18 Juni 2026

Cerebral Hemorrhage - Exempting Reality CD 2001

Cerebral Hemorrhage - Exempting Reality 
Mutilated Records CD 2001

01. Beaten and Dismembered 03:08      
02. Abusive Power 06:11     
03. Remnants of the Final Solution 04:56     
04. Null and Void 03:32      
05. Exempting Reality 05:26     
06. Deranged Perception 04:36      
07. Resulting in Homicide 04:55


Matt Szablewicz - Vocals 
Matt Doreson - Guitars, Bass, Keyboards, Vocals
Tom Kivatinos - Drums


Banyak album medioker mendapatkan status kultus hanya karena dirilis pada waktu yang tepat, sementara sejumlah karya luar biasa justru tenggelam dalam kubangan underground selama puluhan tahun tanpa pernah memperoleh penghargaan yang layak. Sejarah musik ekstrem tidak selalu ditulis oleh rilisan terbaik. Sering kali sejarah ditulis oleh album yang kebetulan berada di tempat yang tepat ketika sorotan sedang menyala. dan itulah tragedi yang menimpa " Exempting Reality ". Ketika album ini pertama kali dirilis pada tahun 2001, BDM sedang memasuki salah satu periode paling menentukan dalam sejarahnya. Gelombang pertama telah membuka jalan. Band-band seperti Suffocation, Internal Bleeding, Cryptopsy, dan Dehumanized telah meletakkan fondasi yang begitu kuat hingga hampir mustahil untuk dihindari. masalahnya, ketika semua orang sibuk menatap para raksasa, mereka lupa memperhatikan monster yang tumbuh di balik bayangan, dan monster itu bernama Cerebral Hemorrhage ! dua puluh empat tahun setelah perilisannya, reissue album ini terasa seperti tindakan koreksi sejarah. Sebuah kesempatan untuk akhirnya memberikan penghormatan yang layak kepada salah satu underdog paling brutal, paling groovy, dan paling tidak adil diperlakukan dalam sejarah death metal New York. karena jika ada satu hal yang langsung terasa ketika jarum pertama menyentuh " Exempting Reality ", itu adalah fakta bahwa album ini sama sekali tidak datang untuk meminta perhatian. kayaknya sedikit yang mampu menggabungkan semuanya tanpa terdengar seperti Frankenstein musikal yang dijahit terburu-buru, namun Cerebral Hemorrhage berhasil melakukan hal tersebut.

" Exempting Reality " terdengar seperti seluruh DNA NYDM dimasukkan ke dalam satu ruang sempit lalu dipaksa bertarung sampai hanya satu yang tersisa, Groove hardcore, Slam, keketatan teknikal, atmosfer death metal klasik dan semua elemen itu hidup berdampingan secara alami. tidak ada yang terasa dipaksakan, tidak ada yang terdengar seperti tempelan tren, ini adalah musik yang lahir dari pemahaman mendalam terhadap akar genre, bukan sekadar hasil meniru pendahulu. selama tiga puluh tiga menit, album ini menyerang tanpa jeda. Tujuh lagu yang masing-masing berfungsi seperti pukulan beruntun ke bagian belakang kepala. Tidak ada filler. Tidak ada eksperimen yang kehilangan arah. Tidak ada momen ketika band terdengar ragu terhadap identitas mereka sendiri. mereka tahu persis apa yang ingin mereka lakukanm dan mereka melakukannya dengan kebrutalan yang hampir ofensif. salah satu kesalahan terbesar banyak band BDM modern adalah mengorbankan groove demi kecepatan. mereka bermain lebih cepat, teknikal, ekstrem namun sering lupa membuat pendengar benar-benar ingin menganggukkan kepala. Cerebral Hemorrhage memahami bahwa groove adalah fondasi dari kekerasan musikal dan mereka mengeksploitasinya secara maksimal. setiap lagu dipenuhi palm-muted chug yang terasa seperti bola penghancur beton. Breakdown muncul bukan sekadar sebagai kewajiban genre, melainkan sebagai titik kulminasi yang benar-benar memiliki bobot. ada aroma kuat dari Internal Bleeding dalam pendekatan ritmis mereka, ada agresi jalanan khas New York hardcore, namun terdapat pula disiplin teknikal yang mengingatkan pada Suffocation era klasik, hasilnya adalah musik yang tidak hanya menghancurkan. Tom Kivatinos (Tomorrow's Victim, ex-Pytt) dan Seni Memukul Drum Seperti Mesin Penghancur, jika album ini memiliki tulang punggung, maka namanya adalah Tommy, permainan drum di " Exempting Reality " merupakan salah satu aspek paling menonjol dari keseluruhan rekaman, bukan karena teknikalitas yang berlebihan melainkan karena pemahaman ritmis yang luar biasa. snare drum menjadi pusat gravitasi album ini, setiap pukulan terdengar seperti cambukan logam ke dinding baja, setiap groove dibangun melalui kombinasi snare dan kick drum yang sangat hidup, Tom tidak sekadar memainkan blast beat, Ia mengendalikan dinamika yang kadang meledak dengan kekerasan ala Dehumanized.

Kadang melambat menjadi ritme menyeramkan yang memberikan ruang bagi atmosfer untuk berkembang, kadang membangun ketegangan melalui pola-pola hardcore yang sederhana namun sangat efektif, inilah jenis permainan drum yang membuat lagu terasa hidup bahkan sebelum riff utama masuk, dan itulah alasan mengapa album ini tetap terasa segar bahkan setelah puluhan tahun. Produksi raw yang Justru Menjadi Kelebihan, mari kita bicara tentang sesuatu yang sering disalahpahami generasi modern. Produksi mentah bukan berarti produksi buruk, banyak album BDM masa kini terdengar seperti hasil render perangkat lunak. Bersih, steril, sempurna, dan ironisnya kehilangan jiwa. " Exempting Reality " berada di kutub yang berlawanan. Bass hadir jelas dalam perpaduan sounding, Gitar memiliki karakter crunchy yang kental dengan aroma death metal akhir 90-an, tidak ada trigger berlebihan, tidak ada editing digital yang membunuh dinamika, tidak ada kepalsuan. album ini terdengar seperti sekelompok musisi yang benar-benar bermain di ruangan yang sama, bukan sekumpulan track yang disusun ulang di layar komputer dan dalam BDM, kejujuran sonik seperti itu sangat berharga. salah satu elemen paling menarik dalam album ini adalah pendekatan vokalnya, Matt Szablewicz (Dracaris, ex-Amid Pain, ex-No Restraints, ex-Thevetat) tidak mengikuti stereotip vokalis slam yang berlomba menjadi manusia dengan sound paling rendah di planet bumi. sebaliknya, ia memilih jalur yang jauh lebih menarik, Growl miliknya memiliki akar yang kuat pada hardcore New York, kasarnya terasa nyata. agresinya terasa personal, ia menggabungkan growl, scream, shriek, dan teriakan bernuansa hardcore dalam satu paket yang terdengar sangat natural, kadang mengingatkan pada era awal Dehumanized, kadang memiliki nuansa liar ala Lord Worm, kadang mengingatkan pada era klasik Frank Rini, namun pada akhirnya tetap terdengar sebagai dirinya sendiri. dan momen ikonik ketika ia meneriakkan: " I DON'T GIVE A FUCK! " di lagu utama bukan sekadar gimmick, itu adalah manifesto, sebuah pernyataan sikap yang mewakili keseluruhan album.

Gitar dalam album ini adalah surat cinta terhadap seluruh sejarah NYDM. Kalian bisa mendengar jejak Suffocation, bisa mendengar aroma Internal Bleeding, mendengar bayangan Skinless bahkan terdapat sentuhan yang mengingatkan pada Baphomet, namun semua pengaruh tersebut tidak pernah berubah menjadi plagiarisme karena Cerebral Hemorrhage memiliki kemampuan langka untuk menggabungkan inspirasi menjadi identitas. album ini dipenuhi riff-riff groove yang mematikan. tremolo klasik, breakdown yang menghancurkan organ dalam, melodi gelap yang muncul tiba-tiba dan bahkan sentuhan atmosferik yang mengejutkan. lagu seperti " Remnants of the Final Solution " menunjukkan bahwa band ini mampu menulis bagian-bagian yang lebih menyeramkan dan emosional tanpa kehilangan intensitas. sementara " Resulting In Homicide " memperlihatkan sisi teknikal mereka melalui sentuhan sweep picking yang mengingatkan pada era awal Dying Fetus. semua itu dilakukan tanpa terdengar pretensius, tanpa kehilangan groove dan tanpa melupakan tujuan utama death metal: menghancurkan ! sebuah Album yang Menolak Menua, meski ada album yang terdengar hebat pada zamannya namun usang ketika didengar kembali bertahun-tahun kemudian. lalu ada album seperti " Exempting Reality ". album yang justru terasa semakin relevan seiring berjalannya waktu, mengapa? karena album ini dibangun di atas fondasi yang tidak pernah lekang oleh tren, Songwriting yang kuat, groove yang mematikan, produksi organik, karakter yang jelas dan yang paling penting, kejujuran, tidak ada kepura-puraan di sini, tidak ada usaha mengejar pasar, tidak ada kompromi, hanya tujuh lagu yang dirancang untuk menghancurkan pendengarnya dengan cara paling efektif yang bisa dibayangkan.

Jika BDM adalah sebuah kerajaan, maka Cerebral Hemorrhage bukanlah raja, mereka bukan pula pangeran, mereka adalah algojo yang bekerja di ruang bawah tanah istana, yang jarang terlihat dan jarang disebut tetapi melakukan pekerjaan paling brutal di seluruh kerajaan. " Exempting Reality " adalah salah satu contoh terbaik bagaimana BDM dapat menjadi teknikal tanpa kehilangan groove, brutal tanpa kehilangan identitas, dan agresif tanpa kehilangan arah, album ini merangkum seluruh pesona era emas NYDM ke dalam tiga puluh tiga menit kebrutalan yang nyaris tanpa cela. dua puluh empat tahun setelah perilisannya, album ini akhirnya mulai menerima perhatian yang seharusnya sudah datang sejak lama. dan jika masih ada keadilan dalam dunia death metal bawah tanah, nama Cerebral Hemorrhage akan terus dibicarakan bukan sebagai catatan kaki sejarah, melainkan sebagai salah satu permata paling berharga yang pernah lahir dari kubangan BDM New York, karena beberapa album memang pantas menjadi legenda dan beberapa legenda hanya terlambat ditemukan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tinggalkan komentar TERBAIK kalian disini, enjoy the sickness !