Sect of Execration - Baptized Through Blasphemy
TXDM Underground EP 2002
01. Exanimating the Deity 05:14
02. Scriptural Manipulations 04:51
03. Baptized Through Blasphemy 02:49
04. Hatred Is Bliss 03:10
05. How Feeble the Words of Christ 05:24
06. Disgusted by the Faith 02:20
Dobber Beverly - Drums
Steven Watkins - Vocals, Guitars, Bass
Jeremy Peterson - Drums
Gabriel Ayala - Guitars
Mike Charon - Bass
Daniel Hearne - Bass
Kalo berbicara tentang Texas Death Metal, kebanyakan orang akan langsung menyebut nama-nama besar seperti Devourment, Insidious Decrepancy, atau para veteran yang membantu membentuk identitas BDM Amerika sejak dekade 1990-an, memang wajar sih, masalahnya, sejarah selalu memiliki korban sampingan, band-band yang kualitasnya luar biasa tetapi terkubur di bawah bayang-bayang nama yang lebih besar, salah satu nama tersebut adalah Sect of Execration ! unit BDM asal Houston dan Austin, Texas, yang dibentuk sejak tahun 2000 berangkat dari nama Malthusia oleh gitaris/vocalis Steven Watkins (Serpentian, ex-Images of Violence, ex-Infernal Dominion, ex-Infuriate, ex-Sarcolytic, ex-Malthusia, ex-Sputumy), Gitaris Gabriel Ayala (Lockjaw, ex-Splatterday Saints, ex-Devourment, ex-Malthusia, ex-Sputumy) bassis Mike Charon (ex-Malthusia) drummer Jeremy Peterson (ex-Mincery, ex-Devourment, ex-Prophecy, ex-Malthusia) yang keberadaannya nyaris seperti legenda urban di kalangan fans BDM bawah tanah. Diskografi mereka bahkan bisa dihitung dengan jari satu tangan: sebuah demo, sebuah EP, dan satu split, Selesai ! Tidak ada sepuluh album, tidak ada lima belas kompilasi, tidak ada strategi pemasaran digital yang memohon perhatian algoritma, namun ironisnya, materi yang mereka tinggalkan jauh lebih menggigit dibanding banyak band yang merilis album setiap dua tahun selama dua decade dan jika ada satu rilisan yang layak dijadikan bukti, maka jawabannya adalah " Baptized Through Blasphemy ". EP yang terdengar seperti hasil pertemuan antara kebrutalan Texas, kebencian terhadap produksi bersih, dan obsesi menciptakan riff yang mampu menghancurkan tulang belakang pendengar.
Awal 2000-an adalah periode menarik bagi BDM Amrik. Genre ini mulai berkembang ke berbagai arah, sebagian bergerak menuju technical brutality, sebagian tenggelam dalam dunia slam, sebagian lagi berubah menjadi perlombaan mencari vokal paling tidak manusiawi, di tengah kekacauan tersebut, Sect of Execration memilih jalur yang sederhana, menjadi brutal, sangat brutal, tanpa harus kehilangan kemampuan menulis lagu dan justru di situlah keunggulan mereka, karena mari kita jujur, banyak rilisan BDM terdengar seperti kumpulan breakdown yang dilempar ke dalam blender bersama tiga puluh blast beat dan satu vokalis yang terdengar seperti saluran pembuangan mampet, Selesai ! Mereka memahami sesuatu yang sering dilupakan banyak band BDM modern: kebrutalan tidak berarti mengorbankan penulisan lagu, produksi Yang Akan Membelah Pendengar Menjadi Dua Kubu, mari langsung membahas gajah yang berdiri di ruang tamu, produksi album ini, atau lebih tepatnya: medan perang yang disebut produksi, EP ini direkam dalam beberapa sesi berbeda dengan konfigurasi personel yang berbeda pula, akibatnya terdapat variasi karakter suara antar lagu yang cukup jelas, dalam standar industri modern, hal ini mungkin dianggap masalah, dalam dunia BDM bawah tanah? justru menjadi bagian dari pesonanya. Track tertentu terdengar lebih padat, terdengar lebih liar, sebagian terasa seperti direkam di studio, sebagian lain terasa seperti direkam di ruang bawah tanah yang dindingnya dilapisi bangkai lebah dan anehnya, semuanya tetap bekerja. Ini adalah jenis produksi yang tidak akan disukai semua orang. Pendengar modern yang terbiasa dengan produksi digital steril kemungkinan besar akan mengeluh dalam lima menit pertama.
Namun bagi mereka yang tumbuh dengan Devourment, Disgorge, Internal Bleeding, atau rilisan-rilisan BDM tape-trading era akhir 1990-an, produksi seperti ini justru terasa autentik, Gitar Yang Menggiling Tengkorak Tanpa Kehilangan Otak, Hal paling mengesankan dari " Baptized Through Blasphemy " adalah kualitas riff-nya. banyak band BDM mampu menjadi berat, tidak banyak yang mampu menjadi berat sekaligus menarik. Sect of Execration berhasil melakukan keduanya, pengaruh Devourment memang sangat terasa, mustahil menyangkalnya, groove lambat, breakdown masif, chugging yang terdengar seperti excavator menghancurkan beton. semua elemen Texas BDM hadir di sini. Namun mereka menambahkan sesuatu yang sering tidak ditemukan pada band-band kloningan Devourment, Kompleksitas. Terdapat banyak riff teknikal yang mengingatkan pada Deeds of Flesh dan Suffocation. tremolo picking yang licin, pola-pola merayap yang menciptakan atmosfer mengerikan. pergantian ritme yang menjaga lagu tetap hidup, hasilnya adalah musik yang tetap brutal tetapi tidak pernah terasa bodoh, ini bukan BDM yang hanya mengandalkan satu slam lalu mengulanginya selama empat menit, ini adalah BDM yang masih menghargai seni menulis riff dan itu semakin langka setiap tahunnya, solo Yang Menambah Kejahatan, bukan Mengurangi Brutalitas!
Salah satu kejutan terbesar dalam EP ini adalah keberadaan lead guitar dan solo. banyak band BDM memperlakukan solo sebagai kewajiban administratif, Sect of Execration justru menggunakannya sebagai alat atmosfer, Solo-solo pendek yang muncul tidak terdengar heroik. mereka menambahkan rasa jahat pada lagu-lagu yang sudah cukup jahat sejak awal, jika gitar adalah senjata utama, maka vokal adalah senjata biologis, rentang vokal dalam EP ini absurd, Deep Guttural, Pig squeal, Gurgling, Burp vocal, scream, semuanya hadir, kadang terdengar seperti manusia, kadang terdengar seperti serangga raksasa yang sedang sekarat, kadang terdengar seperti kombinasi keduanya, dan itulah yang membuatnya menyenangkan. Menariknya, vokalis masih sesekali menyisipkan growl death metal klasik yang memberikan variasi di tengah banjir vokal ekstrem, pendekatan ini menjaga vokal tetap dinamis dan tidak terjebak menjadi satu trik yang diulang terus menerus. Drummer di album ini layak mendapatkan penghargaan atas upayanya menghancurkan pendengaran manusia, Blast beat muncul tanpa ampun, Fill drum berhamburan ke segala arah, pergantian groove dilakukan dengan presisi tinggi, ketika tempo melambat, double bass berubah menjadi palu godam yang terus memukul tengkorak pendengar, salah satu kekuatan terbesar album ini adalah kemampuan menggabungkan kecepatan dan groove.
Mengapa Album Ini Layak Disebut Klasik Kultus? karena " Baptized Through Blasphemy " berhasil melakukan sesuatu yang tidak mampu dilakukan oleh banyak rilisan BDM lain, tetap terdengar brutal setelah puluhan kali diputar, brutalitas biasanya cepat kehilangan daya kejut, tetapi riff yang bagus tidak pernah kehilangan nilainya dan EP ini penuh dengan riff bagus, di tengah lautan ribuan rilisan BDM yang terdengar identik, Sect of Execration berhasil menciptakan identitas yang jelas, mereka mengambil DNA Devourment, menyuntikkan kompleksitas ala Suffocation, menambahkan kegilaan Deeds of Flesh lalu menciptakan sesuatu yang tetap terdengar sebagai Sect of Execration. " Baptized Through Blasphemy " adalah bukti bahwa BDM metal tidak harus memilih antara kebrutalan dan kualitas penulisan lagu, yang memiliki vokal yang terdengar seperti monster rawa yang sedang mengalami gangguan pernapasan, dan yang paling penting: Ia memiliki karakter. Produksinya memang jauh dari sempurna, sebagian pendengar mungkin membencinya, sebagian lagi justru akan menganggapnya bagian dari pesona namun ketika debu runtuh, tengkorak pecah, dan blast beat berhenti berdentum, satu hal tetap jelas. Sect of Execration adalah salah satu rahasia terbaik Texas BDM yang terlalu lama terkubur, dan " Baptized Through Blasphemy " layak berdiri sejajar dengan banyak rilisan BDM kultus yang jauh lebih terkenal, karena terkadang, album terbaik bukanlah yang paling populer, melainkan yang masih mampu terdengar berbahaya ketika sebagian besar genre di sekitarnya sudah berubah menjadi formula.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Tinggalkan komentar TERBAIK kalian disini, enjoy the sickness !