksperimen membutuhkan struktur, tujuan, atau setidaknya ketegangan kreatif yang membuat keanehannya terasa perlu. Jika seluruh elemen hanya ditumpuk tanpa hubungan yang meyakinkan, hasilnya bukan avant-garde, melainkan kebingungan yang diberi nama artistik. Di titik ini, Detestation terdengar seperti band yang memiliki beberapa gagasan menarik tetapi belum selalu mampu mengubahnya menjadi lagu yang utuh. Ada perbedaan besar antara terdengar tidak lazim dan benar-benar menciptakan sesuatu yang bernilai. Untungnya, kompilasi ini tidak sepenuhnya menjadi museum kegagalan. " Massacre of Hate " dan " Mutilated Death " memperlihatkan kembali daya tarik death/grind mereka, sementara " E.M.F. " yang berdurasi sekitar enam menit menawarkan materi yang cukup menarik untuk menunjukkan bahwa Detestation sesekali mampu melampaui formula dasar mereka.
Lagu-lagu tersebut menjadi bukti bahwa potensi band ini bukan sekadar hasil romantisasi terhadap rekaman tua yang langka. Ada riff, energi, dan ide yang memang layak diperhatikan. Sayangnya, kualitas tersebut tidak bertahan konsisten di seluruh rilisan. Materi kuat dan lemah berdampingan tanpa penyuntingan yang cukup tegas, sehingga pendengar harus bekerja sendiri memilah bagian yang layak disimpan dari bagian yang sebaiknya dibiarkan terkubur. Itulah paradoks utama kompilasi ini: nilai historisnya justru muncul dari ketidaksempurnaannya, tetapi ketidaksempurnaan yang sama membuatnya sulit dinikmati sebagai album yang utuh. Kompilasi Detestation lebih tepat dipandang sebagai dokumen underground daripada album yang berhasil membangun pengalaman mendengarkan secara menyeluruh. Fase death/grind awalnya memiliki daya tarik bagi fans OSDM Amerika, terutama mereka yang menikmati rekaman mentah dengan pengaruh Sinister, Deicide, dan Dying Fetus. Fase industrialnya menawarkan rasa ingin tahu, tetapi tidak selalu menghasilkan komposisi yang sebanding dengan keberanian eksperimennya. Kekurangan paling mendasar bukan hanya produksi yang tidak konsisten atau permainan yang kadang berantakan. Persoalannya adalah absennya kesinambungan yang cukup kuat untuk membuat seluruh materi terasa seperti satu pernyataan artistik. Ada beberapa lagu yang pantas diselamatkan, tetapi tidak cukup banyak untuk menghapus kesan bahwa kompilasi ini membutuhkan kurasi yang lebih ketat.
Bagi kolektor death/grind obscure dan penggali sejarah underground, rilisan ini tetap memiliki fungsi: membuka jendela kecil menuju sebuah band yang nyaris luput dari ingatan. Bagi pendengar yang mencari album death metal solid dari awal sampai akhir, rekomendasinya jauh lebih sulit diberikan. Detestation menarik bukan karena semua musiknya bagus, melainkan karena arsip ini memperlihatkan betapa tipis batas antara eksperimen yang berani dan kekacauan yang gagal dikendalikan. Kadang sejarah underground memang menyimpan permata tersembunyi. Kadang ia hanya menyimpan batu, debu, dan beberapa benda yang menarik untuk diteliti. Kompilasi ini memiliki ketiganya dan tugas pendengar adalah mengetahui mana yang sedang mereka temukan.
Home
[Brutal Death Metal]
* Detestation
#Usa
1995
Decomposed Skunk Bud Productions
Detestation - Massacre of Hate CD 1995
Detestation - Massacre of Hate CD 1995
Written by REVIEW LOSTINCHAOS Oktober 31, 2026 0
Langganan:
Posting Komentar
(
Atom
)


0 Comments:
Posting Komentar
Tinggalkan komentar TERBAIK kalian disini, enjoy the sickness !