Blackguard - Firefight
Victory Records CD 2011
01. Tephra 00:34
02. Firefight 05:03
03. Farewell 04:07
04. Wastelands 06:20
05. Cruel Hands 04:43
06. Iblis 02:53
07. The Fear of All Flesh 04:53
08. A Blinding Light 05:15
09. The Path 05:00
10. Sarissas 04:44
Paul Ablaze - Vocals
Kim Gosselin - Guitars
Terry Deschenes - Guitars
Étienne Mailloux - Bass
Justine Ethier - Drums, Percussion
Di dunia MDM modern, ada satu kenyataan pahit yang jarang diakui secara terbuka: memperbaiki kesalahan masa lalu tidak otomatis menghasilkan mahakarya. Kadang-kadang hasilnya hanyalah sebuah album yang lebih baik dari pendahulunya, tetapi masih belum cukup kuat untuk membuat dunia berhenti sejenak dan memperhatikan. Itulah posisi yang ditempati Blackguard melalui album kedua mereka, " Firefight ". Setelah menuai respons yang terbelah lewat debut mereka, " Profugus Mortis ", banyak pendengar berada di persimpangan yang sama. Sebagian berharap band asal Kanada ini akan melakukan evaluasi total terhadap formula mereka, sementara sebagian lain sudah telanjur kehilangan minat dan menganggap mereka hanya satu lagi nama dalam lautan MDM berlapis keyboard yang memenuhi akhir dekade 2000-an. Menariknya, " Firefight " justru bergerak di antara dua kutub tersebut. Album ini memperlihatkan kemajuan yang nyata, namun pada saat yang sama masih membawa banyak kelemahan lama yang belum benar-benar terselesaikan. Hasilnya adalah sebuah karya yang terasa seperti langkah maju sekaligus jalan di tempat. Dari Kekacauan Menuju Kendali dengan perubahan paling mencolok langsung terasa pada aspek produksi. Jika " Profugus Mortis " terdengar seperti pesta instrumen yang saling berebut perhatian tanpa koordinasi, maka " Firefight " setidaknya memahami konsep keseimbangan. Setiap instrumen kini memiliki ruang bernapas yang lebih layak. Gitar terdengar lebih tajam, drum lebih fokus, bass tidak lagi mendominasi frekuensi rendah secara berlebihan, sementara keyboard akhirnya menemukan fungsi yang selama ini seharusnya mereka jalankan: mendukung suasana, bukan mengambil alih seluruh panggung. Ini terdengar seperti pujian sederhana, namun sebenarnya merupakan lompatan besar. Dalam banyak kasus, masalah terbesar Blackguard sebelumnya bukan kurangnya kemampuan bermain, melainkan kegagalan mengelola semua ide yang mereka miliki. " Firefight " menunjukkan bahwa mereka mulai memahami pentingnya disiplin musikal. Sayangnya, produksi yang lebih baik tidak otomatis menyelesaikan masalah fundamental dalam penulisan lagu. Jika ada satu elemen yang pantas mendapat sorotan khusus, maka itu adalah departemen gitar, di sinilah Firefight menemukan denyut hidupnya.
Riff-riff yang lebih melodis, harmonisasi yang lebih matang, solo yang lebih terarah, serta penggunaan melodi yang jauh lebih efektif membuat materi kali ini terasa lebih hidup dibanding pendahulunya. Lagu seperti " Wastelands " menjadi contoh paling jelas. Di dalamnya, Blackguard berhasil menyatukan elemen melodic death metal klasik dengan pendekatan yang lebih modern tanpa terdengar terlalu dipaksakan. Solo-solonya memiliki arah, riff-riffnya memiliki tujuan, dan yang terpenting: pendengar dapat mengingatnya setelah lagu berakhir. hal yang terdengar sederhana ini justru menjadi masalah besar bagi sebagian besar materi " Firefight ". Karena ketika gitar berhasil menciptakan momen yang kuat, elemen lain sering kali gagal mempertahankan momentum tersebut. Vokal: Titik Paling Kontroversial, di sinilah perdebatan terbesar muncul, Vokal Paul Zinay (Ages, Conflux, ex-Profugus Mortis, ex-Crimson Shadows, ex-Endast, ex-Bring It Back, ex-Take Their Lives) selalu menjadi elemen yang memecah pendapat pendengar sejak awal karier Blackguard. sebagian menganggap karakter vokalnya unik dan sesuai dengan nuansa epik yang diusung band. Sebagian lain merasa pendekatan tersebut terlalu dipaksakan dan kurang memiliki variasi, pada " Firefight ", kedua argumen tersebut masih relevan. Zinay memang terdengar lebih terkendali dibanding sebelumnya. Produksi yang lebih baik membuat performanya terdengar lebih jelas dan tidak lagi tenggelam di tengah kepadatan instrumen. Namun masalah utamanya bukan kualitas teknis. Masalahnya adalah variasi. Selama sebagian besar album, pola vokal yang digunakan cenderung bergerak dalam wilayah yang sama terus-menerus. Akibatnya, banyak lagu kehilangan peluang untuk membangun dinamika emosional yang lebih luas. bukan berarti vokalnya buruk secara mutlak.
Namun ketika dibandingkan dengan para vokalis kuat dalam ranah MDM modern, performa Zinay masih terasa belum mampu menjadi daya tarik utama band. Keyboard Yang Akhirnya Belajar Menjadi Dewasa, Salah satu kejutan terbesar album ini justru datang dari instrumen yang sebelumnya menjadi sumber frustrasi utama. Keyboard ! meski Blackguard tidak memiliki member yang megang Keyboard, dialbum pertama band masih memiliki Jonathan Lefrancois-Leduc. Pada " Profugus Mortis ", lapisan sintetis sering terasa berlebihan dan cenderung mengganggu keseimbangan komposisi. Di " Firefight ", situasinya jauh berbeda. Keyboard kini berfungsi sebagai fondasi atmosferik yang menopang lagu tanpa harus memonopoli perhatian. Memang masih belum menghadirkan ide-ide revolusioner, tetapi setidaknya sudah jauh lebih efektif, Pendekatan ini membuat keseluruhan album terdengar lebih profesional dan lebih matang, Kadang kemajuan terbesar dalam musik bukan berasal dari menambahkan sesuatu, Melainkan dari mengetahui kapan harus berhenti menambahkan terlalu banyak, Drum Yang Lebih Hidup. Departemen drum menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan, Permainan drum sosok cewek Justine Ethier (Antiqva, Karkaos, ex-Sykode, ex-Profugus Mortis) terasa lebih dinamis, lebih bervariasi, dan lebih percaya diri, Pola-pola double bass, penggunaan snare, hingga transisi antarbagian lagu menunjukkan peningkatan kontrol yang jelas dibanding materi sebelumnya dan yang pasti Powerfully ! Drum kini berfungsi sebagai motor penggerak lagu, bukan sekadar metronom yang diberi kebebasan menggunakan blast beat. Meski belum mencapai level spektakuler, setidaknya performa ini memberikan fondasi yang lebih kokoh bagi keseluruhan album. Masalah Yang Belum Hilang: Identitas Di sinilah " Firefight " kembali tersandung. meski lebih matang secara teknis, album ini masih mengalami kesulitan menjawab satu pertanyaan sederhana: Apa sebenarnya identitas Blackguard? Ada banyak elemen melodic death metal. Ada nuansa folk, Ada sentuhan symphonic, ada atmosfer epik, ada sedikit power metal, namun setelah semua lapisan tersebut disatukan, hasil akhirnya masih terasa seperti kumpulan pengaruh yang belum sepenuhnya melebur menjadi identitas unik. Banyak lagu terdengar kompeten, beberapa bahkan sangat menyenangkan, tetapi hanya sedikit yang benar-benar meninggalkan jejak mendalam, dan dalam genre yang dipenuhi kompetisi ketat, kompeten saja tidak cukup.
" Firefight " Sebagai Titik Tengah, pada akhirnya, " Firefight " adalah album yang menarik justru karena ketidaksempurnaannya menunjukkan band yang sedang belajar, Band yang mulai memahami kelemahannya, Band yang perlahan memperbaiki fondasi musikal mereka, namun juga band yang masih mencari suara sejatinya, Album ini bukan kegagalan, bukan pula kemenangan besar adalah fase transisi. semacam jembatan antara ambisi dan realisasi, jika " Profugus Mortis " adalah bukti bahwa Blackguard memiliki potensi, maka " Firefight " adalah bukti bahwa mereka mulai memahami bagaimana memanfaatkan potensi tersebut. masalahnya, memahami potensi dan benar-benar mewujudkannya adalah dua hal yang sangat berbeda. " Firefight " mungkin tidak akan dikenang sebagai salah satu album penting dalam sejarah melodic death metal. Namun ia tetap layak dicatat sebagai momen ketika Blackguard akhirnya berhenti tersandung oleh kesalahannya sendiri dan mulai melangkah ke arah yang benar, langkah itu memang belum membawa mereka ke puncak, tetapi setidaknya mereka akhirnya bergerak.
Home
(8.3/10)
[Female Fronted]
[Melodic Death Metal]
[Symphonic Melodic Death Metal]
* Blackguard
2011
Victory Records
Blackguard - Firefight CD 2011
Blackguard - Firefight CD 2011
Written by REVIEW LOSTINCHAOS Juni 11, 2026 0
Langganan:
Posting Komentar
(
Atom
)


0 Comments:
Posting Komentar
Tinggalkan komentar TERBAIK kalian disini, enjoy the sickness !