27 Mei 2026

Cryptworm - Infectious Pathological Waste CD 2026

Cryptworm - Infectious Pathological Waste
Me Saco un Ojo Records CD 2026

01. Gallons of Molten Hominal Goo 03:05      
02. Maimed and Gutted 04:39      
03. Drowning in Purulent Excrementia 05:57      
04. Infectious Pathological Waste 04:41      
05. Embedded with Parasitic Larvae 05:15      
06. Emanations of Corporeal Pyosis 02:56      
07. Gastrointestinal Seepage 04:09      
08. Encephalic Feast 04:35


Tibor Hanyi - Guitars, Vocals
Joss Farrington - Bass
Jamie Wintle - Drums 

Masih berpikir death metal modern harus terdengar bersih, presisi digital, dan dipoles seperti software produksi YouTube demi memuaskan generasi headphone mahal dan algoritma streaming ?? maka Cryptworm datang untuk menyeret wajah kalian langsung ke tumpukan isi perut busuk dan cairan mayat yang mengental. Unit OSDM membunuh asli Bristol, England, Cryptworm digawangi oleh Gitaris/Vocalis Tibor Hanyi (Coffinborn, Mörbid Carnage, Rothadás, Tyrant Goatgaldrakona, ex-Buried Remains, ex-Necrosodomy, ex-Gravecrusher, ex-Goblin Gore, ex-Flood Has Come), Bassis Joss Farrington (Cryptic Shift, Seprevation) dan Drummer Jamie Wintle (Seprevation) memuncratkan Album ketiga mereka, " Infectious Pathological Waste ", bukan musik untuk pencari validasi sosial. Ini adalah septic tank death metal yang meluap tanpa belas kasihan. Dan jujur saja, itulah keindahan sebenarnya. Sejak lagu pembuka " Gallons of Molten Hominal Goo ", Cryptworm langsung memperjelas niat mereka: tidak ada ruang untuk melodi cantik, modernisasi steril, atau pretensi artistik palsu. Yang ada hanya riff keruh, drum yang menghantam seperti mesin pembantai rumah jagal, dan vokal guttural yang terdengar seperti seseorang memuntahkan paru-parunya sendiri ke dalam ruang autopsi penuh belatung. Pengaruh awal Carcass sangat jelas terasa di sini, terutama era ketika goregrind dan death metal masih terdengar benar-benar menjijikkan, bukan sekadar cosplay medis penuh artwork digital mahal. Tetapi Cryptworm tidak berhenti di nostalgia. Mereka mengambil karakteristik yang busuk lalu memadatkannya menjadi monster death metal yang lebih berat, lebih lambat, lebih kotor, dan jauh lebih barbar. Trio asal Bristol ini memahami satu hal yang mulai dilupakan banyak band ekstrem modern: brutalitas bukan cuma soal kecepatan. Brutalitas adalah atmosfer. Brutalitas adalah rasa jijik. Brutalitas adalah ketika setiap riff terdengar seperti daging membusuk yang diseret di lantai kamar mayat. Dan album ini penuh dengan itu semuanya.

" Maimed and Gutted " menghajar tanpa basa-basi dengan groove death metal yang sangat menular. Distorsi gitar turun rendah seperti lumpur septic tank, drum menghantam dengan blast beat yang liar tetapi tetap punya ritme mematikan, sementara bass mengaum dari bawah mix seperti monster rawa yang lapar. Yang membuat Cryptworm menarik adalah mereka tidak bermain ngawur. Di balik semua kebusukan ini, ada penulisan lagu yang benar-benar solid. Mereka tahu kapan harus mempercepat, kapan harus memberi groove, dan kapan harus membuat riff terasa seperti palu godam yang bergerak lambat namun mematikan. " Drowning in Purulent Excrementia " melanjutkan serangan itu dengan dosis patologis yang lebih ekstrem. Judul lagunya saja sudah terdengar seperti laporan medis dari rumah sakit neraka, dan musiknya benar-benar sesuai. Vokal mendesis dan growl rendah terdengar seperti kombinasi muntahan darah dan cairan empedu. Blast beat digunakan dengan cerdas, bukan nonstop demi terlihat teknikal, tetapi sebagai ledakan agresi yang benar-benar punya dampak. Dan di sinilah Cryptworm menang dibanding banyak clone death metal bawah tanah lain. Mereka mengerti groove. Banyak band cavernous death metal modern terlalu sibuk terdengar gelap sampai lupa membuat lagu yang benar-benar menghantam kepala. Cryptworm justru menyeimbangkan atmosfer nekro dengan ritme yang membuat leher kalian otomatis bergerak. Ada semacam ayunan death/grind klasik yang kotor dan barbar di seluruh album ini. Album " Infectious Pathological Waste " sendiri menjadi pusat dari semua kebusukan itu. Bass berdengung seperti generator rusak di kamar mayat, gitar mengeluarkan riff-riff bernanah penuh distorsi tebal, sementara drum menghancurkan semuanya dengan ketukan brutal yang tetap terasa hidup dan organik. Produksinya sengaja dibuat kasar tetapi tidak tenggelam dalam lumpur total. Setiap instrumen masih bisa terdengar jelas, justru membuat suasana album semakin menjijikkan karena semua detail kebusukan itu terasa nyata.

Apalagi cover albumnya juga benar-benar absurd. Grotesk, menjijikkan, dan sangat death metal. Persis seperti seharusnya. Karena death metal seharusnya tidak selalu terlihat artistik atau elegan. Kadang ia memang harus terasa seperti VHS autopsi ilegal yang ditemukan di ruang bawah tanah rumah sakit tua. " Embedded with Parasitic Larvae " memperlihatkan sisi riffing mereka yang paling mematikan. Groove menghantam keras, pedal double bass bergerak liar di bawah riff-riff turun rendah, dan atmosfer album terasa semakin pengap. Ada pengaruh kuat band-band seperti Undergang, Autopsy, dan Fetid, tetapi Cryptworm tetap punya identitas sendiri: lebih liar, lebih death/grind, dan lebih fokus pada groove yang menghancurkan. Salah satu puncak album muncul di " Emanations of Corporeal Pyosis ". Lagu ini seperti inti dari seluruh estetika Cryptworm: vokal guttural ultra rendah, bass gemuruh penuh lendir, dan riff-riff busuk yang terus bergerak di antara tempo cepat dan groove berat. Drumming di sini terasa brutal tetapi tetap punya dinamika. Fill drum muncul di tempat yang tepat dan memberi lagu rasa chaos yang hidup, bukan sekadar kebisingan monoton. Sementara itu, " Gastrointestinal Seepage " terdengar seperti soundtrack pesta kanibal bawah tanah. Ada pola drum death/grind klasik yang sangat catchy, riff old-school yang menyeramkan, dan transisi tempo yang menjaga lagu tetap segar tanpa kehilangan kebrutalan. Lagu ini membuktikan bahwa Cryptworm bukan cuma band yang mengandalkan suara kotor; mereka benar-benar memahami struktur death metal yang efektif. Dan kemudian datang " Encephalic Feast ". Lagu ini bergerak lebih lambat, lebih doomy, lebih trance-like, seperti zombie yang menyeret tubuh busuknya melewati kuburan penuh lumpur. Riff mengalir berat dan bernanah, vokal terdengar seperti gargling cairan pembusukan, dan suasana album mencapai titik paling pengap dan menjijikkan. Ini bukan sekadar musik ekstrem. Ini pengalaman biologis.

Yang paling menarik dari " Infectious Pathological Waste " adalah bagaimana album ini berhasil terdengar sangat old-school tanpa terasa seperti museum nostalgia. Cryptworm tidak mencoba menjadi band revival retro demi kolektor kaset dan fetish analog. Mereka terdengar seperti band yang benar-benar hidup di dalam kebusukan itu. Dan di tengah scene death metal modern yang terlalu sering terdengar steril, teknikal demi pamer, atau sekadar mengejar estetika cavernous tanpa isi, Cryptworm muncul seperti infeksi nekrotik yang menyebar tanpa kontrol: busuk, brutal, penuh groove, dan sangat memuaskan bagi siapa saja yang masih percaya bahwa death metal seharusnya terdengar berbahaya, menjijikkan, dan benar-benar hidup. Satu hal yang tidak dilakukan, dan tidak akan dilakukan oleh Cryptworm, yang w berikan pujian tertinggi, adalah fade studio. Anak-anak ini tahu bagaimana mengakhiri lagu mereka tanpa memutar tombol. w tidak bisa cukup menekankan betapa pentingnya fakta ini. Katakan apa pun tentang Tool, apakah mereka metal, apakah mereka bukan metal, apakah mereka art rock, apapun, tetapi itu adalah band yang membuat akhir yang disengaja untuk setiap lagu yang mereka tulis. Cryptworm menghayati filosofi yang sama, dan mereka mengakhiri lagu-lagu mereka dengan penuh otoritas. Misalnya, periksa bagian akhir dari " Embedded With Parasitic Larvae ". Riff-nya adalah salah satu yang paling menghancurkan yang ada di mana pun, dan ketika double bass 32nd note masuk di bawahnya, " lupakan saja bro karena tidak ada yang lebih baik dari ini ".

Adapun pengaruh dari ansambel ini, Demilich adalah yang paling jelas, dengan vokal Tibor kali ini tidak hanya menyamai tetapi melampaui vokal Antti Boman dalam hal pembusukan yang menjijikkan. Tapi semuanya ada di sana. Kamu bisa mendengar Autopsy, Obituary, Entombed, Cianide, sedikit Celtic Frost, mungkin sekelompok band yang belum pernah aku dengar, tapi aspek yang paling jelas dari Cryptworm adalah kejujuran. Ketulusan dari usaha ini dan apa yang mereka lakukan adalah apa yang membuat mereka disukai oleh saya dan semoga oleh kepala old school lainnya yang menemui mereka. Siapa pun yang bisa melakukan hal semacam ini dengan sound-nya tanpa bantuan keajaiban studio adalah penggemar metal sejati dalam arti sebenarnya. Apa yang kita miliki di sini, wahai para heshers dan headbangers, adalah kesempurnaan death metal. saya mendapati diri saya kejang dengan gerakan spasmodik yang disebabkan oleh kekuatan yang tak terhentikan ini. Lagu pembuka ini adalah sebuah OSDM yang sangat mengguncang, termasuk riff yang bisa meratakan wajah, tetapi di akhir lagu, salah satu pertanyaan mendesak saya telah terjawab sekali dan untuk selamanya. Mereka telah membuatnya jelas bahwa mereka bisa menghancurkan jiwaku dan biji peler kalian tanpa menyimpang dari formula sebuah busuk, dan Faktanya tidak terbantahkan, Cryptworm termasuk di antara elit OSDM !

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Tinggalkan komentar TERBAIK kalian disini, enjoy the sickness !